Selasa, 04 Agustus 2015

Pentingnya Vitamin A untuk Bayi dan Balita

Bismillah...
Bulan Agustus telah tiba, bulan pemberian vitamin A di Posyandu untuk Bayi, Balita dan Ibu Nifas, selain Bulan Februari.

Sebenarnya seberapa penting Vitamin A untuk Bayi dan Anak ?
Vitamin A terbukti dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian anak karena vitamin A berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sebanyak 190 juta anak usia 5 tahun ke bawah mengalami kekurangan vitamin A, bahkan WHO memperkirakan terdapat 250 juta anak pra-sekolah yang mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun terdapat sekitar 250.000 – 500.000 anak mengalami kebutaan dan separuh anak ini kemudian meninggal dalam jangka waktu 12 bulan akibat kekurangan vitamin A. Selain itu juga bisa mengakibatkan berbagai kelainan mata seperti :

Apakah Vitamin A hanya berfungsi untuk mata ?
Vitamin A yang dikenal sebagai retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh. Pada bayi dan balita vitamin A akan sangat bermanfaat membantu menjaga kesehatan tubuhnya.

Pentingnya Vitamin A untuk Bayi dan Balita


Apa Manfaat Kecukupan Vitamin A bagi Bayi dan Balita ?
Manfaat kecukupan vitamin A bagi status kesehatan anak:
Mengurangi angka kematian:
Mengurangi kematian akibat infeksi campak hingga 50%.
Mengurangi kematian akibat diare hingga 40%
Mengurangi seluruh angka kematian anak hingga 25%.

Mengurangi angka kesakitan:
Mengurangi jumlah kunjungan dokter dan angka rawat jalan karena anak menjadi lebih jarang sakit.
Mengurangi angka rawat inap di rumah sakit.
Berkontribusi terhadap tingkat kesejahteraan anak dan keluarga.

Keuntungan kesehatan lainnya:
Mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan
Mencegah kanker epithelial dan kanker lainnya.

Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko bayi dan anak rentan terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare. WHO berserta UNICEF bekerja sama dengan Canadian International Agency dan United State Agency for International Development and The Micronutrient Initiative mengkampanyekan “The Vitamin A Global Initiative” dengan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi 2 kali dalam satu tahun kepada kelompok masyarakat yang rentan mengalami kekurangan vitamin A.

Indonesia telah aktif mengkampanyekan penanganan kondisi kekurangan vitamin A, dengan program suplementasi vitamin A dua kali dalam satu tahun, sejak tahun 1970-an hingga sekarang.
Bagaimana Teknis pelaksanaan pemberian vitamin A untuk Bayi dan Balita ?
Sesuai buku “Panduan Manajemen Suplementasi Vitamin A” dari Depkes tahun 2009 yaitu:
1. Waktu pemberian suplementasi Vitamin A dosis tinggi untuk bayi dan anak balita
Suplementasi Vitamin A diberikan kepada seluruh anak balita umur 6-59 bulan secara serentak:
Untuk bayi umur 6-11 bulan pada bulan Februari atau Agustus.
Untuk anak balita umur 12-59 bulan pada bulan Februari dan Agustus.

2. Tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, tenaga gizi) dan Kader terlatih yang memberikan suplementasi Vitamin A pada bayi dan anak balita.

3. Cara pemberian kapsul pada bayi dan anak balita
Berikan kapsul biru (100.000 SI) untuk bayi dan kapsul merah (200.000 SI) untuk balita.
Potong ujung kapsul dengan menggunakan gunting yang bersih. Kemudian pencet kapsul dan pastikan anak menelan semua isi kapsul (dan tidak membuang sedikitpun isi kapsul). Untuk anak yang sudah bisa menelan dapat diberikan langsung satu kapsul untuk diminum (Bungkus kapsul lunak insya Allah aman untuk ditelan, namun pastikan anak sudah bisa menelan kapsul. Jika takut tersedak sebaiknya kapsul digunting dan diberikan isinya saja). Pastikan anak belum menerima pemberian kapsul vitamin A dalam 1 bulan terakhir.

4. Tempat pemberian Vitamin A
Banyak ibu bertanya dimana bisa memperoleh vitamin A ini. Vitamin A dibagikan secara gratis di :
a. Sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, puskesmas  pembantu (Pustu), polindes/ poskesdes, balai pengobatan, praktek dokter/bidan swasta)
b. Posyandu
c. Sekolah Taman Kanak-kanak, Pos PAUD termasuk kelompok bermain, tempat penitipan anak.
Oleh karenanya, sebaiknya Ibu membiasakan bayi dan balita datang secara rutin ke posyandu terdekat supaya anak “terhitung” sebagai penerima vitamin A. Jika tidak ada posyandu bisa
dimintakan ke bagian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas daerah tempat tinggal ibu.

Apakah ada solusi selain pemberian vitamin A ?
Solusi mengatasi kekurangan vitamin A antara lain dengan promosi pemberian ASI, memberdayakan keluarga untuk bercocok-tanam tanaman bahan pangan-kaya vitamin A dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) serta fortifikasi makanan pabrikan. Makanan yang difortifikasi biasanya tepung, minyak goreng, sereal dan produk susu.

Konsumsilah makanan sumber vitamin A. Makanan sumber vitamin A ada 2 jenis, yaitu bahan pangan hewani seperti daging merah (contohnya daging sapi), hati, telur, minyak ikan dan olahan susu seperti susu, yogurt, keju, mentega juga bahan makanan-hewani yang telah difortifikasi vitamin A lainnya. Vitamin A dari sumber hewani dalam bentuk retinyl palmitate. Bahan pangan nabati seperti sayur-mayur hijau serta buah-buahan berwarna kuning/oranye mengandung beta-carotene dan carotenoid sebagai bahan pembentuk vitamin A. Jadi, tubuh akan mengubah karoten tersebut menjadi vitamin A. Di pasaran juga terdapat olahan serealia dan tepung yang telah difortifikasi vitamin A.

Nah,  apakah anak mau memakan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan vitaminnya?



Pemberian suplementasi vitamin A ini murah dan mudah sehingga diharapkan mampu meminimalisir
kejadian kekurangan vitamin A di negara-negara yang rentan mengalami defisiensi vitamin A pada tahun 2015. Jadi, tunggu apa lagi?

Yuk segera ke posyandu, kita bantu pemerintah mensukseskan Bulan Vitamin A ini..

Catatan :
Jangan meminum suplemen vitamin A harian tanpa petunjuk dokter. Kelebihan dosis vitamin A juga tidak baik untuk kesehatan. Untuk tahu kecukupan simpanan vitamin A, bisa periksa di laboratorium, biasanya pemeriksaan yang digunakan adalah pemeriksaan konsentrasi retinol serum darah. Jika ragu silakan konsultasikan dengan dokter anak dan ahli gizi ya..

@nurlienda

Referensi :
dr. Annisa Karnadi

Senin, 01 Juni 2015

Pizza Pan Homemade yang Mudah dan Yummy

Bismillah...
Pada kesempatan ini, kami ingin berbagi salah satu menu favorit keluarga yakni Pizza yang menggunakan pan. Jika Bunda tak memiliki oven, tak perlu khawatir. Pan bisa digunakan untuk memanggang pizza juga loh. Kami memanggangnya menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan.
Pizza Panggang Homemade menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan

Pizza Pan Homemade (Dough)
Bahan :
165 gram tepung terigu protein tinggi
120 ml air dingin
3/4 sdt garam
1 sdt gula putih
1/2 sdt ragi
1 sdt minyak goreng

Cara membuat :
Pizza Panggang Homemade menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan, bahan pizza homemade
1. Campur seluruh bahan menjadi satu dan uleni hingga kalis. Diamkan adonan dengan ditutup serbet basah hingga adonan mengembang 2 kali lipat (sekitar 30 menit).
2. Setelah mengembang, tinju adonan hingga rata dan pastikan tidak ada gelembung yang terperangkap (sisa fermentasi). Bagilah adonan ini menjadi 3 bagian.
3. Ambil salah satu bagian, ratakan menggunakan tangan atau alat bantu lainnya hingga terbentuk bulat pipih dan sisihkan.

Resep Topping Pizza Panggang Homemade :
3 buah baso sapi ukuran sedang (potong menurut selera)
100 gram jagung manis (sisir dan rebus terlebih dahulu)
100 gram paprika hijau (iris tipis)
50 gram wortel (cuci bersih dan parut menggunakan parutan keju)
100 gram bawang bombay
1 siung bawang putih
9 sdm saus tomat/tomato paste
100 gram keju cheddar (parut dengan potongan melebar)
1/4 sdt oregano (optional, kami tidak menggunakannya, kurang suka)
1/8 sdt basil (optional, kami tidak menggunakannya, kurang suka)
1 sdm mentega

Cara membuat :
1. Tumis bawang bombay, bawang putih dan paprika hingga layu dengan sedikit mentega.
2. Masukkan bakso sapi yang telah diiris beserta jagung manis hingga tercampur rata, angkat dan sisihkan.
3. Siapkan adonan pizza, tusuk beberapa bagian menggunakan garpu untuk memudahkan matangnya adonan pizza, sisihkan.
4. Lelehkan mentega di atas pan dengan api kecil. Simpan adonan pizza di atas pan hingga bewarna kuning kecoklatan selama 10-15 menit, balik pizza selama 5-7 menit.
5. Balikkan kembali pizza hingga ke tempat semula. Lalu, tuangkan saus tomat ke atas pizza dan ratakan menggunakan sendok. Isilah pizza dengan tumisan topping dan tata pizza dimulai dari jagung manis, wortel, keju, hingga bakso. Diamkan selama 2-3 menit dan pizza pun siap untuk dihidangkan.

Pizza Pan Homemade menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan

Catatan : Adonan pizza ini menjadi 3 buah pizza dengan 1 buah pizza yang diberi extra topping yakni ikan tuna dan kuning telur setengah matang dengan isisan keju sebagai pinggiran/crustnya atas permintaan ayah dan adik. Pizza ini bisa dikonsumsi untuk anak diatas 1 tahun. Topping extra wortelnya cocok untuk anak yang agak kurang doyan sayur, Bunda..

Pizza homemade ini tidak kalah dengan pizza yang banyak dijual di resto loh, testimoni dari penikmat pizza yang sepakat pizza ini lazzis, alhamdulillah. Menurut kami pizza ini lebih krispy, gurih dan lezat tanpa menggunakan MSG dan bumbu penyedap lainnya, Sehingga lebih aman, sehat dan terjamin bahan yang digunakannya...

Mengapa kami memilih pizza pan homemade ini sebagai menu favorit ?
Karena pizza ini bisa disajikan saat sarapan (dengan adonan pizza yang telah tersedia sebelumnya) dan bisa menjadi pilihan snack sore yang tinggi energi ketika seharian beraktivitas bersama keluarga.

Apakah rasa pizza pan = pizza panggang ?
Menurut kami hampir mirip, apalagi menggunakan pan yang tepat dan memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit mentega ketika memasak sehingga masakan menjadi lebih sehat (Ketika memanggang pizza ini hanya dibutuhkan 1 sdm mentega untuk 3 pizza loh)
2. Panas yang merata membuat masakan cepat matang dan menghemat energi serta tak mudah gosong
3. Tampilan warna yang cerah (punya saya bewarna kuning) dan desainnya stylish membuat dapur kami menjadi menarik dan kegiatan memasak pun menjadi menyenangkan
4. Mudah dibersihkan (pas untuk para Bunda dengan waktu terbatas) karena makanan tidak mudah menempel
5. Tahan terhadap panas, pada bagian fry pan ini terdapat lapisan material keramik tahan panas yang membuat wajan ini memiliki daya tahan yang lebih tinggi lagi. Lapisan ini memastikan panas menyebar secara merata ke sekeliling wajan dan akan mencegah hangus
6. Bahan alumunium LOCK&LOCK E-Cook Deco Fry Pan tidak mudah tergores. Cookware ini menggunakan hard-anodized yakni bahan yang melapisi alumunium, sebagai bahan utama pan dan sebelum dilapisi dengan coating. Lapisan Hard-Anodized ini akan menjadikan coating lebih tahan goresan dalam waktu yang lama. Apabila terjadi scratch/goresan pada coatingnya, pan akan tetap aman digunakan untuk memasak karena makanan tidak akan bersentuhan langsung dengan alumunium, melainkan ke lapisan Hard-Anodized sehingga aman dan tahan lama. Pelat alumunium yang padat serta silicone pada pegangannya akan membuat nyaman ketika memasak. Bakelite merupakan material plastik keras memiliki ketahanan pada suhu tinggi. Karena kemampuannya tersebut bahan ini sudah sejak lama digunakan untuk berbagai keperluan...

Jadi, memasak semakin menyenangkan dan juga mudah..
Semoga resep ini bisa membantu para Bunda dalam persiapan menyambut ramadan ya..
Selamat berkreasi bersama si kecil dan anggota keluarga lainnya...
#Happy Cooking
@nurlienda

*Resep ini diikutsertakan dalam kompetisi Lock&Lock Mrs Chef yang diadakan hasil kerjasama Lock&Lock Indonesia dengan komunitas Homemade Healthy Baby Food.  

Minggu, 31 Mei 2015

Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar

Bismillah...
Apa Menu Favorit Bunda dan Keluarga ?
Menu favorit kami adalah Nasi goreng kencur dengan topping udang windu...
Sebuah hidangan yang menggoda di pagi hari saat berkumpul bersama keluarga secara lengkap, alhamdulillah adik yang sering malas sarapan menjadi sangat berselera dan nambah porsinya loh...

Bagaimana cara mengolah nasi goreng kencur yang sehat, mudah dan praktis?
Kami biasa menyiapkan bumbu terlebih dahulu, agar memudahkan ketika menyiapkan sarapan dengan waktu yang cenderung terbatas karena kesibukan masing-masing anggota keluarga. Penggunaan minyak/mentega bisa diminimalisir jika menggunakan alat masak anti lengket seperti Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan yang digunakan dalam resep ini.
Nah, berikut ini adalah resep nasi goreng kencur :

Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar Menggunakan Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan
Bahan :
400 gram nasi putih
1 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 cm kencur
1 cm kunyit
1/8 sdt garam
1/4 sdt gula putih
2 sdm kecap manis
1 sdt minyak goreng

Cara membuat :
1. Siapkan bawang putih dan bawang merah, buang kulitnya lalu haluskan menggunakan ulekan, sisihkan.
2. Bersihkan kencur dan kunyit, kupas kulitnya dan haluskan.
3. Tumis bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan menggunakan minyak goreng. Apabila telah layu, masukkan nasi dan aduk hingga rata.
4. Masukkan kencur dan kunyit yang telah dihaluskan ke dalam pan berisi nasi. Aduk hingga tercampur rata.
5. Tambahkan kecap manis, garam dan gula putih hingga tercampur rata. Angkat dan sajikan selagi hangat.
Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar Menggunakan Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan

Nah, nasi goreng kencur ini belum ditambahkan topping udang windu bakar. Mau tau cara buat udang windu bakar Ala Pan ?

Udang Windu Bakar Ala E-cook Deco Fry Pan

Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar Menggunakan Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan, Udang Windu Bakar Ala Pan
Bahan :
2 buah udang windu
3 buah bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm jahe
1 bh asem
1/4 sdt ketumbar
1/4 bh gula merah
1/4 sdt garam
1 sdm kecap
1 sdm mentega

Cara membuat :
1. Haluskan bumbu untuk memarinasi udang windu yakni bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, gula merah, asem dan garam.
2. Bersihkan udang windu, potong sungutnya dan bersihkan punggung udang windu dari kotoran (pencetus alergi). Cuci bersih pada air mengalir dan tiriskan.
3. Lumuri udang windu dengan bumbu marinasi yang telah dihaluskan hingga rata dan diamkan selama 20-30 menit agar bumbu meresap.
4. Siapkan Pan, lelehkan mentega dan masukkan udang windu yang telah dimarinasi. Panggang di atas pan dengan menggunakan api kecil. Biarkan udang windu hingga bewarna kemerahan dan balik udang windu tsb. Tambahkan kecap untuk memantapkan rasa. Panggang udang selama kurang lebih 10 menit untuk kedua sisi. Angkat dan sajikan selagi hangat.

Pengalaman perdana memanggang menggunakan LOCK&LOCK E-Cook Deco Fry Pan ini menyenangkan. Dengan menggunakan api kecil, udang windu tak khawatir gosong.  

Kenapa saya memilih memasak menggunakan pan ?
Karena Pan yang digunakan memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit mentega/minyak ketika memasak sehingga masakan menjadi lebih sehat
2. Panas yang merata membuat masakan cepat matang dan menghemat energi serta tak mudah gosong
3. Tampilan warna yang cerah (punya saya bewarna kuning) dan desainnya stylish membuat dapur kami menjadi menarik dan kegiatan memasak pun menjadi menyenangkan
4. Mudah dibersihkan (pas untuk para Bunda dengan waktu terbatas) karena makanan tidak mudah menempel
5. Tahan terhadap panas, pada bagian fry pan ini terdapat lapisan material keramik tahan panas yang membuat wajan ini memiliki daya tahan yang lebih tinggi lagi. Lapisan ini memastikan panas menyebar secara merata ke sekeliling wajan dan akan mencegah hangus
6. Bahan alumunium LOCK&LOCK E-Cook Deco Fry Pan tidak mudah tergores. Cookware ini menggunakan hard-anodized yakni bahan yang melapisi alumunium, sebagai bahan utama pan dan sebelum dilapisi dengan coating. Lapisan Hard-Anodized ini akan menjadikan coating lebih tahan goresan dalam waktu yang lama. Apabila terjadi scratch/goresan pada coatingnya, pan akan tetap aman digunakan untuk memasak karena makanan tidak akan bersentuhan langsung dengan alumunium, melainkan ke lapisan Hard-Anodized sehingga aman dan tahan lama. Pelat alumunium yang padat serta silicone pada pegangannya akan membuat nyaman ketika memasak. Bakelite merupakan material plastik keras memiliki ketahanan pada suhu tinggi. Karena kemampuannya tersebut bahan ini sudah sejak lama digunakan untuk berbagai keperluan seperti kenop kompor gas, telepon rumah dan juga bola bowling loh...

Jadi, memasak semakin menyenangkan dan juga mudah..
Semoga resep ini bisa menginspirasi para Bunda dalam koleksi menu menyambut ramadan ya..
Selamat berkreasi...
#Happy Cooking
@nurlienda

*Resep ini diikutsertakan dalam kompetisi Lock&Lock Mrs Chef yang diadakan hasil kerjasama Lock&Lock Indonesia dengan komunitas Homemade Healthy Baby Food. 

Jumat, 08 Mei 2015

Kue Cokelat Pisang Made in Rice Cooker, Alternatif Selingan untuk Balita dan Anak Sekolah

Bismillah...
Coklat, bahan makanan yang digemari baik anak-anak maupun dewasa.
Berbagai produk kue coklat baik pabrikan maupun homemade mudah ditemui di sekitar kita...
Namun, alangkah baiknya jika kita dapat membuat kudapan sehat untuk anak dan anggota keluarga lainnya sendiri. Selain lebih terjaga keamanan dan bahan berkualitas yang digunakan, kita pun dapat mengontrol jumlah dan bahan yang digunakan sesuai kebutuhan dengan peralatan yang tersedia. Rice Cooker pun bisa dijadikan alat untuk membuat kue loh.. Lebih praktis, hemat tenaga dan bahan bakar...

Artikel kali ini membahas pengalaman membuat Kue Cokelat Made in Rice Cooker, Alternatif Selingan untuk Balita dan Anak Sekolah.


Bahan :
3 Butir Telur
3 Buah Pisang Uli (sekitar 80 gram)
150 gram Gula putih
1/4 sdt Garam
150 gram Tepung terigu (bisa diganti mocaf untuk yang mengurangi konsumsi gluten)
200 gram Dark chocolate (coklat batangan)
40 gram Margarin
25 gram Keju (optional).

Cara Membuat :
1. Masukkan telur, gula putih dan garam ke dalam mixer. Aduk hingga mengembang, lalu sisihkan.
2. Kupaslah pisang Uli dan rajang hingga halus. Kemudian masukkan ke dalam adonan telur dengan diaduk menggunakan putaran sedang mixer hingga rata.
3. Potong-potong coklat dan lelehkan dengan menambahkan margarin. Lelehkan dengan cara bain marie (lelehkan tidak langsung diatas api melainkan menggunakan perantara wadah diatas air panas/mendidih). Jika sudah leleh dan tercampur rata, segera angkat.
4. Tuangkan coklat leleh ke dalam adonan perlahan-lahan hingga habis.
5. Apabila coklat leleh sudah tercampur rata, matikan mixer, lalu masukkan tepung terigu dan aduk hingga rata menggunakan tangan.
6. Siapkan wadah dari rice cooker dengan memberi olesan margarin agar tidak lengket. Masukkan adonan ke dalam wadah dan simpan ke dalam rice cooker, masak hingga matang.
7. Ketika indikator rice cooker menunjukkan mode menghangatkan, tusuklah kue, apabila tidak meninggalkan bekas, kue telah matang dan segera angkat.  
8. Sajikan kue coklat pisang dengan parutan keju bila Anda menyenanginya...
Untuk 20 Porsi.


Informasi Nilai Gizi Kue Coklat Pisang per Porsi
Energi : 138 kkal
Protein : 2,7 gram
Lemak : 5,48 gram
Karbohidrat : 19,6 gram
Serat : 0,4 gram
Kalsium : 26,6 mg
Kalium : 80,6 mg.

Sajian Kue Coklat Pisang ini kaya akan flavonoid dan juga kalium. Bisa dijadikan alternatif cemilan sang buah hati yang gemar makan coklat atau panganan manis lainnya. Cocok sebagai selingan balita dan juga bekal anak sekolah. Bagaimana dengan Bunda, sajian apa yang menggunakan rice cooker selain nasi tentunya?
Semoga Bermanfaat..
#HappyCooking
@nurlienda

Selasa, 05 Mei 2015

Cilok dan Cireng Homemade Non MSG, Alternatif Snack Praktis untuk Balita dan Anak Sekolah

Bismillah...

Cilok dan Cireng Non MSG, Alternatif Snack Praktis untuk Balita dan Anak Sekolah
Cilok adalah makanan khas Jawa Barat. Salah satu camilan yang terbuat dari tapioka yang kenyal dengan tambahan bumbu pelengkap seperti sambal kacang. Cilok berbentuk bulat-bulat seperti bakso, hanya saja berbeda bahan dasarnya. Cara pengolahannya pun dengan cara direbus dan dikukus agar lebih kenyal dan merata matangnya. Pada pembuatan snack kali ini, kami membuatnya dari bahan yang sama, dengan perbedaan bentuk dan cara pengolahannya saja. Untuk lengkapnya, mari diperhatikan bahan dan cara pembuatannya berikut ini :

Bahan Cilok dan Cireng:
Tepung Tapioka 150 gram
Terigu 75 gram
Air panas 150 ml
1/4 sdt garam
1/2 sdt merica
1 siung bawang putih, parut
1 tangkai daun bawang, iris halus
Sejumput gula

Bahan Saus Kacang :
200 gram kacang tanah yang telah disangrai / digoreng
1 buah cabai merah (optional)
1 siung bawang putih
1 siung bawang merah
1/4 sdt garam
1/2 buah gula jawa.
25-50 ml air matang.

Cara membuat Cilok :
1. Campurkan semua bahan, kecuali air, aduk rata. Tuangkan air panas, aduk dengan sendok kayu, karena masih panas, jika sudah agak dingin, lanjutkan mengaduk dengan tangan. Uleni hingga kalis, bulatkan.
2. Ambil sedikit adonan, beri isian telur puyuh kemudian bentuk bulat.
3. Masukkan ke dalam air mendidih. Masak hingga terapung dan jangan langsung diangkat, biarkan terlebih dahulu beberapa saat, untuk memastikan dalamnya matang merata. Lakukan sampai habis. Angkat semua cilok, lalu kukus selama kurang lebih 10 menit. 4. Jika ingin disajikan, ambil dari kukusan langsung ditusukan ke dalam lidi atau tusukan bambu. Sajikan dengan saus kacangnya.

Cara membuat Cireng :
1. Campurkan semua bahan, kecuali air, aduk rata. Tuangkan air panas, aduk dengan sendok kayu, karena masih panas, jika sudah agak dingin, lanjutkan mengaduk dengan tangan. Uleni hingga kalis, bentuk cireng sesuai selera. Agar lebih krispy, bentuk adonan dalam hingga menyerupai kotak / lonjong pipih.
2. Gorenglah cireng tersebut dalam minyak panas dengan api sedang hingga matang.
3. Angkat dan tiriskan. Cireng lebih pas disajikan dengan sambal / saus kacang.

Cara membuat Saus kacang :
Blender semua bahan saus kacang. Berikan garam secukupnya. Masak hasil blenderan bahan saus kacang hingga meletup-letup dengan sedikit minyak, tambahkan air sedikit agar tidak gosong dan aduk hingga mengental. Kecap bisa dicampur sekarang atau dituang ketika dihidangkan nanti sebagai tambahan (optional).

Makanan selingan cilok dan cireng ini memiliki kandungan karbohidrat (tapioka & tepung terigu), protein (telur puyuh) dan juga lemak yang cukup membantu dan membantu pertumbuhan anak apabila dikonsumsi dalam jumlah yang bijak. Dengan membuat cilok dan cireng rumahan/homemade, Bunda turut memastikan bahan terbaik, cara pengolahan yang higiene dan juga tanpa MSG tentunya. Keep #SafeFood to Our Children and Family...
Semoga bermanfaat...
@nurlienda  

Minggu, 03 Mei 2015

Burger Tutug Oncom, Alternatif Sajian Balita dan Anak Sekolah

Bismilah...
Pernahkah Bunda mencoba menyuguhkan oncom untuk putra-putri tercinta?
Oncom merupakan salah satu bahan makanan khas Jawa Barat, yang asal muasalnya dari Kota Tasik.
Oncom kaya protein dan juga serat loh... Kami sekeluarga sangat menyenangi oncom ini. Oncom dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan, salah satunya adalah tutug oncom. Selain itu bisa diolah menjadi nasi tutug oncom, combro dan serabi. Nah, agar anak-anak lebih menyukai sajian ini, Bunda bisa mengkreasikannya menjadi burger tutug oncom loh...

Tutug Oncom merupakan makanan yang terbuat dari oncom goreng atau bakar yang telah dicampur bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan kencur. Tutug dalam bahasa sunda artinya tumbuk, sehingga tutug oncom memiliki arti oncom tumbuk :D
Penasaran dengan bentuk dan resepnya?
Yuk kita simak bahasan lengkapnya...
Resep Burger Tutug Oncom
Burger Tutug Oncom, Alternatif Sajian Balita dan Anak Sekolah
Bahan Kulit:
250 gram Nasi
100 gram Tutug oncom siap saji
1 butir Telur, dikocok lepas
2 sendok makan Tepung terigu protein sedang
1 sendok makan Susu bubuk
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk.

Bahan Pelapis:
2 putih telur, dikocok lepas
70 gram tepung panir halus
minyak goreng.

Bahan Isi:
200 gram ayam giling
1/4 buah bawang bombay, dicincang halus
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk.

Bahan Olesan (aduk Rata):
2 sendok makan saus barbeque
2 sendok makan margarin, dilelehkan.

Bahan Pelengkap:
5 lembar daun selada
1 buah tomat
5 lembar keju lembaran
20 gram mayones
20 gram saus tomat/sambal terasi (Optional).

Cara Pembuatan :
1. Membuat Kulit:
a. Aduk rata bahan kulit. Pipihkan diameter 5 cm.
b. Gulingkan di tepung panir halus. Celup ke putih telur.
c. Gulingkan di tepung panir halus.
d. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang.

2. Membuat Isi:
a. Aduk rata daging ayam giling, bawang bombay, garam, merica bubuk, dan pala bubuk.
b. Bentuk bulat pipih diameter 5 cm.
c. Panggang sambil dioles bahan olesan sampai matang.
d. Sajikan disusun dengan pelengkapnya.
Burger Tutug Oncom ini untuk 5 Porsi.

Informasi Nilai Gizi Burger Tutug Oncom
Energi : 363,3 kkal
Protein : 14,9 gram
Lemak  : 24,1 gram
Karbohidrat : 21,5 gram
Serat : 0,4 gram
Kalsium : 59,8 mg
Zink       : 1,4 mg
Zat Besi (Fe) : 1,4 mg.
Burger Tutug Oncom ini cocok sebagai salah satu varian menu makanan Balita dan juga bekal Anak Sekolah. Selamat berkreasi....

Bagaimana pengalaman Bunda dalam mengolah oncom?
Yuk berbagi disini...
@nurlienda

Rabu, 25 Maret 2015

Tips dan Cara Memasak Sayur yang Benar untuk Bayi dan Anak-anak

Bismillah...
Sayur merupakan sumber zat gizi yakni mineral, vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh bayi dan juga anak-anak. Beberapa vitamin mudah sekali rusak jika dipanaskan. Dalam pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) maupun hidangan yang berbahan dasar sayur, perlu diperhatikan cara mengolah yang tepat. Cara mempertahankan agar vitamin tetap utuh adalah dengan mengonsumsi sayuran segar tanpa dimasak. Namun, bagi bayi, anak-anak dan orang yang tidak biasa memakan sayuran mentah tentu akan sulit menerimanya. Disamping itu, memasak sayuran dapat mengurangi resiko bahaya pencemaran oleh telur cacing dan mikroorganisme berbahaya loh...

Tips dan Cara Memasak Sayur yang Benar

Lalu, bagaimana tips dan cara memasak sayuran agar kandungan zat gizi di dalam sayuran tersebut tidak banyak terbuang sia-sia?
Mari kita simak penjelasannya, TIPS MEMPERLAKUKAN DAN MEMASAK SAYURAN :
1). Simpan dan dinginkan sayuran hijau tanpa dicuci sampai akan digunakan.
Kondisi basah pada sayuran akan membuat sayuran cepat busuk. Jika akan disimpan di lemari es sebaiknya sayuran dibungkus kantong plastik berlubang.
2). Untuk mencuci sayuran yang bertanah
Isilah baskom/bak dengan air hangat karena tanah yang menempel di sayuran akan mudah lepas bila dicuci di air hangat.
3). Pastikan mencuci sayuran di air mengalir yang bersih
Hal ini guna menghindari sayur menjadi layu dan semua kotoran yang menempel pada sayur akan terbuang bersama air cucian.
4). Tiriskan sayuran sehabis dicuci
Meniriskan sayuran dapat dilakukan diatas saringan sayur yang sudah dialasi serbet bersih.
5). Masak sayuran hijau sedapat mungkin dengan panci stainless atau panci email
Hal ini dilakukan agar zat-zat dalam sayuran tidak bereaksi dengan logam
6). Mengukus merupakan metode memasak sayuran yang paling sehat.
Cara memasak dengan mengukus  sayuran dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayuran dalam waktu yang singkat. Didihkan lebih dahulu air di dalam alat pengukus, setelah mendidih barulah sayuran dikukus.
7). Hindari memasak sayuran dengan menggunakan panci presto (panas tinggi).
Apalagi jika kita tidak mengetahui benar berapa waktu yang dibutuhkan untuk memasak setiap jenis sayuran.
8). Merebus sayuran merupakan cara memasak sayuran yang paling banyak merusak atau menghilangkan kandungan zat gizi. Jika kita menggunakan cara merebus untuk memasak sayuran maka didihkanlah lebih dahulu air kemudian biarkan air mendidih kurang lebih 2 menit hingga oksigen berkurang barulah kemudian kita masukkan sayurnya. Sebaiknya memasak sayuran tidak lebih dari 5 menit, kecuali beberapa jenis sayur yang memerlukan waktu lama (misalnya sayur nangka).

Bagaimana dengan cara memasak sayur Bunda ?
Metode memasak mana yang sering digunakan untuk mengolah sayur ?
Semoga bermanfaat...

@nurlienda