Bismillah...
Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati..
Termasuk Menyajikan Makanan Sehat untuk anak dan keluarga tercinta.
Bagaimana panduan makanan sehat bayi 6 bulan - 24 bulan yang praktis dan BerGizi?
Ketika bayi berusia 6 bulan hingga 24 bulan kebutuhan zat gizi semakin meningkat dan tidak bisa hanya dipenuhi ASI saja. Pada usia ini ini anak berada pada periode pertumbuhan dan perkembangan cepat, mulai terpapar infeksi dan secara fisik mulai aktif, sehingga kebutuhan zat gizinya pun perlu memperhatikan aktivitas dan keadaan infeksi. Agar kebutuhan gizinya bisa tercapai, maka diperlukan tambahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berkualitas dengan tetap memberikan ASI hingga bayi berusia 2 tahun. Adapun tahapan pemberian MPASInya, bisa dilihat pada gambar berikut :
Pola pemberian makanan secara seimbang sejak usia dini akan mempengaruhi selera makan anak pada masa yang akan datang... Ketika MPASI merupakan momen terbaik untuk mengajarkan anak mengenai kebiasaan makan yang baik mulai dari cara makan (tidak perlu dipaksa, makan bersama, suasana yang menyenangkan), bahan makanan dan cara mengolah makanan (pengenalan makanan yang beranekaragam sangat penting), variasi makanan (padu padan makanan dan minuman, dengan pedoman gizi seimbang istilah kerennya 4 bintang, makanan pokok, lauk pauk, kacang-kacangan, sayur dan buah), tekstur yang pas sesuai usia dengan perpindahan konsistensi yang pas dan jumlah makanan yang meningkat bertahap tentunya, tiap anak memiliki batas porsi berbeda... Mari amati dan kenali :D
Bagaimana contoh menu MPASI berkualitas per kategori usia?
MPASI 6 Bulan - 9 Bulan
Untuk melihat detail jadwal dan menunya, disini
Tim Telur Tofu Karya Bunda Kartika Gunawan
Bahan :
- 1/2 bungkus tofu (aku pake sakake)
- 1 sdm ayam giling
- 1 butir telur ayam kampung
- 1/2 batang wortel parut
- 5 kuntum brokoli hijau cincang
- 2 buah bawang putih cincang halus
- keju parut secukupnya
Cara :
Campur semua bahan, lalu masukkan di wadah tahan panas. Kukus hingga matang. Angkat dan sajikan dalam porsi kecil.
MPASI 10 - 12 Bulan
Berikut contoh Makanan Sehat, jika ingin melihat menu dan jadwal lebih detail disini
Tim ikan Saus Tomat Karya Bunda Merry Rosaria
(Untuk 2 sajian)
Bahan tim ikan:
200 gr fillet ikan kakap/gurami, cincang
(Kulit dan tulangnya jangan dibuang untuk membuat kaldu ikan).
1 sdm tepung maizena/sagu/oatmeal.
2 siung bawang putih haluskan.
1 sdm bawang bombai cincang.
1/4 sdt pala bubuk.
2 butir telur, kocok lepas.
Cara membuat tim ikan:
1. Campur daging ikan cincang dengan tepung maizena, bombay, bawang putih, pala, dan kocokan telur aduk rata.
2. Bentuk adonan sesuka hati, kukus 15-20 menit.
Bahan saus tomat:
100 gr tomat, buang kulit dan biji, haluskan.
100ml kaldu di buat dari sisa kulit ikan dan tulang.
1/2 sdm tepung maizena larutkan dengan sedikit air.
1 sdm bombay cincang.
2 siung b.putih haluskan.
1/4 sdt orengano.
Saus tomat:
Panaskan minyaj lalu tumis bombay dan bwg putih hingga harum.
Masukan tomat , kaldu, larutan maizena,
Merica, gula pasir dan garam.
Masak hingga mendidih dan mengental.
Angkat.
Penyelesaian:
Atur ikan di piring siram dengan saus tomat. Hidangkan selagi hangat.
MPASI > 1 Tahun
Selamat mencoba...
Semoga bermanfaat...
@nurlienda
Referensi :
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Gizi Seimbang.
Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati..
Termasuk Menyajikan Makanan Sehat untuk anak dan keluarga tercinta.
Bagaimana panduan makanan sehat bayi 6 bulan - 24 bulan yang praktis dan BerGizi?
Ketika bayi berusia 6 bulan hingga 24 bulan kebutuhan zat gizi semakin meningkat dan tidak bisa hanya dipenuhi ASI saja. Pada usia ini ini anak berada pada periode pertumbuhan dan perkembangan cepat, mulai terpapar infeksi dan secara fisik mulai aktif, sehingga kebutuhan zat gizinya pun perlu memperhatikan aktivitas dan keadaan infeksi. Agar kebutuhan gizinya bisa tercapai, maka diperlukan tambahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berkualitas dengan tetap memberikan ASI hingga bayi berusia 2 tahun. Adapun tahapan pemberian MPASInya, bisa dilihat pada gambar berikut :
Pola pemberian makanan secara seimbang sejak usia dini akan mempengaruhi selera makan anak pada masa yang akan datang... Ketika MPASI merupakan momen terbaik untuk mengajarkan anak mengenai kebiasaan makan yang baik mulai dari cara makan (tidak perlu dipaksa, makan bersama, suasana yang menyenangkan), bahan makanan dan cara mengolah makanan (pengenalan makanan yang beranekaragam sangat penting), variasi makanan (padu padan makanan dan minuman, dengan pedoman gizi seimbang istilah kerennya 4 bintang, makanan pokok, lauk pauk, kacang-kacangan, sayur dan buah), tekstur yang pas sesuai usia dengan perpindahan konsistensi yang pas dan jumlah makanan yang meningkat bertahap tentunya, tiap anak memiliki batas porsi berbeda... Mari amati dan kenali :D
Bagaimana contoh menu MPASI berkualitas per kategori usia?
MPASI 6 Bulan - 9 Bulan
Untuk melihat detail jadwal dan menunya, disini
Tim Telur Tofu Karya Bunda Kartika Gunawan
Bahan :
- 1/2 bungkus tofu (aku pake sakake)
- 1 sdm ayam giling
- 1 butir telur ayam kampung
- 1/2 batang wortel parut
- 5 kuntum brokoli hijau cincang
- 2 buah bawang putih cincang halus
- keju parut secukupnya
Cara :
Campur semua bahan, lalu masukkan di wadah tahan panas. Kukus hingga matang. Angkat dan sajikan dalam porsi kecil.
MPASI 10 - 12 Bulan
Berikut contoh Makanan Sehat, jika ingin melihat menu dan jadwal lebih detail disini
Tim ikan Saus Tomat Karya Bunda Merry Rosaria
(Untuk 2 sajian)
Bahan tim ikan:
200 gr fillet ikan kakap/gurami, cincang
(Kulit dan tulangnya jangan dibuang untuk membuat kaldu ikan).
1 sdm tepung maizena/sagu/oatmeal.
2 siung bawang putih haluskan.
1 sdm bawang bombai cincang.
1/4 sdt pala bubuk.
2 butir telur, kocok lepas.
Cara membuat tim ikan:
1. Campur daging ikan cincang dengan tepung maizena, bombay, bawang putih, pala, dan kocokan telur aduk rata.
2. Bentuk adonan sesuka hati, kukus 15-20 menit.
Bahan saus tomat:
100 gr tomat, buang kulit dan biji, haluskan.
100ml kaldu di buat dari sisa kulit ikan dan tulang.
1/2 sdm tepung maizena larutkan dengan sedikit air.
1 sdm bombay cincang.
2 siung b.putih haluskan.
1/4 sdt orengano.
Saus tomat:
Panaskan minyaj lalu tumis bombay dan bwg putih hingga harum.
Masukan tomat , kaldu, larutan maizena,
Merica, gula pasir dan garam.
Masak hingga mendidih dan mengental.
Angkat.
Penyelesaian:
Atur ikan di piring siram dengan saus tomat. Hidangkan selagi hangat.
MPASI > 1 Tahun
Merupakan makanan keluarga yang disajikan dengan diiris kecil-kecil lauk maupun sayurnya agar memudahkan untuk dikunyah dan ditelannya. Sebaiknya tidak menggunakan gula, garam apalagi MSG si pelezat masakan karena akan merusakan rasa alami makanan yang kadang buat anak Gerakan Tutup Mulut (GTM) karena sudah kenal masakan lezat berperisa, sehingga jika berbeda, ia tolak dengan dilepeh maupun dibuang... mubadzir jadinya..
Jadi, menyediakan makanan sehat bayi 6 bulan - 24 bulan yang praktis dan bergizi itu mudah...Selamat mencoba...
Semoga bermanfaat...
@nurlienda
Referensi :
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Gizi Seimbang.
Makanan Sehat Bayi 6 Bulan - 24 Bulan yang Praktis dan BerGizi
Bismillah...
Ketika bayi berusia 6 bulan, ia membutuhkan asupan gizi selain ASI.
Kebutuhan Gizi bayi meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya menurut usia...
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat rinciannya sebagai berikut:
Kebutuhan Gizi Bayi menurut usia bayi dan pemenuhan gizi bayi dari ASI (%) :
0-6 bulan 100%
6-9 bulan 70-60%
9-12 bulan 55%
>12 bulan 30%.
Oleh karenanya, dibutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas yang menjadi poin ke-3 dalam Standar emas makan bayi.
Dalam menyiapkan MPASI Bayi 6 Bulan, Apa saja makanan yang bisa diberikan untuk makan selama sebulan?
Berikut list Bahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) 6 Bulan:
Buah: Alpukat, Melon, Pisang, Pepaya, Pear, Jeruk baby. Alpukat, Pisang, dan Pepaya mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi usia 6 bulan, rasanya pun lezat, sehingga tepat untuk MPASI pertama. Pisang ambon yang manis kaya akan kalium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, sedangkan pepaya kaya serat, dan avokad kaya asam lemak tak jenuh.
Menurut Leanne Cooper, pengarang buku What Do I Feed My Baby: A Step-by-Step Guide to Solids (DK Publishing, London, 2010), lemak pada alpukat menyerupai lemak dalam ASI. Lemak tak jenuh sangat baik untuk pertumbuhan otak bayi. Untuk bayi 6 bulan, saran penyajiannya dalam MPASI adalah hancurkan alpukat menggunakan sendok, campur dengan ASI.
Sayur: Kabocha, Kentang, Timun Jepang, Wortel.
Wortel diberikan pada usia 6 bulan karena mudah dicerna dan kaya akan vitamin A (betakaroten) yang bagus untuk mata serta sebagai antioksidan.
Serelia: Bubur beras merah, Beras putih, Beras merah, dan Tepung maizena. Selain bukan pencetus alergi, kelebihan lain dari bahan makanan sumber karbohidrat untuk MPASI ini adalah kaya akan asam amino yang bermanfaat untuk pembentukan jaringan tubuh. Jadi, bahan makanan ini menjadi pilihan untuk pembuatan MPASI.
Protein Nabati : Bubur Kacang Hijau. Sebagai MPASI perkenalan awal di usia 6 bulan adalah kacang hijau dengan cara dihaluskan. Kacang hijau mengandung sedikit serat sehingga mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi dan tidak menyebabkan perut kembung. kacang-kacangan juga tinggi protein dan serat. Kacang-kacangan memberikan rasa gurih dan manis pada MPASI.
Lalu, Bagaimana Jadwal Pemberian MPASI Bayi 6 Bulan?
Ketika berusia 6 bulan, jadwal MPASI secara ringkas adalah sebagai berikut:
- ASI sesuka bayi
- Bubur serelia (tepung beras) atau bubur kacang-kacangan (kacang hijau) --> 1 kali
- Sayur atau buah --> 1 kali.
Jam pemberian MPASI bisa diberikan pada pagi dan siang hari atau pagi dan sore hari. Yang penting jarak dari memberi ASI dan MPASI jangan berdekatan minimal 1 jam sebelumnya....
Perlukah membuat Jadwal MPASI 6 Bulan Homemade?
Pembuatan MPASI untuk sebulan memudahkan Bunda untuk berkreasi dan mengecek respon Bayi.
Berikut Jadwal MPASI 6 Bulan Homemade Kenzi
Jadwal diatas, bisa menjadi bahan inspirasi untuk membuat jadwal MPASI 6 Bulan Homemade Putra/Putri Bunda...
Bagaimana Bunda?
Apakah sudah dapat ide untuk membuat jadwal MPASI 6 Bulannya?
Semoga Bermanfaat....
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Ketika bayi berusia 6 bulan, ia membutuhkan asupan gizi selain ASI.
Kebutuhan Gizi bayi meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya menurut usia...
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat rinciannya sebagai berikut:
Kebutuhan Gizi Bayi menurut usia bayi dan pemenuhan gizi bayi dari ASI (%) :
0-6 bulan 100%
6-9 bulan 70-60%
9-12 bulan 55%
>12 bulan 30%.
Oleh karenanya, dibutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas yang menjadi poin ke-3 dalam Standar emas makan bayi.
Dalam menyiapkan MPASI Bayi 6 Bulan, Apa saja makanan yang bisa diberikan untuk makan selama sebulan?
Berikut list Bahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) 6 Bulan:
Buah: Alpukat, Melon, Pisang, Pepaya, Pear, Jeruk baby. Alpukat, Pisang, dan Pepaya mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi usia 6 bulan, rasanya pun lezat, sehingga tepat untuk MPASI pertama. Pisang ambon yang manis kaya akan kalium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, sedangkan pepaya kaya serat, dan avokad kaya asam lemak tak jenuh.
Menurut Leanne Cooper, pengarang buku What Do I Feed My Baby: A Step-by-Step Guide to Solids (DK Publishing, London, 2010), lemak pada alpukat menyerupai lemak dalam ASI. Lemak tak jenuh sangat baik untuk pertumbuhan otak bayi. Untuk bayi 6 bulan, saran penyajiannya dalam MPASI adalah hancurkan alpukat menggunakan sendok, campur dengan ASI.
Sayur: Kabocha, Kentang, Timun Jepang, Wortel.
Wortel diberikan pada usia 6 bulan karena mudah dicerna dan kaya akan vitamin A (betakaroten) yang bagus untuk mata serta sebagai antioksidan.
Serelia: Bubur beras merah, Beras putih, Beras merah, dan Tepung maizena. Selain bukan pencetus alergi, kelebihan lain dari bahan makanan sumber karbohidrat untuk MPASI ini adalah kaya akan asam amino yang bermanfaat untuk pembentukan jaringan tubuh. Jadi, bahan makanan ini menjadi pilihan untuk pembuatan MPASI.
Protein Nabati : Bubur Kacang Hijau. Sebagai MPASI perkenalan awal di usia 6 bulan adalah kacang hijau dengan cara dihaluskan. Kacang hijau mengandung sedikit serat sehingga mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi dan tidak menyebabkan perut kembung. kacang-kacangan juga tinggi protein dan serat. Kacang-kacangan memberikan rasa gurih dan manis pada MPASI.
Lalu, Bagaimana Jadwal Pemberian MPASI Bayi 6 Bulan?
Ketika berusia 6 bulan, jadwal MPASI secara ringkas adalah sebagai berikut:
- ASI sesuka bayi
- Bubur serelia (tepung beras) atau bubur kacang-kacangan (kacang hijau) --> 1 kali
- Sayur atau buah --> 1 kali.
Jam pemberian MPASI bisa diberikan pada pagi dan siang hari atau pagi dan sore hari. Yang penting jarak dari memberi ASI dan MPASI jangan berdekatan minimal 1 jam sebelumnya....
Perlukah membuat Jadwal MPASI 6 Bulan Homemade?
Pembuatan MPASI untuk sebulan memudahkan Bunda untuk berkreasi dan mengecek respon Bayi.
Berikut Jadwal MPASI 6 Bulan Homemade Kenzi
Jadwal diatas, bisa menjadi bahan inspirasi untuk membuat jadwal MPASI 6 Bulan Homemade Putra/Putri Bunda...
Bagaimana Bunda?
Apakah sudah dapat ide untuk membuat jadwal MPASI 6 Bulannya?
Semoga Bermanfaat....
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Jadwal MPASI 6 Bulan Homemade yang Praktis
Bismillah...
Pengetahuan orangtua sangat dibutuhkan untuk membimbing bayi serta menyediakan makanan yang sesuai dengan kematangan oral fisiologis anak. Istilahnya adalah perkembangan makan bayi menurut kemampuan fisiknya. Kemampuan makan bayi berhubungan dengan kemampuannya menelan, mengunyah dan mencerna. Mulai dari mengonsumsi ASI hingga berpindah ke makanan padat, itu adalah serangkaian proses yang berkembang secara perlahan, sehingga tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Apa saja hal yang harus diperhatikan dan lakukan agar rangkaian proses ini dapat dilewati dengan baik? Berikut penjelasannya...
# Usia 0 – 6 bulan
BAYI ANDA SUDAH BISA menyusu! Bayi Anda dibekali refleks rooting –ia akan mengikuti arah jari bila Anda meletakkan jari di pipinya– dan refleks membuka mulut, seakan-akan mencari puting susu ibunya. Semua ini mempermudah bayi untuk menyusui. Kedua refleks ini diikuti dengan kemampuan menelan yang dipicu dengan kemampuannya menghisap, dibantu dengan lidah yang memiliki kemampuan mendorong untuk mempermudah proses awal ini. Semakin lama refleks-refleks dasarnya semakin terintegrasi dan sedikit demi sedikit mulai mengembangkan pola menghisap dan menelan diselingi dengan bernapas dengan lebih baik. Semakin lama refleks menghisap mulai menghilang, digantikan dengan tindakan yang lebih bertujuan sifatnya.
HIDANGKAN: ASI saja!
# Usia 6 – 9 bulan
Bayi umur 5 bulan baru belajar menggerakkan sendi rahangnya dan makin kuat refleks hisapnya. Pada saat bayi berusia 6 bulan, BAYI ANDA SUDAH BISA dan siap menerima makanan padat, makanan pendamping ASI (MPASI). Pada usia ini bayi mulai tumbuh gigi, gerakan rahangnya tidak lagi menyatu dengan gerakan lidah dan mulut. Lidahnya bisa bergerak ke segala arah. Bayi umur 7 bulan bisa membersihkan sendok menggunakan bibirnya. Bayi saat ini bisa menggerakkan sendi rahang naik-turun juga gigi masih sedikit pun biasanya baru punya gigi seri yang bertugas memotong bukan menggilas makanan, sehingga proses mengunyah dan hasil partikel kunyahan masih kasar. Pada saat ada makanan disuapkan ke dalam mulutnya dengan sendok, mulutnya akan membuka hingga sendok memasuki mulutnya. Bibir bawah akan menarik kedalam membantu memindahkan makanan dan bibir atas membersihkan makanan di atas sendok. Mulai saat ini, variasikan asupan makanan supaya anak terbiasa mencoba berjenis-jenis makanan sejak awal. Makanan padat pertama yang dapat dicobakan adalah bubur susu. Setelah sebulan atau lebih dan bayi tidak ada masalah dengan asupan pertamanya, cobakan bubur atau tim saring. Mulai umur 8 bulan bayi telah mampu menggerakkan lidah ke samping dan mendorong makanan ke gigi-geliginya, makin stabil menjaga keseimbangan dan memegang sehingga dia sudah bisa menggenggam makanan finger food.
Bayi sudah bisa menggenggam kue atau finger food yang bertekstur halus dan berusaha menggigitnya, semakin dapat mengunyah makanan dengan rahangnya walau giginya belum tumbuh sempurna. Perlu bersabar ketika menyuapinya karena ia suka memindahkan makanan di dalam mulutnya dengan bantuan lidah. Ia juga baru belajar mengoordinasikan keterampilan antara menghirup air, menelan dan bernapas sehingga membutuhkan training cup atau sippy cup untuk membantunya belajar minum dengan lebih baik. Pada usia ini, bayi pun sudah bisa duduk tegak di kursi makannya (high chair).
HIDANGKAN: Sereal bayi kaya zat besi, pure, sayur dan buah saring, serta bubur saring.
Bagaimana dengan Bunda?
Bersambung...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @nurlienda
Pengetahuan orangtua sangat dibutuhkan untuk membimbing bayi serta menyediakan makanan yang sesuai dengan kematangan oral fisiologis anak. Istilahnya adalah perkembangan makan bayi menurut kemampuan fisiknya. Kemampuan makan bayi berhubungan dengan kemampuannya menelan, mengunyah dan mencerna. Mulai dari mengonsumsi ASI hingga berpindah ke makanan padat, itu adalah serangkaian proses yang berkembang secara perlahan, sehingga tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Apa saja hal yang harus diperhatikan dan lakukan agar rangkaian proses ini dapat dilewati dengan baik? Berikut penjelasannya...
# Usia 0 – 6 bulan
BAYI ANDA SUDAH BISA menyusu! Bayi Anda dibekali refleks rooting –ia akan mengikuti arah jari bila Anda meletakkan jari di pipinya– dan refleks membuka mulut, seakan-akan mencari puting susu ibunya. Semua ini mempermudah bayi untuk menyusui. Kedua refleks ini diikuti dengan kemampuan menelan yang dipicu dengan kemampuannya menghisap, dibantu dengan lidah yang memiliki kemampuan mendorong untuk mempermudah proses awal ini. Semakin lama refleks-refleks dasarnya semakin terintegrasi dan sedikit demi sedikit mulai mengembangkan pola menghisap dan menelan diselingi dengan bernapas dengan lebih baik. Semakin lama refleks menghisap mulai menghilang, digantikan dengan tindakan yang lebih bertujuan sifatnya.
HIDANGKAN: ASI saja!
# Usia 6 – 9 bulan
Bayi umur 5 bulan baru belajar menggerakkan sendi rahangnya dan makin kuat refleks hisapnya. Pada saat bayi berusia 6 bulan, BAYI ANDA SUDAH BISA dan siap menerima makanan padat, makanan pendamping ASI (MPASI). Pada usia ini bayi mulai tumbuh gigi, gerakan rahangnya tidak lagi menyatu dengan gerakan lidah dan mulut. Lidahnya bisa bergerak ke segala arah. Bayi umur 7 bulan bisa membersihkan sendok menggunakan bibirnya. Bayi saat ini bisa menggerakkan sendi rahang naik-turun juga gigi masih sedikit pun biasanya baru punya gigi seri yang bertugas memotong bukan menggilas makanan, sehingga proses mengunyah dan hasil partikel kunyahan masih kasar. Pada saat ada makanan disuapkan ke dalam mulutnya dengan sendok, mulutnya akan membuka hingga sendok memasuki mulutnya. Bibir bawah akan menarik kedalam membantu memindahkan makanan dan bibir atas membersihkan makanan di atas sendok. Mulai saat ini, variasikan asupan makanan supaya anak terbiasa mencoba berjenis-jenis makanan sejak awal. Makanan padat pertama yang dapat dicobakan adalah bubur susu. Setelah sebulan atau lebih dan bayi tidak ada masalah dengan asupan pertamanya, cobakan bubur atau tim saring. Mulai umur 8 bulan bayi telah mampu menggerakkan lidah ke samping dan mendorong makanan ke gigi-geliginya, makin stabil menjaga keseimbangan dan memegang sehingga dia sudah bisa menggenggam makanan finger food.
Bayi sudah bisa menggenggam kue atau finger food yang bertekstur halus dan berusaha menggigitnya, semakin dapat mengunyah makanan dengan rahangnya walau giginya belum tumbuh sempurna. Perlu bersabar ketika menyuapinya karena ia suka memindahkan makanan di dalam mulutnya dengan bantuan lidah. Ia juga baru belajar mengoordinasikan keterampilan antara menghirup air, menelan dan bernapas sehingga membutuhkan training cup atau sippy cup untuk membantunya belajar minum dengan lebih baik. Pada usia ini, bayi pun sudah bisa duduk tegak di kursi makannya (high chair).
HIDANGKAN: Sereal bayi kaya zat besi, pure, sayur dan buah saring, serta bubur saring.
Bagaimana dengan Bunda?
Bersambung...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @nurlienda
Perkembangan Makan Bayi menurut Kemampuan Fisiknya
Bismillah...
Mengingat kembali menu MPASI Perdana...
Apa yang akan Bunda berikan saat MPASI perdana?
Saya memberikan Bubur susu beras merah, Bun...
Bubur beras merah homemade tepatnya.
Cara membuat tepung beras merah:
1. Beras merah (baiknya yang organic) cuci bersih, tapi jangan kelamaan nyucinya supaya kandungan zat gizi yang adad di dalamnya tidak hilang.
2. Haluskan beras merah hingga menyerupai tepung, saya menggunakan blender bersih untuk proses ini.
3. Kemudian beras merah yang sudah halus diayak, setelah itu dihaluskan lagi jika dirasa perlu
4. Sangrai tepung beras merah agar tahan lama.
Bubur Susu Beras Merah
Bubur susu ini adalah makanan padat pertama yang saya berikan kepada bayi 6 bulan. Waktu pertama kali belajar makan, porsi tepung beras merah yang saya gunakan adalah sebanyak 1 sendok teh. Setelah bayi terbiasa makan, porsinya diperbanyak… Sekarang porsinya hampir 2 sendok teh.
Cara membuat bubur susu beras merah:
1. Ambil tepung beras merah sekitar 1 sendok teh. Larutkan bersama 120 ml air putih matang.
2. Panaskan larutan tersebut di atas api sedang sambil diaduk hingga mengental.
3. Angkat bubur beras merah, tunggu hingga suhunya agak hangat (jangan sampai dingin ya..). Bubur susu pun siap diberikan ke bayi.
4. Sebelum diberikan, tambahkan ASI ke dalam bubur beras merah tergantung kebutuhan bayi. Kalau saya, sekarang ini sudah tidak dicampur ASI lagi, soalnya nih bubur beras merah kalo dicampur sama ASI sedikit saja sekitar 5-10 cc.
Bubur beras merah ini disenangi bayi, teksturnya yang pas juga kandungan gizinya yang cukup untuk awal MPASI bayi 6 bulan.
Bagaimana dengan Bunda?
Menu MPASI perdana apa yang diberikan Bunda saat itu?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @nurlienda
Mengingat kembali menu MPASI Perdana...
Apa yang akan Bunda berikan saat MPASI perdana?
Saya memberikan Bubur susu beras merah, Bun...
Bubur beras merah homemade tepatnya.
Cara membuat tepung beras merah:
1. Beras merah (baiknya yang organic) cuci bersih, tapi jangan kelamaan nyucinya supaya kandungan zat gizi yang adad di dalamnya tidak hilang.
2. Haluskan beras merah hingga menyerupai tepung, saya menggunakan blender bersih untuk proses ini.
3. Kemudian beras merah yang sudah halus diayak, setelah itu dihaluskan lagi jika dirasa perlu
4. Sangrai tepung beras merah agar tahan lama.
Bubur Susu Beras Merah
Bubur susu ini adalah makanan padat pertama yang saya berikan kepada bayi 6 bulan. Waktu pertama kali belajar makan, porsi tepung beras merah yang saya gunakan adalah sebanyak 1 sendok teh. Setelah bayi terbiasa makan, porsinya diperbanyak… Sekarang porsinya hampir 2 sendok teh.
Cara membuat bubur susu beras merah:
1. Ambil tepung beras merah sekitar 1 sendok teh. Larutkan bersama 120 ml air putih matang.
2. Panaskan larutan tersebut di atas api sedang sambil diaduk hingga mengental.
3. Angkat bubur beras merah, tunggu hingga suhunya agak hangat (jangan sampai dingin ya..). Bubur susu pun siap diberikan ke bayi.
4. Sebelum diberikan, tambahkan ASI ke dalam bubur beras merah tergantung kebutuhan bayi. Kalau saya, sekarang ini sudah tidak dicampur ASI lagi, soalnya nih bubur beras merah kalo dicampur sama ASI sedikit saja sekitar 5-10 cc.
Bubur beras merah ini disenangi bayi, teksturnya yang pas juga kandungan gizinya yang cukup untuk awal MPASI bayi 6 bulan.
Bagaimana dengan Bunda?
Menu MPASI perdana apa yang diberikan Bunda saat itu?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @nurlienda
Bubur beras merah untuk bayi 6 bulan, MPASI Homemade yang praktis dan bergizi
Bismillah...
Bayi memasuki usia 6 bulan, tapi bingung untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI)nya?
Coba sediakan kacang hijau... Kacang hijau rendah alergi, jadi aman untuk bayi 6 bulan.
Kenapa kacang hijau?
Kacang Hijau merupakan famili dari leguminoseae yaitu polong-polongan. Kandungan protein yang ada dalam kacang hijau cukup tinggi. Kacang hijau juga salah satu sumber mineral yang penting, selain itu banyak zat gizi yang dikandungnya seperti:
1. Protein Tinggi
Protein yang terkandung dalam kacang hijau sebanyak 24%. Dalam menu sehari-hari, kacang-kacangan sebagai alternatif mendapatkan protein nabati yang terbaik. Kacang hijau juga berfungsi dalam pertumbuhan sel tubuh, salah satunya sel rambut, yang sangat memerlukan asupan gizi terutama protein.
2. Lemak
Kadar lemak yang dimiliki kacang hijau tersebut sangat rendah. Kandungan lemak dari kacang hijau terdiri dari 23% asam lemak jenuh dan sisanya 73% nya asam lemak tak jenuh. Hal itu menyebabkan makanan yang berbahan dasar kacang hijau tidak mudah basi. Kandungan lemak tak jenuh sangat penting bagi kesehatan jantung. Selain itu, lemak juga dibutuhkan untuk perkembangan sel syaraf otak bayi.
3. Kalsium dan Fosfor
Kandungan kalsium dan fosfor di dalam kacang hijau sangat bermanfaat untuk tulang. Apalagi usia 6 bulan adalah masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak.
4. Serat
Kandungan serat yang terdapat pada kacang hijau dapat membantu melancarkan juga menjaga kesehatan pada saluran pencernaan bayi.
5. Karbohidrat Kompleks.
Ketika mengkonsumsi olahan kacang hijau, biasanya akan terasa kenyang yang lebih lama. Itu dikarenakan karbohidrat kompleks lebih lama dicerna oleh tubuh, sehingga energi yang kita hasilkan lebih stabil.
6. Vitamin B1
Vitamin B1 yang terkandung dalam kacang hijau sangat bermanfaat bagi pertumbuhan, meningkatkan nafsu untuk makan, sumber energi bagi tubuh juga memaksimalkan sistem kerja syaraf. Selain itu vitamin B1 merupakan vitamin penting untuk metabolisme makanan pada bayi agar sempurna.
7. Vitamin B2
Penyerapan protein dalam tubuh dapat dibantu dengan vitamin B2 ini. Sehingga tubuh lebih gampang dalam menyerap protein.
Bagaimana mengolah kacang hijau sebagai MPASI ?
Buatlah tepung kacang hijau terlebih dahulu, Hal ini agar tepung kacang hijau bisa digunakan lebih lama dan lebih praktis. Atau gunakan kacang hijau kupas.
Bagaimana cara membuat tepung kacang hijau?
1 cup kacang hijau dijemur. Kemudian haluskan kacang hijau yang sudah di jemur dengan grinder lalu sangrai. Simpan di wadah kedap udara. Tepung kacang hijau bertahan hingga 3 minggu. Untuk memastikan kualitasnya, cium aroma tepungnya, jika dicium saja aromanya sudah tidak enak, jangan dipakai lagi..
Resep Puree Kacang Hijau Kupas
Bahan:
Kacang hijau kupas 25 gram
ASI Perahan 10-25 cc
Cara Membuat :
1. Kacang hijau kupas direbus sampai empuk.
2. Kemudian saring kacang hijau matang dari air rebusan.
3. Kacang hijau rebus yang masih basah itu diblender sampai halus
4. Hasil blender kacang hijau yang bertekstur boleh disaring lagi supaya lebih halus
5. Kalau kurang encer bisa ditambahkan ASI sekitar 10-25 cc.
Untuk 2 porsi pemberian
Bagaimana dengan Bunda?
Pilih kacang hijau kupas atau tepung kacang hijau?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @nurlienda
Bayi memasuki usia 6 bulan, tapi bingung untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI)nya?
Coba sediakan kacang hijau... Kacang hijau rendah alergi, jadi aman untuk bayi 6 bulan.
Kenapa kacang hijau?
Kacang Hijau merupakan famili dari leguminoseae yaitu polong-polongan. Kandungan protein yang ada dalam kacang hijau cukup tinggi. Kacang hijau juga salah satu sumber mineral yang penting, selain itu banyak zat gizi yang dikandungnya seperti:
1. Protein Tinggi
Protein yang terkandung dalam kacang hijau sebanyak 24%. Dalam menu sehari-hari, kacang-kacangan sebagai alternatif mendapatkan protein nabati yang terbaik. Kacang hijau juga berfungsi dalam pertumbuhan sel tubuh, salah satunya sel rambut, yang sangat memerlukan asupan gizi terutama protein.
2. Lemak
Kadar lemak yang dimiliki kacang hijau tersebut sangat rendah. Kandungan lemak dari kacang hijau terdiri dari 23% asam lemak jenuh dan sisanya 73% nya asam lemak tak jenuh. Hal itu menyebabkan makanan yang berbahan dasar kacang hijau tidak mudah basi. Kandungan lemak tak jenuh sangat penting bagi kesehatan jantung. Selain itu, lemak juga dibutuhkan untuk perkembangan sel syaraf otak bayi.
3. Kalsium dan Fosfor
Kandungan kalsium dan fosfor di dalam kacang hijau sangat bermanfaat untuk tulang. Apalagi usia 6 bulan adalah masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak.
4. Serat
Kandungan serat yang terdapat pada kacang hijau dapat membantu melancarkan juga menjaga kesehatan pada saluran pencernaan bayi.
5. Karbohidrat Kompleks.
Ketika mengkonsumsi olahan kacang hijau, biasanya akan terasa kenyang yang lebih lama. Itu dikarenakan karbohidrat kompleks lebih lama dicerna oleh tubuh, sehingga energi yang kita hasilkan lebih stabil.
6. Vitamin B1
Vitamin B1 yang terkandung dalam kacang hijau sangat bermanfaat bagi pertumbuhan, meningkatkan nafsu untuk makan, sumber energi bagi tubuh juga memaksimalkan sistem kerja syaraf. Selain itu vitamin B1 merupakan vitamin penting untuk metabolisme makanan pada bayi agar sempurna.
7. Vitamin B2
Penyerapan protein dalam tubuh dapat dibantu dengan vitamin B2 ini. Sehingga tubuh lebih gampang dalam menyerap protein.
Bagaimana mengolah kacang hijau sebagai MPASI ?
Buatlah tepung kacang hijau terlebih dahulu, Hal ini agar tepung kacang hijau bisa digunakan lebih lama dan lebih praktis. Atau gunakan kacang hijau kupas.
Bagaimana cara membuat tepung kacang hijau?
1 cup kacang hijau dijemur. Kemudian haluskan kacang hijau yang sudah di jemur dengan grinder lalu sangrai. Simpan di wadah kedap udara. Tepung kacang hijau bertahan hingga 3 minggu. Untuk memastikan kualitasnya, cium aroma tepungnya, jika dicium saja aromanya sudah tidak enak, jangan dipakai lagi..
Resep Puree Kacang Hijau Kupas
Bahan:
Kacang hijau kupas 25 gram
ASI Perahan 10-25 cc
Cara Membuat :
1. Kacang hijau kupas direbus sampai empuk.
2. Kemudian saring kacang hijau matang dari air rebusan.
3. Kacang hijau rebus yang masih basah itu diblender sampai halus
4. Hasil blender kacang hijau yang bertekstur boleh disaring lagi supaya lebih halus
5. Kalau kurang encer bisa ditambahkan ASI sekitar 10-25 cc.
Untuk 2 porsi pemberian
Bagaimana dengan Bunda?
Pilih kacang hijau kupas atau tepung kacang hijau?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @nurlienda
MPASI Bayi 6 Bulan berbahan dasar Kacang Hijau, Praktis dan Bergizi
Bismillah...
Setelah membahas 5 poin mengenai panduan Makanan Pendamping ASI berdasarkan WHO, Pedoman MPASI yang praktis dan berkualitas untuk bayi 6 bulan bagian akhir ini merupakan penutup dan penting diperhatikan, yakni Higienitas MPASI.
Higienitas pada masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) bayi sangatlah penting. Pemberian MPASI sangat rentan terkena diare sehingga ibu harus memastikan kebersihan makanan, air yang digunakan, alat makan, proses memasak dan tangan (pemberi makan maupun bayi). Cuci tangan ibu dan bayi dengan air serta sabun saat mau memasak, mau makan dan setelah dari toilet (sabun biasa saja, tidak perlu sabun anti bakteri).
Disarankan menggunakan peralatan makan yang mudah dibersihkan seperti cangkir, mangkok dan sendok, bukan botol-sendok, dot atau pipet. Makanan bayi bisa disimpan di kulkas dalam rentang yang tidak terlalu lama (misalnya untuk ibu bekerja menyiapkan makanan untuk 1 hari, jangan 3 hari apalagi 1 minggu). Namun, ketika akan diberikan kembali, cek dulu kualitas MPASInya, apakah masih layak atau tidak oleh si Pemberi makan bayi... Jangan sampai makanan sudah basi, namun lupu dari pantauan kita...
Masaklah dengan benar yakni hingga makanan matang. Bubur bayi yang tidak disimpan di kulkas sebaiknya segera digunakan dalam waktu 2 jam. Pastikan makanan mentah yang dimakan bayi bersih dan aman. Pisahkan makanan mentah dan matang. Hal ini guna mencegah terjadinya kontaminasi silang dari makanan mentah kepada makanan matang...
Bagaimana dengan Bunda?
Sudah menjaga higienitas produk makanan untuk anak?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Setelah membahas 5 poin mengenai panduan Makanan Pendamping ASI berdasarkan WHO, Pedoman MPASI yang praktis dan berkualitas untuk bayi 6 bulan bagian akhir ini merupakan penutup dan penting diperhatikan, yakni Higienitas MPASI.
Higienitas pada masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) bayi sangatlah penting. Pemberian MPASI sangat rentan terkena diare sehingga ibu harus memastikan kebersihan makanan, air yang digunakan, alat makan, proses memasak dan tangan (pemberi makan maupun bayi). Cuci tangan ibu dan bayi dengan air serta sabun saat mau memasak, mau makan dan setelah dari toilet (sabun biasa saja, tidak perlu sabun anti bakteri).
Disarankan menggunakan peralatan makan yang mudah dibersihkan seperti cangkir, mangkok dan sendok, bukan botol-sendok, dot atau pipet. Makanan bayi bisa disimpan di kulkas dalam rentang yang tidak terlalu lama (misalnya untuk ibu bekerja menyiapkan makanan untuk 1 hari, jangan 3 hari apalagi 1 minggu). Namun, ketika akan diberikan kembali, cek dulu kualitas MPASInya, apakah masih layak atau tidak oleh si Pemberi makan bayi... Jangan sampai makanan sudah basi, namun lupu dari pantauan kita...
Masaklah dengan benar yakni hingga makanan matang. Bubur bayi yang tidak disimpan di kulkas sebaiknya segera digunakan dalam waktu 2 jam. Pastikan makanan mentah yang dimakan bayi bersih dan aman. Pisahkan makanan mentah dan matang. Hal ini guna mencegah terjadinya kontaminasi silang dari makanan mentah kepada makanan matang...
Bagaimana dengan Bunda?
Sudah menjaga higienitas produk makanan untuk anak?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
MPASI berdasarkan WHO, Pedoman MPASI yang praktis dan berkualitas untuk bayi 6 bulan bagian akhir
Bismillah...
Panduan MPASI menurut WHO poin ke-4, Varietas (Keanekaragaman) Bahan Makanan Pendamping ASI:
Pada masa awal pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), varietas bahan makanan yang diberikan 1 jenis makanan terlebih dahulu, kemudian tambahkan 1 jenis makanan lain setiap minggu berdasarkan American Association of Pediatric (AAP) Penelitian lain menyarankan tiap 2 – 4 hari tambah setiap bahan baru). Dalam pengenalan bahan baru disarankan memulai dengan takaran sekitar 1 – 2 sendok teh. Lebih disarankan lagi diberikan sebagai “rasa tunggal”, namun ada beberapa bayi yang menyukai saat dicampur.
Panduan MPASI menurut WHO poin ke-4, Varietas (Keanekaragaman) Bahan Makanan Pendamping ASI:
Pada masa awal pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), varietas bahan makanan yang diberikan 1 jenis makanan terlebih dahulu, kemudian tambahkan 1 jenis makanan lain setiap minggu berdasarkan American Association of Pediatric (AAP) Penelitian lain menyarankan tiap 2 – 4 hari tambah setiap bahan baru). Dalam pengenalan bahan baru disarankan memulai dengan takaran sekitar 1 – 2 sendok teh. Lebih disarankan lagi diberikan sebagai “rasa tunggal”, namun ada beberapa bayi yang menyukai saat dicampur.
Saat bayi berumur 6 bulan, pencernaan bayi sudah siap mengolah bahan makanan lain selain ASI. Sistem pencernaan bayi termasuk pankreasnya telah berkembang dengan baik sehingga bayi telah mampu mengolah, mencerna serta menyerap berbagai jenis/varietas bahan makanan seperti protein, lemak dan karbohidrat. Jadi.... bayi sudah boleh makan berbagai jenis bahan makanan, bukan hanya buah saja.
Selain itu, bayi 6 bulan ginjalnya telah berkembang dengan baik sehingga mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein seperti daging. Jadi, bukan menjadi alasan menunda pemberian daging merah, ikan dan telur. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan gizi saat tumbuh kembang yang pesat, sebaiknya bantu dengan pemberian menu protein hewani plus nabati.
Makanan pertama yang diprioritaskan kami adalah memilih sumber karbohidrat (bubur serealia seperti bubur beras, bubur jagung, kentang tumbuk, pisang kerok, sukun) dan segerakan memberikan bahan pangan sumber zat besi hewani.
Contoh Menu MPASI Campuran
Beras, Salmon dan Tempe
Bagaimana pengalaman Bunda membuat MPASI Homemadenya ?
....................................................................................................................................................
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
MPASI berdasarkan WHO, Pedoman MPASI yang praktis dan berkualitas untuk bayi 6 bulan bagian 3
Bismillah...
Panduan MPASI poin ke-3 adalah tekstur makanan MPASI. Menurut Panduan WHO :
a. Saat berumur 6 bulan tekstur makanan MPASI yang diberikan adalah makanan lumat/halus, yakni semua bahan disaring terlebih dahulu sebelum disajikan (contohnya bubur saring, pure atau makanan yang ditumbuk/dihaluskan lalu disaring). Pastikan tekstur makanan MPASI tidak terlalu cair atau encer, jadi gunakan sedikit saja air. Sehingga tekstur bubur cair, tapi ketika sendok dimiringkan bubur tidak langsung tumpah.
Bersambung ....
@nurlienda
Panduan MPASI poin ke-3 adalah tekstur makanan MPASI. Menurut Panduan WHO :
a. Saat berumur 6 bulan tekstur makanan MPASI yang diberikan adalah makanan lumat/halus, yakni semua bahan disaring terlebih dahulu sebelum disajikan (contohnya bubur saring, pure atau makanan yang ditumbuk/dihaluskan lalu disaring). Pastikan tekstur makanan MPASI tidak terlalu cair atau encer, jadi gunakan sedikit saja air. Sehingga tekstur bubur cair, tapi ketika sendok dimiringkan bubur tidak langsung tumpah.
b. Pada umur 8 bulan bayi sudah bisa dikenalkan dengan makanan finger food. Makanan yang dapat dipegang oleh tangan bayi. Tekstur MPASInya masih perlu dihaluskan, tapi lebih bertekstur daripada sebelumnya agar mudah dikonsumsi bayi. Perubahan tekstur MPASI dilakukan secara bertahap.
c. Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari tekstur makanan MPASI meningkat menjadi makanan lembek (nasi tim, bubur tanpa disaring, makanan dicincang halus atau irisan makanan-lunak).
d. Pada umur 12 bulan tekstur makanan MPASI bayi sudah bisa memakan makanan keluarga: makanan yang dicincang kasar, diiris atau dipegang tangan.
Tekstur makanan MPASI disesuaikan dengan perkembangan sistem persarafan dan oro-motorik bayi. Kita hanya bisa memberikan makanan dalam jumlah sedikit namun frekuensi sering, dan sebaiknya yang mudah dicerna. Proses pencernaan makanan ada dua tahap, yaitu pencernaan mekanik oleh kegiatan oro-motorik gigi-geligi dan pencernaan kimiawi oleh reaksi enzimatik enzim pemecah makanan. Reaksi enzimatik akan sempurna jika luas permukaan sentuh antar-partikel makin efisien, sehingga ukuran partikel bahan makanan yang tertelan sebaiknya sudah kecil. Tahapan tekstur makanan dalam MPASI ini merupakan sarana belajar makan untuk bayi.
@nurlienda
MPASI berdasarkan WHO, Pedoman MPASI yang praktis dan berkualitas untuk bayi 6 bulan bagian 2
Bismillah...
Para Ibu banyak yang bingung ketika memilih makanan apa yang akan diberikan saat MPASI nanti.. Apalagi menjelang pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya. Wajar jika ibu mulai melakukan pencarian informasi mengenai MPASI, sebab makanan yang baik merupakan salah satu investasi bagi putra dan puteri kita. Asupan berkualitas istilah kerennya...
Para Ibu banyak yang bingung ketika memilih makanan apa yang akan diberikan saat MPASI nanti.. Apalagi menjelang pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya. Wajar jika ibu mulai melakukan pencarian informasi mengenai MPASI, sebab makanan yang baik merupakan salah satu investasi bagi putra dan puteri kita. Asupan berkualitas istilah kerennya...
Pemberian makan pada anak sebaiknya menyesuaikan dengan tahapan perkembangan tubuhnya. Kebutuhan zat gizi tubuh anak sangat banyak karena berada dalam periode emas perkembangan otak dan tubuh seutuhnya. Jangan sampai bayi mengalami kekurangan asupan zat gizi karena efeknya sangat fata, bahkan memiliki dampak hingga kelak di usia dewasanya loh...
Panduan pemberian MPASI menurut WHO ini mudah sekali, bayi boleh makan apa saja dari menu meja makan keluarga dan harus memperhatikan 6 hal yaitu :
#1. Frekuensi MPASI
Frekuensi MPASI diberikan sedikit demi sedikit, sering dan secara bertahap dengan uraian :
a. Awal MPASI menurut WHO diberikan setelah bayi genap berumur 6 bulan (5 bulan 30 hari). Frekuensi MPASI makanan utama/makan besar diberikan bertahap 2 – 3 kali sehari.
b. Pada usia 6 – 8 bulan 29 hari, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 kali. Berikan snack seperti biskuit atau buah 1 – 2 kali sehari.
c. Saat usia 9 – 11 bulan 29 hari, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 – 4 kali sehari. Berikan snack 1 – 2 kali sehari.
d. Ketika anak berusia 12 – 24 bulan, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 – 4 kali sehari dan juga 1 – 2 kali snack tambahan.
Waktu pemberian MPASI sebaiknya disesuaikan dengan waktu makan keluarga supaya bayi lebih semangat belajar makan. Akan tetapi jangan terlalu dekat dengan waktu jam tidur bayi ya...
#2. Jumlah takaran MPASI
Frekuensi makan MPASI dan jumlah takaran MPASI yang diberikan dalam panduan MPASI WHO, menyesuaikan dengan kapasitas lambung bayi dan rata-rata kandungan kalori.
Menurut penelitian, kapasitas lambung bayi itu sekitar 30 gram makanan/kg BB-nya. Ternyata kapasitas ukuran lambung bayi itu kecil, Bunda. Bayi yang baru lahir ukuran lambungnya hanya sebesar kelereng, umur 3 hari bertambah sebesar bola bekel dan umur 1 minggu bertambah menjadi sebesar bola pingpong. Nah, ukuran ini berangsur-angsur akan membesar menjadi seukuran bola tenis pada bayi umur 6 – 12 bulan (Bahkan ada sumber yang menyebutkan besarnya lambung bayi seukuran kepalan tanggannya).
Jumlah takaran awal MPASI disesuaikan umur dan kapasitas lambungnya yakni:
a. Pada umur 6 bulan sekitar 2 – 3 sendok makan per pemberian.
b. Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) per pemberian. Sehingga saat bayi berumur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan dan bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 mL) saat makan.
c. Saat berusia 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL)
d. Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ¾ – 1 cangkir/mangkok (175 – 250 mL).
Jenis menu dan metode MPASI yang kita pilih haruslah tepat dalam pemberian MPASI berkualitas. Jangan bosan untuk berkreasi, karena takaran yang sedikit tapi sering ini merupakan tantangan bagi bayi maupun Bunda dalam pemberian MPASI.
MPASI berdasarkan WHO, Pedoman MPASI yang praktis dan berkualitas untuk bayi 6 bulan
Bismillah...
Bayi yang memasuki usia 6 Bulan lebih perlu mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan gizi per harinya. Pada kesempatan ini, akan dipaparkan mengenai MPASI Buah homemade.
Adakah buah yang sebaiknya ditunda pemberiannya dalam MPASI bayi 6 bulan?
Buah yang memiliki rasa ekstrem atau berasa asam seperti jeruk lemon, stroberi, blueberry, cranberry, atau anggur, sebaiknya ditunda pemberiannya, bisa diberikan ketika bayi berusia 11 bulan ke atas, pemberiannya pun sedikit demi sedikit terlebih dahulu.
Contoh MPASI Buah:
Puree pepaya
Bahan:
150 gr pepaya (kupas kulitnya, cuci, potong-potong)
75 cc asi perah.
Cara membuat:
1. Siapkan blender.
2. Masukkan potongan pepaya yang telah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih.
3. Tambahkan asi perah, Blender sampai halus sekitar 3 menit. Matikan blender.
4. Tuang ke dalam gelas atau tempat makan.
Jumlah Porsi: Untuk 2 kali makan.
Informasi Nilai Gizi
Energi : 84,6 kkal
Protein : 3,5 gram
Lemak : 0,3 gram
Karbohidrat : 18,4 gram
Serat : 2,7 gram
Puree alpukat
Bahan:
50 gr alpukat (ambil dagingnya, cuci, potong-potong)
25 cc asi perah.
Cara membuat:
1. Siapkan blender, Masukkan daging alpukat yang telah dipotong-potong dan dicuci.
2. Tambahkan asi perah.
3. Blender sampai halus, kira-kira 3-4 menit.
4. Sajikan dalam gelas atau tempat makan.
Jumlah Porsi : Untuk 1 kali makan.
Informasi Nilai Gizi Puree Alpukat
Energi : 117,4 kkal
Protein : 1,8 gram
Lemak : 11,8 gram
Karbohidrat : 1,4 gram
Serat : 1,6 gram
Bagaimana dengan pengalaman Bunda dalam memberikan MPASI Buah?
Mari berbagi disini...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Bayi yang memasuki usia 6 Bulan lebih perlu mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan gizi per harinya. Pada kesempatan ini, akan dipaparkan mengenai MPASI Buah homemade.
Adakah buah yang sebaiknya ditunda pemberiannya dalam MPASI bayi 6 bulan?
Buah yang memiliki rasa ekstrem atau berasa asam seperti jeruk lemon, stroberi, blueberry, cranberry, atau anggur, sebaiknya ditunda pemberiannya, bisa diberikan ketika bayi berusia 11 bulan ke atas, pemberiannya pun sedikit demi sedikit terlebih dahulu.
Contoh MPASI Buah:
Puree pepaya
Bahan:
150 gr pepaya (kupas kulitnya, cuci, potong-potong)
75 cc asi perah.
Cara membuat:
1. Siapkan blender.
2. Masukkan potongan pepaya yang telah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih.
3. Tambahkan asi perah, Blender sampai halus sekitar 3 menit. Matikan blender.
4. Tuang ke dalam gelas atau tempat makan.
Jumlah Porsi: Untuk 2 kali makan.
Informasi Nilai Gizi
Energi : 84,6 kkal
Protein : 3,5 gram
Lemak : 0,3 gram
Karbohidrat : 18,4 gram
Serat : 2,7 gram
Puree alpukat
Bahan:
50 gr alpukat (ambil dagingnya, cuci, potong-potong)
25 cc asi perah.
Cara membuat:
1. Siapkan blender, Masukkan daging alpukat yang telah dipotong-potong dan dicuci.
2. Tambahkan asi perah.
3. Blender sampai halus, kira-kira 3-4 menit.
4. Sajikan dalam gelas atau tempat makan.
Jumlah Porsi : Untuk 1 kali makan.
Informasi Nilai Gizi Puree Alpukat
Energi : 117,4 kkal
Protein : 1,8 gram
Lemak : 11,8 gram
Karbohidrat : 1,4 gram
Serat : 1,6 gram
Bagaimana dengan pengalaman Bunda dalam memberikan MPASI Buah?
Mari berbagi disini...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
MPASI Buah Buatan Sendiri yang Praktis dan Bergizi
Bismillah...
Menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi 6 bulan ternyata memiliki panduannya tersendiri. Hal ini guna memudahkan Bunda untuk memahami "rules" yang disesuaikan dengan masa pertumbuhan bayi yakni:
1. Tidak Menambahkan Gula dan Garam untuk anak di bawah usia 1 tahun.
2. Tidak menambahkan Madu untuk anak di bawah usia 1 tahun.
Madu diperas langsung tanpa ada penanganan khusus, memungkinkan bakteri patogen yang bisa menyebabkan botulism atau racun alami yang bersumber dari bakteri Clostridium Botulinum. Sistem pencernaan bayi yang berusia di bawah 1 tahun belum berkembang sempurna, sehingga rentan mengalami botulism. Karena itu, madu sebaiknya diberikan pada anak setelah mencapai usia 1 – 2 tahun.
3. Pemberian makan harus dalam posisi duduk tegak.
Tidak digendong, sambil bermain atau jalan-jalan ke sekitar kompleks apalagi sambil naik odong-odong… Karena udara bebas, debu beterbangan dan memungkinkan hinggap dalam makanan bayi dan anak kita, sehingga meningkatkan resiko terjadinya diare.
4. Tidak boleh memaksa anak untuk makan.
Jika anak menolak, sebaiknya berhenti dulu... Tidak dipaksakan, apalagi memberinya teguran... Bunda bisa mencoba lagi 1 – 2 jam berikutnya, tentunya dengan makanan yang baru (sebaiknya di awal-awal masa MPASI, masaknya sedikit dulu ya, biar tidak banyak buang-buang makanan).
5. Maksimal makan 30 menit. Kalau sudah selama itu, biasanya anak akan bosan dan tidak nyaman. Bisa dicoba lagi seperti di poin 4.
6. Jangan merasa gagal kalau anak masih sedikit makan di awal MPASI. Ingat, MPASI artinya makanan PENDAMPING. Masih bisa tersupport dari ASI. Dan masa MPASI adalah masa pengenalan makanan, sehingga bayi maupun anak masih dalam fase adaptasi dan belajar....
Menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi 6 bulan ternyata memiliki panduannya tersendiri. Hal ini guna memudahkan Bunda untuk memahami "rules" yang disesuaikan dengan masa pertumbuhan bayi yakni:
1. Tidak Menambahkan Gula dan Garam untuk anak di bawah usia 1 tahun.
2. Tidak menambahkan Madu untuk anak di bawah usia 1 tahun.
Madu diperas langsung tanpa ada penanganan khusus, memungkinkan bakteri patogen yang bisa menyebabkan botulism atau racun alami yang bersumber dari bakteri Clostridium Botulinum. Sistem pencernaan bayi yang berusia di bawah 1 tahun belum berkembang sempurna, sehingga rentan mengalami botulism. Karena itu, madu sebaiknya diberikan pada anak setelah mencapai usia 1 – 2 tahun.
3. Pemberian makan harus dalam posisi duduk tegak.
Tidak digendong, sambil bermain atau jalan-jalan ke sekitar kompleks apalagi sambil naik odong-odong… Karena udara bebas, debu beterbangan dan memungkinkan hinggap dalam makanan bayi dan anak kita, sehingga meningkatkan resiko terjadinya diare.
4. Tidak boleh memaksa anak untuk makan.
Jika anak menolak, sebaiknya berhenti dulu... Tidak dipaksakan, apalagi memberinya teguran... Bunda bisa mencoba lagi 1 – 2 jam berikutnya, tentunya dengan makanan yang baru (sebaiknya di awal-awal masa MPASI, masaknya sedikit dulu ya, biar tidak banyak buang-buang makanan).
5. Maksimal makan 30 menit. Kalau sudah selama itu, biasanya anak akan bosan dan tidak nyaman. Bisa dicoba lagi seperti di poin 4.
6. Jangan merasa gagal kalau anak masih sedikit makan di awal MPASI. Ingat, MPASI artinya makanan PENDAMPING. Masih bisa tersupport dari ASI. Dan masa MPASI adalah masa pengenalan makanan, sehingga bayi maupun anak masih dalam fase adaptasi dan belajar....
MPASI Bayi 6 Bulan, Hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkannya...
Bismillah...
Penggunaan MPASI Rumahan yang berkualitas adalah sandar emas untuk makan bayi...
Namun demikian saat ini MPASI instan tengah booming di tengah-tengah kita, timbul pertanyaan....
Kapan Penggunaan MPASI Pabrikan (Instan) ?
MPASI instan dapat digunakan jika memenuhi kriteria:
Pertama, orang tua tidak memiliki akses ke bahan-bahan makanan yang segar, terutama bahan bahan makanan protein hewani. Pemberiannya pun harus dikombinasikan dengan MPASI rumahan berbahan segar.
Kedua, bayi yang mengalami kasus kurang gizi bisa mendapatkan MPASI instan. Akan tetapi, tenaga kesehatan harus tetap mengajarkan orang tua bagaimana mengolah makanan sehat untuk keluarga dan tidak hanya mengandalkan MPASI instan karena akan ada titik waktu dimana tidak ada makanan instan yang bisa dikonsumsi anak ketika memasuki usia tertentu...
MPASI Pabrikan (instan) memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan yakni:
#Pertama, umumnya MPASI instan mencampur berbagai jenis bahan makanan. Untuk fase pengenalan MPASI, orang tua harus mengenali reaksi pemberian setiap sumber makanan, sehingga akan sulit untuk melacak jika muncul reaksi alergi jika menggunakan MPASI dengan mencampur aneka jenis bahan makanan.
#Kedua, MPASI instan mengandung penguat rasa manis dan gurih sehingga bayi akan kesulitan mengenali rasa asli makanan. Akibatnya akan memperbesar kemungkinan bayi menjadi picky eater atau pemilih makanan di kemudian hari.
#Ketiga, Untuk daerah-daerah krisis dengan kondisi khusus, pemberian MPASI instan harus dengan pengawasan medis. Kenapa? Karena seperti halnya susu formula, MPASI instan kalau tidak dibuat dengan benar malah berbahaya karena tidak higienis, apalagi kalau air bersih sulit didapat.
Nah, Bagaimana menurut Bunda ?
Masih bijakkah kita menggunakan MPASI Instan jika kondisi membuat MPASI Rumahan kondusif ?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Penggunaan MPASI Rumahan yang berkualitas adalah sandar emas untuk makan bayi...
Namun demikian saat ini MPASI instan tengah booming di tengah-tengah kita, timbul pertanyaan....
Kapan Penggunaan MPASI Pabrikan (Instan) ?
MPASI instan dapat digunakan jika memenuhi kriteria:
Pertama, orang tua tidak memiliki akses ke bahan-bahan makanan yang segar, terutama bahan bahan makanan protein hewani. Pemberiannya pun harus dikombinasikan dengan MPASI rumahan berbahan segar.
Kedua, bayi yang mengalami kasus kurang gizi bisa mendapatkan MPASI instan. Akan tetapi, tenaga kesehatan harus tetap mengajarkan orang tua bagaimana mengolah makanan sehat untuk keluarga dan tidak hanya mengandalkan MPASI instan karena akan ada titik waktu dimana tidak ada makanan instan yang bisa dikonsumsi anak ketika memasuki usia tertentu...
MPASI Pabrikan (instan) memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan yakni:
#Pertama, umumnya MPASI instan mencampur berbagai jenis bahan makanan. Untuk fase pengenalan MPASI, orang tua harus mengenali reaksi pemberian setiap sumber makanan, sehingga akan sulit untuk melacak jika muncul reaksi alergi jika menggunakan MPASI dengan mencampur aneka jenis bahan makanan.
#Kedua, MPASI instan mengandung penguat rasa manis dan gurih sehingga bayi akan kesulitan mengenali rasa asli makanan. Akibatnya akan memperbesar kemungkinan bayi menjadi picky eater atau pemilih makanan di kemudian hari.
#Ketiga, Untuk daerah-daerah krisis dengan kondisi khusus, pemberian MPASI instan harus dengan pengawasan medis. Kenapa? Karena seperti halnya susu formula, MPASI instan kalau tidak dibuat dengan benar malah berbahaya karena tidak higienis, apalagi kalau air bersih sulit didapat.
Nah, Bagaimana menurut Bunda ?
Masih bijakkah kita menggunakan MPASI Instan jika kondisi membuat MPASI Rumahan kondusif ?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
MPASI Rumahan vs MPASI Pabrikan (Instan) Part 2
Bismillah...
Ied Adha telah tiba... Saatnya mengkonsumsi daging, baik daging sapi maupun daging kambing.
Namun, Apakah daging sapi aman untuk bayi dan anak-anak kita?
Daging adalah semua jaringan hewan dan produk hasil pengolahan jaringan-jaringan tersebut yang dapat dikonsumsi sebagai makanan tanpa menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Daging sapi sangat disukai karena mempunyai gizi tinggi dan rasanya enak serta gurih.
Setiap bahan pangan mempunyai kandungan zat gizi yang berbeda baik jumlah maupun jenisnya.
Sesama bahan pangan pun ada yang berbeda jumlahnya, misalnya untuk daging sapi mempunyai kandungan protein paling tinggi dibanding dengan daging hewan lainnya. Setiap 100 gram daging sapi mengandung 207 kilokalori, protein 18,8 gram, lemak 14 gram, calcium 11 miligram, phosphor 170 miligram dan besi 2,8 miligram.
Protein dari daging sapi disebut protein hewani, mempunyai struktur asam amino yang mirip dengan manusia, tidak dapat dibuat oleh tubuh (essensial), susunan asam aminonya relatif lebih lengkap dan seimbang. Protein sangat dibutuhkan bayi dan anak-anak untuk pertumbuhan sel tubuh.
Daya cerna protein hewani lebih baik dibanding dengan protein nabati (dari tumbuh-tumbuhan). Pada tubuh makluk hidup seperti manusia, protein merupakan penyusun bagian besar organ tubuh, seperti: otot, kulit, rambut, jantung, paru-paru, otak, dan lain-lain.
Fungsi protein yang penting bagi bagi tubuh manusia, antara lain untuk: 1) pertumbuhan; 2) memperbaiki sel-sel yang rusak, 3) sebagai bahan pembentuk plasma kelenjar, hormone dan enzim; 4) sebagian sebagai cadangan energi, jika karbohidrat sebagai sumber energi utama tidak mencukupi; dan 5) menjaga keseimbangan asam basa darah.
Bagaimana mengolah daging sapi untuk bayi dan anak ?
Masak daging sapi hingga benar-benar matang sebelum dijadikan puree daging agar membunuh kuman yang mungkin hinggap pada daging sapi. Agar memudahkan memasaknya, giling daging sapi menjadi bagian terkecil sebelum dimasak.
Cara memasak daging sapi untuk bayi dan anak :
1) Letakkan daging-daging tersebut ke dalam panci, masukkan air secukupnya, dan tutup.
2) Masak perlahan sampai dagingnya empuk. Ketika memasak daging untuk bayi, pastikan daging benar-benar matang agar semua kuman mati.
3) Haluskan campuran daging yang sudah matang dan empuk tersebut dengan blender.
4) Saring dan tekan-tekan dengan sendok, sehingga hanya tersisa potongan yang masih besar saja.
5) Puree daging siap dicampur dengan beras merah maupun beras putih yang telah dimasak.
6) Sajian puree daging campur pun siap diberikan kepada bayi.
Bagaimana mengolah daging sapi ala Bunda?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Ied Adha telah tiba... Saatnya mengkonsumsi daging, baik daging sapi maupun daging kambing.
Namun, Apakah daging sapi aman untuk bayi dan anak-anak kita?
Daging adalah semua jaringan hewan dan produk hasil pengolahan jaringan-jaringan tersebut yang dapat dikonsumsi sebagai makanan tanpa menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Daging sapi sangat disukai karena mempunyai gizi tinggi dan rasanya enak serta gurih.
Setiap bahan pangan mempunyai kandungan zat gizi yang berbeda baik jumlah maupun jenisnya.
Sesama bahan pangan pun ada yang berbeda jumlahnya, misalnya untuk daging sapi mempunyai kandungan protein paling tinggi dibanding dengan daging hewan lainnya. Setiap 100 gram daging sapi mengandung 207 kilokalori, protein 18,8 gram, lemak 14 gram, calcium 11 miligram, phosphor 170 miligram dan besi 2,8 miligram.
Protein dari daging sapi disebut protein hewani, mempunyai struktur asam amino yang mirip dengan manusia, tidak dapat dibuat oleh tubuh (essensial), susunan asam aminonya relatif lebih lengkap dan seimbang. Protein sangat dibutuhkan bayi dan anak-anak untuk pertumbuhan sel tubuh.
Daya cerna protein hewani lebih baik dibanding dengan protein nabati (dari tumbuh-tumbuhan). Pada tubuh makluk hidup seperti manusia, protein merupakan penyusun bagian besar organ tubuh, seperti: otot, kulit, rambut, jantung, paru-paru, otak, dan lain-lain.
Fungsi protein yang penting bagi bagi tubuh manusia, antara lain untuk: 1) pertumbuhan; 2) memperbaiki sel-sel yang rusak, 3) sebagai bahan pembentuk plasma kelenjar, hormone dan enzim; 4) sebagian sebagai cadangan energi, jika karbohidrat sebagai sumber energi utama tidak mencukupi; dan 5) menjaga keseimbangan asam basa darah.
Bagaimana mengolah daging sapi untuk bayi dan anak ?
Masak daging sapi hingga benar-benar matang sebelum dijadikan puree daging agar membunuh kuman yang mungkin hinggap pada daging sapi. Agar memudahkan memasaknya, giling daging sapi menjadi bagian terkecil sebelum dimasak.
Cara memasak daging sapi untuk bayi dan anak :
1) Letakkan daging-daging tersebut ke dalam panci, masukkan air secukupnya, dan tutup.
2) Masak perlahan sampai dagingnya empuk. Ketika memasak daging untuk bayi, pastikan daging benar-benar matang agar semua kuman mati.
3) Haluskan campuran daging yang sudah matang dan empuk tersebut dengan blender.
4) Saring dan tekan-tekan dengan sendok, sehingga hanya tersisa potongan yang masih besar saja.
5) Puree daging siap dicampur dengan beras merah maupun beras putih yang telah dimasak.
6) Sajian puree daging campur pun siap diberikan kepada bayi.
Bagaimana mengolah daging sapi ala Bunda?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Daging Sapi untuk Bayi, Amankah?
Bismillah...
MPASI Rumahan masuk point ke-3 Standar Emas Makan Bayi berdasarkan Standar WHO, yaitu "Pemberian MPASI di bulan ke 6, dengan diberikan mpasi yang berkualitas". Berkualitas di sini maksudnya adalah makanan rumahan, sesuai kearifan lokal yang ada.
Bagaimana dengan MPASI Pabrikan(Instan) yang saat ini booming?
MPASI instan dibuat, niat awalnya adalah untuk daerah-daerah krisis, kondisi kelaparan, kekeringan, daerah konflik, bencana dan kondisi darurat lainnya. Tapi setelah booming industri susu formula dan MPASI instan, cita-citanya bergeser. Karena pasarnya potensial, banyak ibu yg bekerja dan tidak sempat membuatkan makanan pendamping ASI rumahan, jadi MPASI instan menjadi booming...

MPASI Instan
Dalam ketentuan makanan pendamping ASI sesuai pedoman WHO dan UNICEF, yang disebut makanan pendamping ASI adalah makanan rumahan. Alasannya sederhana, anak di usia setahun akan makan makanan rumah kan? Kenapa dia harus belajar makan dengan makanan instan? Jika orang tua masih punya akses ke pusat-pusat komersial seperti pasar, warung, supermarket, selalu berikan sumber-sumber makanan segar. Di Indonesia, Pemerintah juga menganut protokol MPASI adalah makanan rumahan. Kalau ada yang memilih MPASI instan, tenaga kesehatan mempunyai kewajiban menjelaskan cara pemberiannya dengan benar dan tetap mendorong untuk pemberian MPASI rumahan... Jadi Pilih Mana Bunda?
Ingin ngobrol dengan saya ? Follow saya di twitter @nurlienda
MPASI Rumahan masuk point ke-3 Standar Emas Makan Bayi berdasarkan Standar WHO, yaitu "Pemberian MPASI di bulan ke 6, dengan diberikan mpasi yang berkualitas". Berkualitas di sini maksudnya adalah makanan rumahan, sesuai kearifan lokal yang ada.
Bagaimana dengan MPASI Pabrikan(Instan) yang saat ini booming?
MPASI instan dibuat, niat awalnya adalah untuk daerah-daerah krisis, kondisi kelaparan, kekeringan, daerah konflik, bencana dan kondisi darurat lainnya. Tapi setelah booming industri susu formula dan MPASI instan, cita-citanya bergeser. Karena pasarnya potensial, banyak ibu yg bekerja dan tidak sempat membuatkan makanan pendamping ASI rumahan, jadi MPASI instan menjadi booming...

MPASI Instan
MPASI Rumahan
Dalam ketentuan makanan pendamping ASI sesuai pedoman WHO dan UNICEF, yang disebut makanan pendamping ASI adalah makanan rumahan. Alasannya sederhana, anak di usia setahun akan makan makanan rumah kan? Kenapa dia harus belajar makan dengan makanan instan? Jika orang tua masih punya akses ke pusat-pusat komersial seperti pasar, warung, supermarket, selalu berikan sumber-sumber makanan segar. Di Indonesia, Pemerintah juga menganut protokol MPASI adalah makanan rumahan. Kalau ada yang memilih MPASI instan, tenaga kesehatan mempunyai kewajiban menjelaskan cara pemberiannya dengan benar dan tetap mendorong untuk pemberian MPASI rumahan... Jadi Pilih Mana Bunda?
Ingin ngobrol dengan saya ? Follow saya di twitter @nurlienda
MPASI Rumahan VS MPASI Pabrikan (Instan), Pilih Mana?
Bismillah...
Makanan Pendamping ASI (MPASI) memiliki tekstur makanan yang bervariasi.
Dua hal penting mengenai tekstur MPASI:
PERTAMA, Tekstur yang kental menjamin kecukupan gizi pada makanan tersebut. Tekstur yang terlalu cair menandakan sudah banyak gizi dalam makanan yang hilang karena proses pencairan atau pelarutan. Ini berdasarkan pedoman MPASI WHO Tahun 2010.
KEDUA, Ketika MPASI diberikan pada usia 6 bulan, bayi sudah mampu mencerna makanan dalam tekstur kental. Jika bayi terlihat menolak atau seperti memuntahkan makanan itu sebetulnya adalah tongue-thurst reflex atau refleks mengeluarkan makanan yang ada di mulut. Refleks ini sebenarnya adalah refleks yang dimiliki bayi untuk mencegah dia tersedak, yang mana refleks ini sebenarnya mulai hilang ketika memasuki usia 6 bulan. Tapi ketika dia mulai mengenal makanan baru, biasanya refleks itu sering muncul kembali yang menyerupai muntah tetapi sebetulnya bukan muntah. Itu sangat normal karena bayi membutuhkan periode adaptasi dari makanan cair ke tekstur yang lebih padat. Tetap coba berikan dalam porsi kecil, biarkan bayi bereksplorasi dengan makanan dalam mulutnya hingga dia paham bagaimana mengolah dan menelannya.
Bagaimana mengolah MPASI berdasarkan panduan tekstur MPASI menurut WHO tahun 2010 ?
Contoh Menu MPASI Babyara
Keterangan:
BBM : Bubur Beras Merah (Home Made)
BKH : Bubur Kacang Hijau (Home Made)
BBH : Bubur Beras Hitam (Home Made)
TATA: Tidak Ada Tanda Alergi.
Bagaiman persiapan Bunda dalam memberikan MPASI?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @nurlienda
Makanan Pendamping ASI (MPASI) memiliki tekstur makanan yang bervariasi.
Dua hal penting mengenai tekstur MPASI:
PERTAMA, Tekstur yang kental menjamin kecukupan gizi pada makanan tersebut. Tekstur yang terlalu cair menandakan sudah banyak gizi dalam makanan yang hilang karena proses pencairan atau pelarutan. Ini berdasarkan pedoman MPASI WHO Tahun 2010.
KEDUA, Ketika MPASI diberikan pada usia 6 bulan, bayi sudah mampu mencerna makanan dalam tekstur kental. Jika bayi terlihat menolak atau seperti memuntahkan makanan itu sebetulnya adalah tongue-thurst reflex atau refleks mengeluarkan makanan yang ada di mulut. Refleks ini sebenarnya adalah refleks yang dimiliki bayi untuk mencegah dia tersedak, yang mana refleks ini sebenarnya mulai hilang ketika memasuki usia 6 bulan. Tapi ketika dia mulai mengenal makanan baru, biasanya refleks itu sering muncul kembali yang menyerupai muntah tetapi sebetulnya bukan muntah. Itu sangat normal karena bayi membutuhkan periode adaptasi dari makanan cair ke tekstur yang lebih padat. Tetap coba berikan dalam porsi kecil, biarkan bayi bereksplorasi dengan makanan dalam mulutnya hingga dia paham bagaimana mengolah dan menelannya.
Bagaimana mengolah MPASI berdasarkan panduan tekstur MPASI menurut WHO tahun 2010 ?
Contoh Menu MPASI Babyara
Keterangan:
BBM : Bubur Beras Merah (Home Made)
BKH : Bubur Kacang Hijau (Home Made)
BBH : Bubur Beras Hitam (Home Made)
TATA: Tidak Ada Tanda Alergi.
Bagaiman persiapan Bunda dalam memberikan MPASI?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @nurlienda
Tekstur Makanan Pendamping ASI (MPASI)
Bismillah...
Gula dan garam adalah duo perisa yang akrab di telinga kita. Pertanyaan yang sering muncul ketika berjumpa dengan ibu muda adalah bolehkah menambahkan gula dan garam saat MPASI bayi 6 bulan?
Gula dan garam merupakan penguat rasa alami, namun demikian penundaan pemberian gula dan garam akan memperkecil anak menjadi picky eater atau pemilih makanan. Bayi tidak mengenal arti hambar, karena mereka baru mengenal rasa. oleh karenanya pada fase ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan bayi pada rasa asli makanan tanpa penambahan berbagai jenis penguat rasa gurih maupun manis. Sistem palate manusia akan cenderung naik terus sejalan dengan pengenalan makanan yang diterima manusia. Jika sejak usia dini anak sudah dikenalkan pada cita rasa yang kuat, maka hingga dewasa standar rasanya akan terus naik dan ini yang kemudian rentan membuatnya menyukai makanan yang sangat gurih atau sangat manis di kemudian hari. Dan jika dibiarkan, akan menjadi penyakit kronis di kemudian hari seperti darah tinggi, kencing manis hingga penyakit jantung...
Kapan boleh mengenalkan gula dan garam pada bayi atau anak-anak kita?
Gula dan garam boleh diperkenalkan pada saat bayi atau anak berusia 1 tahun. Karena pada fase ini, anak mengkonsumsi makanan keluarga, yang menggunakan gula garam. Namun demikian, penggunaannya perlu diperhatikan. Berikan gula dan garam secara bertahap. Sebenarnya, kebutuhan garam (sodium) anak usia 1 tahun adalah 1 gram garam/0.4 gram sodium. Jumlah ini bisa didapat secara alami dan tercukupi terutama dari ASI plus makanan yang seimbang. Sehingga Bunda tidak perlu khawatir dan kerepotan menambahkan garam dalam masakan. Bunda tidak perlu was-was tentang garam ya...
Bagaimana dengan pengalaman Bunda ? Bunda bisa berbagi kisah disini
Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter saya : @nurlienda
Gula dan garam adalah duo perisa yang akrab di telinga kita. Pertanyaan yang sering muncul ketika berjumpa dengan ibu muda adalah bolehkah menambahkan gula dan garam saat MPASI bayi 6 bulan?
Gula dan garam merupakan penguat rasa alami, namun demikian penundaan pemberian gula dan garam akan memperkecil anak menjadi picky eater atau pemilih makanan. Bayi tidak mengenal arti hambar, karena mereka baru mengenal rasa. oleh karenanya pada fase ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan bayi pada rasa asli makanan tanpa penambahan berbagai jenis penguat rasa gurih maupun manis. Sistem palate manusia akan cenderung naik terus sejalan dengan pengenalan makanan yang diterima manusia. Jika sejak usia dini anak sudah dikenalkan pada cita rasa yang kuat, maka hingga dewasa standar rasanya akan terus naik dan ini yang kemudian rentan membuatnya menyukai makanan yang sangat gurih atau sangat manis di kemudian hari. Dan jika dibiarkan, akan menjadi penyakit kronis di kemudian hari seperti darah tinggi, kencing manis hingga penyakit jantung...
Kapan boleh mengenalkan gula dan garam pada bayi atau anak-anak kita?
Gula dan garam boleh diperkenalkan pada saat bayi atau anak berusia 1 tahun. Karena pada fase ini, anak mengkonsumsi makanan keluarga, yang menggunakan gula garam. Namun demikian, penggunaannya perlu diperhatikan. Berikan gula dan garam secara bertahap. Sebenarnya, kebutuhan garam (sodium) anak usia 1 tahun adalah 1 gram garam/0.4 gram sodium. Jumlah ini bisa didapat secara alami dan tercukupi terutama dari ASI plus makanan yang seimbang. Sehingga Bunda tidak perlu khawatir dan kerepotan menambahkan garam dalam masakan. Bunda tidak perlu was-was tentang garam ya...
Bagaimana dengan pengalaman Bunda ? Bunda bisa berbagi kisah disini
Ingin mengobrol dengan saya? Follow twitter saya : @nurlienda
Gula Garam untuk MPASI, Bolehkah?
Bismillah...
Memasuki akhir 6 bulan, fase asi eksklusif pun berakhir. Pada saat MPASI sering muncul pertanyaan klasik mengenai pemberian air putih kepada bayi kita.. Berapa banyak Air Putih untuk Bayi 6 bulan ?
Tidak perlu ada target berapa banyak pemberian air putih kepada bayi. Sama halnya dengan MPASI yang merupakan proses belajar makan pada bayi, pemberian air putih pun merupakan proses belajar dan harus dilakukan bertahap.
Air putih pada periode MPASI bertujuan untuk membantu bayi mengolah dan menelan makanan serta untuk membantu membersihkan mulutnya setelah makan. Jika bayi haus, tetap berikan ASI sebagai pilihan utama. Jangan dilakukan terbalik ya, lebih mendahulukan air putih daripada ASI..
Air putih tidak diperkenalkan pada bayi di bawah umur 6 bulan ya.. Karena di bawah usia 6 bulan bayi tidak butuh asupan cairan apapun selain ASI, karena ASI sendiri sudah lebih dari 80% mengandung elemen air. Pemberian air putih di bawah 6 bulan juga akan memperberat kinerja ginjal bayi yang belum sempurna loh.. Jadi jangan asal memberikan makanan dan minuman kepada bayi kita ya... :')
Bagaimana dengan pengalaman Bunda selama pemberian MPASI?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter @nurlienda
Memasuki akhir 6 bulan, fase asi eksklusif pun berakhir. Pada saat MPASI sering muncul pertanyaan klasik mengenai pemberian air putih kepada bayi kita.. Berapa banyak Air Putih untuk Bayi 6 bulan ?
Tidak perlu ada target berapa banyak pemberian air putih kepada bayi. Sama halnya dengan MPASI yang merupakan proses belajar makan pada bayi, pemberian air putih pun merupakan proses belajar dan harus dilakukan bertahap.
Air putih pada periode MPASI bertujuan untuk membantu bayi mengolah dan menelan makanan serta untuk membantu membersihkan mulutnya setelah makan. Jika bayi haus, tetap berikan ASI sebagai pilihan utama. Jangan dilakukan terbalik ya, lebih mendahulukan air putih daripada ASI..
Air putih tidak diperkenalkan pada bayi di bawah umur 6 bulan ya.. Karena di bawah usia 6 bulan bayi tidak butuh asupan cairan apapun selain ASI, karena ASI sendiri sudah lebih dari 80% mengandung elemen air. Pemberian air putih di bawah 6 bulan juga akan memperberat kinerja ginjal bayi yang belum sempurna loh.. Jadi jangan asal memberikan makanan dan minuman kepada bayi kita ya... :')
Bagaimana dengan pengalaman Bunda selama pemberian MPASI?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter @nurlienda
Air Putih untuk Bayi 6 bulan, Pentingkah ?
Bismillah...
Bubur susu, merupakan awal makanan pendamping ASI (MPASI). Sehari-hari dikenal dengan istilah bubur bayi. Panduan dari WHO mengisyaratkan agar makanan pertama yang dikenalkan (MPASI) adalah kategori makanan pokok (karbohidrat) sesuai jenis makanan pokok yang dikonsumsi keluarga misalkan yang berbahan dasar beras, kentang, ubi, dsb. Berikut ini adalah contoh bubur kentang, yakni kentang yang dihaluskan yang ditambahkan ASI Perahan (ASIP).
Selanjutnya bisa dikenalkan sayur atau buah. Ketiga jenis makanan itu dapat dikenalkan di awal MPASI karena berkategori alergi rendah. Sesuaikan tekturnya dengan syarat tekstur MPASI yang benar, yakni mulai dari yang bertekstur cair terlebih dahulu bertahap hingga agak kental. Jangan lupa segera kenalkan lemak, protein nabati dan hewani juga. Untuk dua minggu pertama disarankan mengenalkan menu tunggal atau satu jenis makanan dalam sekali makan. Tujuannya agar bayi kenal rasa tiap makanan dan untuk mempermudah pengamatan reaksi alergi yang biasanya mumcul beberapa jam sesudah bayi makan. Makanan-makanan yang sudah lolos uji perkenalan bisa mulai dicampur/dikombinasikan. Setelah lewat masa perkenalan dua minggu, tetap kenalkan makanan baru dalam format menu tunggal. Bubur susu ini kaya gizi dan kalori jika dipersiapkan dengan baik. Contoh menu sekali makan ya, porsi disesuaikan dengan umur anak:
Bubur susu, merupakan awal makanan pendamping ASI (MPASI). Sehari-hari dikenal dengan istilah bubur bayi. Panduan dari WHO mengisyaratkan agar makanan pertama yang dikenalkan (MPASI) adalah kategori makanan pokok (karbohidrat) sesuai jenis makanan pokok yang dikonsumsi keluarga misalkan yang berbahan dasar beras, kentang, ubi, dsb. Berikut ini adalah contoh bubur kentang, yakni kentang yang dihaluskan yang ditambahkan ASI Perahan (ASIP).
Selanjutnya bisa dikenalkan sayur atau buah. Ketiga jenis makanan itu dapat dikenalkan di awal MPASI karena berkategori alergi rendah. Sesuaikan tekturnya dengan syarat tekstur MPASI yang benar, yakni mulai dari yang bertekstur cair terlebih dahulu bertahap hingga agak kental. Jangan lupa segera kenalkan lemak, protein nabati dan hewani juga. Untuk dua minggu pertama disarankan mengenalkan menu tunggal atau satu jenis makanan dalam sekali makan. Tujuannya agar bayi kenal rasa tiap makanan dan untuk mempermudah pengamatan reaksi alergi yang biasanya mumcul beberapa jam sesudah bayi makan. Makanan-makanan yang sudah lolos uji perkenalan bisa mulai dicampur/dikombinasikan. Setelah lewat masa perkenalan dua minggu, tetap kenalkan makanan baru dalam format menu tunggal. Bubur susu ini kaya gizi dan kalori jika dipersiapkan dengan baik. Contoh menu sekali makan ya, porsi disesuaikan dengan umur anak:
Nah, Bagaimana dengan Pengalaman Bunda saat memberikan MPASI pertama?
Share disini yuk..
Semoga bisa menginspirasi MPASI perdananya ya...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda
Bubur Susu Homemade untuk MPASI Bayi 6 bulan pertama yang Praktis dan Bergizi
Langganan:
Postingan (Atom)




























