GIZI BALITA, OPTIMALKAN MASA TUMBUH KEMBANG

Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial.
Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang menyeluruh. Faktor yang mempengaruhi perkembangan dibagi menjadi dua yaitu internal (genetik) dan eksternal (lingkungan). Gizi merupakan salah satu faktor eksternal, maka selama tumbuh kembang anak, perlu diperhatikan secara khusus pemberian makannya. Selain itu, jenis makanannya pun juga perlu diperhatikan.

Tahapan pemberian makan :
1. Usia 0-6 bulan : hanya ASI tanpa penambahan air minum atau apapun (kecuali pemberian obat yang telah dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu).
2. Usia 6-8 bulan : ASI + makanan lumat --> contoh : buah lumat, tim saring, bubur susu
3. Usia 8-12 bulan : ASI + makanan lunak/lembek --> contoh : nasi tim biasa, bubur, mulai dikenalkan biskuit
4. Usia 12-24 bulan : ASI + makanan keluarga (Pemberian ASI masih dilakukan)
5. Usia >24 bulan : makanan keluarga dan stop ASI dengan cara menyapih dengan kasih/weaning with love (WWL).
Untuk lebih mudahnya, mari kita perhatikan poster berikut :


Pada saat pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebaiknya sumber protein diusahakan dalam sehari hanya satu jenis, hal ini dilakukan guna mendeteksi apakah anak mempunyai alergi terhadap makanan tersebut. Hanya berlaku pada 2 hari pertama, selanjutnya bisa ditambahkan jenisnya secara bertahap.

Makanan pendamping ASI (MPASI) baru diberikan setelah bayi berumur 6 bulan, hal ini dikarenakan apabila pemberian MP-ASI terlalu dini dapat menimbulkan resiko-resiko seperti :
1. Jangka pendek
Keinginan bayi untuk menyusu ASI berkurang sehingga produksinya berkurang ; Organ pencernaan bayi belum siap menerima jenis makanan selain ASI sehingga dapat menyumbat saluran cerna

2. Jangka panjang
Mengakibatkan obesitas (kegemukan), hipertensi (darah tinggi), osteoporosis (penegroposan tulang), dan alergi makanan ; Pemberian susu formula terlalu dini dapat menyebabkan DM (diabetes melitus).
Selain dilihat dari umur, tanda bayi sudah siap menerima MPASI yaitu dapat dilihat apabila :
1. Sering meminta ASI pada malam hari
2. Mulai meminta ASI lebih sering
3. Lebih sering lapar.

Mengapa terjadi masalah makan pada masa balita?
Tidak seperti bayi yang sebagai konsumen pasif, balita merupakan konsumen aktif yakni cenderung ingin memilih makanannya sendiri. Sehingga menyebabkan masalah yang mungkin terjadi adalah :
1. Fussy eater : anak suka menolak makanan
2. Faddy eating : suka memilih makanan tertentu yang sedang populer

Bagaimana cara mengatasi fussy eater dan faddy eating :
1. Kenalkan berbagai jenis makanan sejak dini
2. Sekali anak menolak makanan, jangan langsung diambil, ditunggu dulu lalu dicoba diberikan lagi
3. Libatkan anak dalam mengolah makanan
4. Beri contoh kepada anak (Balita senang meniru perilaku orang di sekitarnya, sehingga dengan memberikan contoh makan makanan yang baik dapat membantu menghindarkan anak dari memilih-milih makanan)
5. Sajikan makanan secara menarik.

Berikut beberapa contoh menu untuk balita

Makanan Sehat Balita

Makanan Sehat Balita merupakan Menu untuk Anak Usia diatas 1 tahun hingga 5 tahun.
Nantikan Bocoran Menu Makanan Sehat Balita pada artikel selanjutnya.
Sekian informasi singkat mengenai Gizi balita, semoga bermanfaat...

Ingin Konsultasi Lebih Lengkap?
Follow saya di twitter @nurlienda

Makanan Sehat Balita

GIZI BALITA, OPTIMALKAN MASA TUMBUH KEMBANG

Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial.
GIZI BALITA, OPTIMALKAN MASA TUMBUH KEMBANG, Lengkapi dengan Makanan Sehat Balita
Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang menyeluruh. Faktor yang mempengaruhi perkembangan dibagi menjadi dua yaitu internal (genetik) dan eksternal (lingkungan). Gizi merupakan salah satu faktor eksternal, maka selama tumbuh kembang anak, perlu diperhatikan secara khusus pemberian makannya. Selain itu, jenis makanannya pun juga perlu diperhatikan.

Tahapan pemberian makan :
1. Usia 0-6 bulan : hanya ASI tanpa penambahan air minum atau apapun (kecuali pemberian obat yang telah dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu).
2. Usia 6-8 bulan : ASI + makanan lumat --> contoh : buah lumat, tim saring, bubur susu
3. Usia 8-12 bulan : ASI + makanan lunak/lembek --> contoh : nasi tim biasa, bubur, mulai dikenalkan biskuit
4. Usia 12-24 bulan : ASI + makanan keluarga (Pemberian ASI masih dilakukan)
5. Usia >24 bulan : makanan keluarga dan stop ASI dengan cara menyapih dengan kasih/weaning with love (WWL).
Untuk lebih mudahnya, mari kita perhatikan poster berikut :


Pada saat pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebaiknya sumber protein diusahakan dalam sehari hanya satu jenis, hal ini dilakukan guna mendeteksi apakah anak mempunyai alergi terhadap makanan tersebut. Hanya berlaku pada 2 hari pertama, selanjutnya bisa ditambahkan jenisnya secara bertahap.

Makanan pendamping ASI (MPASI) baru diberikan setelah bayi berumur 6 bulan, hal ini dikarenakan apabila pemberian MP-ASI terlalu dini dapat menimbulkan resiko-resiko seperti :
1. Jangka pendek
Keinginan bayi untuk menyusu ASI berkurang sehingga produksinya berkurang ; Organ pencernaan bayi belum siap menerima jenis makanan selain ASI sehingga dapat menyumbat saluran cerna

2. Jangka panjang
Mengakibatkan obesitas (kegemukan), hipertensi (darah tinggi), osteoporosis (penegroposan tulang), dan alergi makanan ; Pemberian susu formula terlalu dini dapat menyebabkan DM (diabetes melitus).
Selain dilihat dari umur, tanda bayi sudah siap menerima MPASI yaitu dapat dilihat apabila :
1. Sering meminta ASI pada malam hari
2. Mulai meminta ASI lebih sering
3. Lebih sering lapar.

Mengapa terjadi masalah makan pada masa balita?
Tidak seperti bayi yang sebagai konsumen pasif, balita merupakan konsumen aktif yakni cenderung ingin memilih makanannya sendiri. Sehingga menyebabkan masalah yang mungkin terjadi adalah :
1. Fussy eater : anak suka menolak makanan
2. Faddy eating : suka memilih makanan tertentu yang sedang populer

Bagaimana cara mengatasi fussy eater dan faddy eating :
1. Kenalkan berbagai jenis makanan sejak dini
2. Sekali anak menolak makanan, jangan langsung diambil, ditunggu dulu lalu dicoba diberikan lagi
3. Libatkan anak dalam mengolah makanan
4. Beri contoh kepada anak (Balita senang meniru perilaku orang di sekitarnya, sehingga dengan memberikan contoh makan makanan yang baik dapat membantu menghindarkan anak dari memilih-milih makanan)
5. Sajikan makanan secara menarik.

Berikut beberapa contoh menu untuk balita

Makanan Sehat Balita

Makanan Sehat Balita merupakan Menu untuk Anak Usia diatas 1 tahun hingga 5 tahun.
Nantikan Bocoran Menu Makanan Sehat Balita pada artikel selanjutnya.
Sekian informasi singkat mengenai Gizi balita, semoga bermanfaat...

Ingin Konsultasi Lebih Lengkap?
Follow saya di twitter @nurlienda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar