Bismillah...
Bulan November ini memasuki musim penghujan, Namun cuaca terik kerapkali membuat anak dan kita kepanasan. Jus buah yang tersedia dalam kemasan dan dipinggir jalan banyak ditawarkan. Tapi apakah aman untuk dikonsumsi balita dan anak-anak?
Daripada bingung, lebih baik kita simak resep membuat jus buah homemade yang praktis dan bergizi.
#3. Minuman jus kemasan biasanya menggunakan bahan kimia
Nggak percaya, coba cek, biasanya pakai penguat aroma, penambah rasa, maupun pengawet loh...
Ini salah satu contoh minuman jus kemasan. Untuk lebih jelasnya, cek komposisinya selain informasi nilai gizinya.. Kenapa? Biar kita tau isi dari sebuah produk, jadilah konsumen yang proaktif.
Dan penambahan kimia lainnya..
Masih mau kasih minuman jus kemasan kepada anak?
Sebaiknya Bunda pertimbangkan ulang ya...
Semoga bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda
Bulan November ini memasuki musim penghujan, Namun cuaca terik kerapkali membuat anak dan kita kepanasan. Jus buah yang tersedia dalam kemasan dan dipinggir jalan banyak ditawarkan. Tapi apakah aman untuk dikonsumsi balita dan anak-anak?
Daripada bingung, lebih baik kita simak resep membuat jus buah homemade yang praktis dan bergizi.
Tropical Paradise Juice, Jus Buah yang Kaya Kalium, Serat dan juga Vitamin C. Sangat baik dikonsumsi untuk anak-anak dan balita, dewasa juga...
Bahan:
750 g nanas madu, kupas, potong-potong
4 buah belimbing
400 g tomat
1 L air kelapa muda, bekukan
200 g kelapa muda, keruk dagingnya.
Cara Membuat:
1. Masukkan nanas yang sudah dipotong dan belimbing ke dalam juicer. Proses hingga didapatkan sari buahnya, sisihkan.
2. Tuang sari buah ke dalam blender. Kemudian, masukkan tomat, air kelapa beku, dan daging kelapa muda. Proses hingga air kelapa hancur.
3. Tuangkan campuran sari buah ke tiap gelas saji. Sajikan segera.
Untuk 6 gelas (@ 250 ml).
Informasi Nilai Gizi per Porsi (1 gelas = 250 ml)
Energi : 152,78 kkal
Protein : 1,97 gram
Lemak : 2,6 gram
Karbohidrat : 32,56 gram
Serat : 3,01 gram
Vitamin C : 43,45 mg
Kalsium : 150,08 mg
Zat Besi : 1,3 mg
Kalium : 447,92 mg.
Kenapa memilih jus homemade?
#1. Terbebas penambahan gula buatan
Biasanya minuman jus kemasan menggunakan aspartam, siklamat atau pemanis buatan lainnya.. Cek dulu deh minuman kemasannya. Anak dan balita sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan karena akan memperberat kerja ginjal dan juga korosi gigi.
#2. Cek tingkat keasamannya
Minuman jus kemasan biasanya mengandung pH yang rendah, selengkapnya perhatikan ilustrasi berikut
Ngeri juga kan, karena sebaiknya, minuman maupun makanan yang dikonsumsi sebaiknya bersifat basa. Apalagi softdrink, it's the worst drink!
#3. Minuman jus kemasan biasanya menggunakan bahan kimia
Nggak percaya, coba cek, biasanya pakai penguat aroma, penambah rasa, maupun pengawet loh...
Ini salah satu contoh minuman jus kemasan. Untuk lebih jelasnya, cek komposisinya selain informasi nilai gizinya.. Kenapa? Biar kita tau isi dari sebuah produk, jadilah konsumen yang proaktif.
Dan penambahan kimia lainnya..
Masih mau kasih minuman jus kemasan kepada anak?
Sebaiknya Bunda pertimbangkan ulang ya...
Semoga bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda
Tropical Paradise Juice, Alternatif Jus Buah Homemade yang Praktis dan Bergizi
Bismillah...
Banyak manfaat probiotik yang dikandung yogurt. Namun bagaimana memilih yogurt untuk anak dan balita?
Lima Kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih yogurt kepada anak maupun balita :
#1. Kandungan Gula sudah dibahas di artikel sebelumnya (klik disini)
#2. Penambahan Bahan Tambahan Makanan (BTM)
#3. Live & Active Cultures
Pastikan bahwa yogurt yang akan dikonsumsi mengandung “live & active cultures,” atau probiotik. Kita bisa mengecek keberadaan probiotik di The Yogurt Association, untuk mengetahui yogurt yang dipilih tsb memiliki probiotik dalam jumlah yang cukup.
#4. Kandungan Kalsium
Banyak manfaat probiotik yang dikandung yogurt. Namun bagaimana memilih yogurt untuk anak dan balita?
Lima Kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih yogurt kepada anak maupun balita :
#1. Kandungan Gula sudah dibahas di artikel sebelumnya (klik disini)
#2. Penambahan Bahan Tambahan Makanan (BTM)
Istilah kerennya added ingredients. Hati-hati dengan penggunaan pewarna makanan, pengawet dan bahan pengisi lainnya (seperti penguat aroma buah maupun rasa buah, dan aneka BTM yang terkadang tidak dicantumkan produsen) yang terkandung di dalam yogurt kemasan. Carilah yogurt yang tidak menggunakan pemanis buatan dan tinggi fruktosa (corn syrup). Pilihlah yang menggunakan gula asli.
Sebagai contoh, produk diatas menggunakan malic acid. Malic acid adalah kandungan alami yang terdapat pada makanan yang bersifat asam dan ditemukan di ceri, tomat, anggur dan wine. It's used as a food additive to give foods and candies a tart flavor. Sometimes it's added along with citric acid to foods such as Jolly Ranchers, SweetTarts, and salt and vinegar potato chips. It may also be added to dairy products, processed fruit, condensed milk, soups, beer, malt beverages, and processed meat. Tapi berhati-hatilah — jika kita mengkonsumsi terlalu banyak, maka akan mengiritasi mulut.
#3. Live & Active Cultures
Pastikan bahwa yogurt yang akan dikonsumsi mengandung “live & active cultures,” atau probiotik. Kita bisa mengecek keberadaan probiotik di The Yogurt Association, untuk mengetahui yogurt yang dipilih tsb memiliki probiotik dalam jumlah yang cukup.
Usus kita perlu dijaga kesehatannya. Keberadaan probiotik yang didukung prebiotik membantu bakteri "baik" berkembang dengan baik dan membantu melawan penyakit. Selain itu probiotik juga membantu memecah laktosa yang terkandung di dalam yogurt.
#4. Kandungan Kalsium
Semakin kecil porsi yogurt yang dikonsumsi semakin sedikit kandungan kalsium yang terdapat didalamnya. Setidaknya terkandung 15% kalsium dalam 4 oz (atau sekitar 150 mg kalsium), 20% kalsium dalam 6 oz (200 mg kalsium) dan 30% kalsium dalam 8 oz (300 mg kalsium).
#5.Lemak : Anak-anak yang berusia dibawah dua tahun membutuhkan lemak yang terkandung di dalam produk susu seperti yogurt untuk pertumbuhan yang optimal dan perkembangan otak. Olehkarenanya, untuk anak dan balita, pilihlah yogurt yang mengandung lemak bukan low-fat yogurt atau bahkan yogurt bebas lemak. Jika orang dewasa memang lebih dianjurkan menggunakan yang lowfat dan free-fat yogurt (mengandung < 3g lemak).
Nah, setelah mengetahui kriteria yogurt untuk anak maupun balita... Bunda tidak perlu ragu untuk memberikannya ya.. Yogurt apa yang menjadi favorit putra/i, Bunda?
Semoga bermanfaat...
#HaveANiceWeekends
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda
Yogurt untuk Anak dan Balita, Pentingkah? Bagian 2
Bismillah...
Hari ini, 16 Oktober 2014 diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS).
Tema tahun ini : Pertanian Berbasis Keluarga (Family farming: Feeding the world, caring for the earth)
Cara termudah yang dapat kita lakukan adalah memanfaatkan pekarangan untuk berkebun tanaman pangan... Tanaman pangan bisa berupa sayur, dan buah-buahan...
Dirumah, kami sekeluarga memiliki pohon pepaya di halaman rumah dan sayur serta bumbu seperti daun bawang, cabe rawit, tomat dsb ditanam di lantai 2, istilah ngetrennya urban farming...
Keluarga dapat memanfaatkan aneka barang bekas sebagai media tanamnya.. Tetangga Kami, Bu Cici malah membuatnya sendiri seperti ini... Sebuah vertikal garden yang aplikatif di rumah....
Selain itu Bunda bisa mengkreasikan menjadi bekal anak sekolah, maupun suami..
Membuat bekal makanan sehat bergizi melalui pertanian berbasis keluarga yang bisa diterapkan di setiap rumah...
Mohon tidak makan berlebihan ya...
Kelebihan makan beberapa kalori merupakan hak orang lain loh..
Dan Bantu Bumi agar tetap seimbang....
Menu diatas cocok untuk bekal makanan sehat bergizi melalui pertanian berbasis keluarga...
Kelihatannya lezat kan?
Mudah dibuat dan bergizi pula... Kurang apa coba? :')
Nah....
Apakah Bunda menyukai kegiatan berkebun?
Apabila iya, tanaman apa yang menjadi favorit Bunda?
Semoga Bermanfaat....
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter Saya di @nurlienda
Hari ini, 16 Oktober 2014 diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS).
Tema tahun ini : Pertanian Berbasis Keluarga (Family farming: Feeding the world, caring for the earth)
Cara termudah yang dapat kita lakukan adalah memanfaatkan pekarangan untuk berkebun tanaman pangan... Tanaman pangan bisa berupa sayur, dan buah-buahan...
Dirumah, kami sekeluarga memiliki pohon pepaya di halaman rumah dan sayur serta bumbu seperti daun bawang, cabe rawit, tomat dsb ditanam di lantai 2, istilah ngetrennya urban farming...
Keluarga dapat memanfaatkan aneka barang bekas sebagai media tanamnya.. Tetangga Kami, Bu Cici malah membuatnya sendiri seperti ini... Sebuah vertikal garden yang aplikatif di rumah....
Hasil pertanian berbasis keluarga ini lebih terjamin kualitasnya... Karena, kita pasti memberikan pupuk terbaik (pupuk alami, pupuk kandang misalnya), terbebas dari pestisida dan pencemaran kimia lainnya.. Kesegaran sayur dan buah pun lebih terasa.. Rasa alami, tanpa suntikan pemanis pada buah, maupun bahan tambahan lainnya....
Selanjutnya, tinggal Bunda yang mengolah bahan makanan hasil pertanian berbasis keluarga untuk bayi, anak-anak maupun anggota keluarga lainnya... Hasilnya bisa dikreasikan menjadi aneka makanan seperti berikut ini:
Membuat bekal makanan sehat bergizi melalui pertanian berbasis keluarga yang bisa diterapkan di setiap rumah...
Kelebihan makan beberapa kalori merupakan hak orang lain loh..
Dan Bantu Bumi agar tetap seimbang....
Menu diatas cocok untuk bekal makanan sehat bergizi melalui pertanian berbasis keluarga...
Kelihatannya lezat kan?
Mudah dibuat dan bergizi pula... Kurang apa coba? :')
Nah....
Apakah Bunda menyukai kegiatan berkebun?
Apabila iya, tanaman apa yang menjadi favorit Bunda?
Semoga Bermanfaat....
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter Saya di @nurlienda
Bekal Makanan Sehat Bergizi melalui Pertanian Berbasis Keluarga
Bismillah...
15 Oktober adalah Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia..
Bagaimana Langkah Cuci Tangan Panduan WHO untuk Anak Maupun Dewasa ?
12 langkah cuci tangan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh WHO
1. Basahi kedua tangan dengan air mengalir.
2. Beri sabun secukupnya.
3. Gosok kedua telapak tangan dan punggung tangan.
4. Gosok sela-sela jari kedua tangan.
5. Gosok kedua telapak dengan jari-jari rapat.
6. Jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan, dan sebaliknya.
7. Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, dan sebaliknya.
8. Gosokkan kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
9. Basuh dengan air.
10. Keringkan tangan dengan tisu (handuk tidak direkomendasikan karena lembab terus menerus malah menyimpan bakteri).
11. Matikan kran air dengan tisu.
12. Tangan sudah bersih.
Mudahkan?
Faktanya adalah...
"Saat seseorang mencuci tangannya dengan sabun dan air menghilangkan 92% organisme (penyebab penyakit infeksi) di tangan."
Disampaikan Saat Promosi Sehat bersama Halo Kemkes
Mmm, Mari Biasakan Mencuci Tangan Pakai Sabun Minimal Sebelum Makan, Setelah Makan, Setelah dari Toilet...
Agar Hidup Makin Sehat dan Berkah...
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @nurlienda
15 Oktober adalah Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia..
Bagaimana Langkah Cuci Tangan Panduan WHO untuk Anak Maupun Dewasa ?
12 langkah cuci tangan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh WHO
1. Basahi kedua tangan dengan air mengalir.
2. Beri sabun secukupnya.
3. Gosok kedua telapak tangan dan punggung tangan.
4. Gosok sela-sela jari kedua tangan.
5. Gosok kedua telapak dengan jari-jari rapat.
6. Jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan, dan sebaliknya.
7. Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, dan sebaliknya.
8. Gosokkan kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
9. Basuh dengan air.
10. Keringkan tangan dengan tisu (handuk tidak direkomendasikan karena lembab terus menerus malah menyimpan bakteri).
11. Matikan kran air dengan tisu.
12. Tangan sudah bersih.
Mudahkan?
Faktanya adalah...
"Saat seseorang mencuci tangannya dengan sabun dan air menghilangkan 92% organisme (penyebab penyakit infeksi) di tangan."
Disampaikan Saat Promosi Sehat bersama Halo Kemkes
Mmm, Mari Biasakan Mencuci Tangan Pakai Sabun Minimal Sebelum Makan, Setelah Makan, Setelah dari Toilet...
Agar Hidup Makin Sehat dan Berkah...
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @nurlienda
Langkah Cuci Tangan Panduan WHO untuk Anak Maupun Dewasa
Bismillah..
Mencuci tangan jauh lebih penting ketimbang berusaha membasmi semua kuman yang ada di lingkungan Anda, ujar Charles Gerba, Ph.D., mikrobiologis dari University of Arizona. Dalam penelitiannya tentang kuman yang paling banyak mendekam di tempat umum, ternyata lantai toilet, keran di wastafel serta wastafel itu sendiri adalah tempat paling jorok. Di sekolah, alat-alat tulis adalah 'hot spot' di mana kuman berada (dan sering berpindah tangan!). Sementara di rumah, remote TV bisa jadi 'berlimpahan' kuman seperti juga spon cuci piring yang dinyatakan lebih penuh mikroba dibandingkan kloset.
Oleh karenanya, Mari kita galakkan gerakan mencuci tangan dengan sabun untuk kurangi risiko terkena diare dan penyakit lainnya...
Cuci Tangan untuk Anak, Pentingkah?
Tahukah Bunda?
Sekitar 760.000 balita meninggal tiap tahunnya karena diare.
"Saat seseorang mencuci tangannya dengan sabun dan air menghilangkan 92% organisme (penyebab penyakit infeksi) di tangan."
Sumber : Journal of Environmental Research and Public Health
Mari tanamkan ide mencuci tangan agar datang dari dirinya sendiri, kemungkinan besar anak akan menjadi lebih mudah (dan suka) mencuci tangannya.
Bagaimana dengan Bunda?
Bukankah Bunda yang paling sering memeluk, mencium, dan membelai Si Kecil?
Jangan-jangan Bunda yang 'mengantarkan' kuman-kuman itu padanya?
Jadi... Ayo Bun, cuci tangan sesering mungkin. Mulai dari Sekarang!
Sudahkah Bunda dan Putra/inya mencuci tangan hari ini?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow Saya di Twitter: @nurlienda
Mencuci tangan jauh lebih penting ketimbang berusaha membasmi semua kuman yang ada di lingkungan Anda, ujar Charles Gerba, Ph.D., mikrobiologis dari University of Arizona. Dalam penelitiannya tentang kuman yang paling banyak mendekam di tempat umum, ternyata lantai toilet, keran di wastafel serta wastafel itu sendiri adalah tempat paling jorok. Di sekolah, alat-alat tulis adalah 'hot spot' di mana kuman berada (dan sering berpindah tangan!). Sementara di rumah, remote TV bisa jadi 'berlimpahan' kuman seperti juga spon cuci piring yang dinyatakan lebih penuh mikroba dibandingkan kloset.
Oleh karenanya, Mari kita galakkan gerakan mencuci tangan dengan sabun untuk kurangi risiko terkena diare dan penyakit lainnya...
Cuci Tangan untuk Anak, Pentingkah?
Tahukah Bunda?
Sekitar 760.000 balita meninggal tiap tahunnya karena diare.
"Saat seseorang mencuci tangannya dengan sabun dan air menghilangkan 92% organisme (penyebab penyakit infeksi) di tangan."
Sumber : Journal of Environmental Research and Public Health
Mari tanamkan ide mencuci tangan agar datang dari dirinya sendiri, kemungkinan besar anak akan menjadi lebih mudah (dan suka) mencuci tangannya.
Bagaimana dengan Bunda?
Bukankah Bunda yang paling sering memeluk, mencium, dan membelai Si Kecil?
Jangan-jangan Bunda yang 'mengantarkan' kuman-kuman itu padanya?
Jadi... Ayo Bun, cuci tangan sesering mungkin. Mulai dari Sekarang!
Sudahkah Bunda dan Putra/inya mencuci tangan hari ini?
Ingin ngobrol dengan saya? Follow Saya di Twitter: @nurlienda
Cuci Tangan Untuk Anak, Pentingkah?
Bismillah...
Bayi sedang mengalami masa pertumbuhan yang pesat ketika berusia 0-5 tahun. Pada masa tsb baik bayi maupun balita rentan terkena anemia. Faktanya, Prevelensi anemia pada balita mencapai 30 - 40% berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa lembaga kesehatan di Indonesia.
Apakah Anemia itu?
Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar sel darah merah atau hemoglobin (Hb) di bawah normal. Sedangkan Anemia Defisiensi Besi merupakan anemia yg disebabkan kurangnya zat besi untuk mensintesis hemoglobin.
Pada bayi maupun balita, Anemia Defisiensi Besi akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan serta mempengaruhi fungsi tubuh secara normal. Bayi dan balita akan mudah terserang penyakit karena penurunan daya tahan tubuh.
Berapa batasan normal kadar Hb?
Batasan normal kadar hemoglobin anak 6 bulan s/d 6 tahun adalah 11 mg/dl
(Sumber WHO)
Apa penyebab terjadinya anemia?
Menurut penelitian di negara berkembang, bayi yang lahir dari ibu penderita anemia kemungkinan akan menderita Anemia Defisiensi Besi, berat badan lebih rendah, premature dan meningkatnya mortalitas (Acedemi of Sciences 1990). Penyebab Anemia Defisiensi Besi pada bayi dan balita adalah:
1. Balita kurang mendapat sumber zat besi pada makanannya.
2. Pola makan sebagian besar terdiri dari nasi dan menu yang kurang beragam.
3. Cadangan zat besi waktu lahir tidak cukup karena berat lahir rendah, lahir premature, kembar,ibu waktu mengandung menderita anemia dan pada masa fetus kehilangan darah saat atau sebelum persalinan.
4. Bayi dan Balita mengalami pertumbuhan cepat.
5. Absorsi kurang karena diare menahun, sindrom malabsorbsi, dan kelainan saluran pencernaan.
6. Adanya infeksi menahun dan kehilangan darah.
7. Infeksi parasit seperti cacing tambang.
Berapakah kebutuhan zat besi bayi dan balita?
0-6 bulan memerlukan 0.27 mg/hari,
7-12 bulan memerlukan 11 mg /hari,
7 mg/hari untuk usia 1-3 tahun,
10 mg/hari untuk usia 4-8 tahun
Bagaimana gejala bayi maupun balita yang mengalami anemia?
Bayi dan Balita yang menderita anemia defisiensi besi akan terlihat pucat, lesu, dan tidak bergairah. Jika tidak segera diatasi, balita tersebut akan mengalami ganguan tumbuh kembang seperti gangguan nafsu makan, kuku seperti sendok, dan ganguan belajar. Tranfusi darah tidak rutin diberikan pada balita dengan anemia defisiensi besi, kecuali dia mengalami keadaan yang berat atau kadar Hbnya
sangat rendah.
Bagaimana cara pengobatan anemia?
Pengobatan anemia defisiensi besi, yang utama adalah pemberian obat yang mengandung zat besi dan makanan yang banyak mengandung zat besi. Seperti, daging berwarna merah, hati ayam, sayuran hijau dsb. Periksalah kandungan Hb dalam darah bayi dan balita. Jika ternyata Hb-nya sangat rendah, mungkin memang perlu tranfusi darah.
Makanan apa saja yang mengandung banyak zat Besi?
Bersambung....
Bayi sedang mengalami masa pertumbuhan yang pesat ketika berusia 0-5 tahun. Pada masa tsb baik bayi maupun balita rentan terkena anemia. Faktanya, Prevelensi anemia pada balita mencapai 30 - 40% berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa lembaga kesehatan di Indonesia.
Apakah Anemia itu?
Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar sel darah merah atau hemoglobin (Hb) di bawah normal. Sedangkan Anemia Defisiensi Besi merupakan anemia yg disebabkan kurangnya zat besi untuk mensintesis hemoglobin.
Pada bayi maupun balita, Anemia Defisiensi Besi akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan serta mempengaruhi fungsi tubuh secara normal. Bayi dan balita akan mudah terserang penyakit karena penurunan daya tahan tubuh.
Berapa batasan normal kadar Hb?
Batasan normal kadar hemoglobin anak 6 bulan s/d 6 tahun adalah 11 mg/dl
(Sumber WHO)
Apa penyebab terjadinya anemia?
Menurut penelitian di negara berkembang, bayi yang lahir dari ibu penderita anemia kemungkinan akan menderita Anemia Defisiensi Besi, berat badan lebih rendah, premature dan meningkatnya mortalitas (Acedemi of Sciences 1990). Penyebab Anemia Defisiensi Besi pada bayi dan balita adalah:
1. Balita kurang mendapat sumber zat besi pada makanannya.
2. Pola makan sebagian besar terdiri dari nasi dan menu yang kurang beragam.
3. Cadangan zat besi waktu lahir tidak cukup karena berat lahir rendah, lahir premature, kembar,ibu waktu mengandung menderita anemia dan pada masa fetus kehilangan darah saat atau sebelum persalinan.
4. Bayi dan Balita mengalami pertumbuhan cepat.
5. Absorsi kurang karena diare menahun, sindrom malabsorbsi, dan kelainan saluran pencernaan.
6. Adanya infeksi menahun dan kehilangan darah.
7. Infeksi parasit seperti cacing tambang.
Berapakah kebutuhan zat besi bayi dan balita?
0-6 bulan memerlukan 0.27 mg/hari,
7-12 bulan memerlukan 11 mg /hari,
7 mg/hari untuk usia 1-3 tahun,
10 mg/hari untuk usia 4-8 tahun
Bagaimana gejala bayi maupun balita yang mengalami anemia?
Bayi dan Balita yang menderita anemia defisiensi besi akan terlihat pucat, lesu, dan tidak bergairah. Jika tidak segera diatasi, balita tersebut akan mengalami ganguan tumbuh kembang seperti gangguan nafsu makan, kuku seperti sendok, dan ganguan belajar. Tranfusi darah tidak rutin diberikan pada balita dengan anemia defisiensi besi, kecuali dia mengalami keadaan yang berat atau kadar Hbnya
sangat rendah.
Bagaimana cara pengobatan anemia?
Pengobatan anemia defisiensi besi, yang utama adalah pemberian obat yang mengandung zat besi dan makanan yang banyak mengandung zat besi. Seperti, daging berwarna merah, hati ayam, sayuran hijau dsb. Periksalah kandungan Hb dalam darah bayi dan balita. Jika ternyata Hb-nya sangat rendah, mungkin memang perlu tranfusi darah.
Makanan apa saja yang mengandung banyak zat Besi?
Bersambung....
Anemia pada Bayi dan Balita serta Cara Menanganinya
Bismillah...
Anak-anak dikenal dengan susah makan.
Mengapa anak susah makan?
Sebenarnya banyak faktor yang membuat anak susah makan?
Salah satunya adalah dari pengasuhnya...
Beberapa faktor dari pengasuh yang mempengaruhi anak menjadi susah makan:
#1. Terlalu cemas anaknya kurang gizi bila tidak menghabiskan makanannya
Terkadang Bunda maupun pengasuh suka memaksakan makanan agar habis, padahal mungkin kapasitas lambung anak sudah penuh.
#2. Obsesif, kaku dalam jumlah dan jadwal makan
#3. Cara pemberian makan tidak konsisten
#4. Kurang Sabar, tergesa-gesa, cenderung marah pada saat pemerian makan
Terkadang kita memberikan makan anak dengan tergesa-gesa, bisa dikarenakan karena mepet dengan jadwal kantor atau dengan pekerjaan rumah tangga lainnya... Sebaiknya memberi makan kepada anak dengan tenang... Lebih sabar dan tidak marah. Coba cara berbicara dengan anak menggunakan suara yang lembut dan intonasi yang baik.
#5. Terlalu Rewel dan komentar negatif
Jika anak agak susah makan, sebaiknya bunda maupun pengasuh jangan mencereweti anak.. Apalagi keluar kata-kata seperti sumpah serapah... Terlalu banyak komentar, apalagi komentar negatif terhadap anak, akan menurunkan kepercayaan diri anak dan membuatnya malas makan... Karena baginya, makan adalah suatu kegiatan yang kurang menyenangkan... Baiknya, Bunda memberi penjelasan tentang pentingnya makan bagi tubuh anak dan dampak apabila tidak makan terhadap kesehatannya...
Menurut Bunda, Faktor apa yang bisa mempengaruhi anak susah makan? Mari berbagi disini...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter Saya di @nurlienda
Anak-anak dikenal dengan susah makan.
Mengapa anak susah makan?
Sebenarnya banyak faktor yang membuat anak susah makan?
Salah satunya adalah dari pengasuhnya...
Beberapa faktor dari pengasuh yang mempengaruhi anak menjadi susah makan:
#1. Terlalu cemas anaknya kurang gizi bila tidak menghabiskan makanannya
Terkadang Bunda maupun pengasuh suka memaksakan makanan agar habis, padahal mungkin kapasitas lambung anak sudah penuh.
#2. Obsesif, kaku dalam jumlah dan jadwal makan
Terkadang Bunda maupun pengasuh fokus pada keteraturan jadwal makan. Terlalu kaku, dan terkesan memaksakan, membuat anak menjadi enggan makan... Bunda bisa lebih fleksibel untuk jumlah makanan yang dikonsumsinya, karena mungkin kondisi anak masih kenyang..
Oleh karenanya, pastikan anak tidak mengkonsumsi susu maupun snack yang agak berat 1-2 jam sebelum makan. Karena, makanan baru terserap sekitar 3-4 jam loh...
Oleh karenanya, pastikan anak tidak mengkonsumsi susu maupun snack yang agak berat 1-2 jam sebelum makan. Karena, makanan baru terserap sekitar 3-4 jam loh...
#3. Cara pemberian makan tidak konsisten
Maksudnya adalah, terkadang Bunda memberikan makan terlalu pagi untuk sarapan, atau bahkan terlalu siang.. Sehingga mood dan nafsu makannya keburu hilang.. Apalagi, jika minum susu terlebih dulu. Maka nafsu makannya akan semakin hilang... Oleh karenanya, coba cara pemberian makan dengan jadwal yang teratur namun tidak kaku, suasana yang menyenangkan dan buat waktu makan adalah sarana untuk bonding dan bergembira bersama...
#4. Kurang Sabar, tergesa-gesa, cenderung marah pada saat pemerian makan
Terkadang kita memberikan makan anak dengan tergesa-gesa, bisa dikarenakan karena mepet dengan jadwal kantor atau dengan pekerjaan rumah tangga lainnya... Sebaiknya memberi makan kepada anak dengan tenang... Lebih sabar dan tidak marah. Coba cara berbicara dengan anak menggunakan suara yang lembut dan intonasi yang baik.
#5. Terlalu Rewel dan komentar negatif
Jika anak agak susah makan, sebaiknya bunda maupun pengasuh jangan mencereweti anak.. Apalagi keluar kata-kata seperti sumpah serapah... Terlalu banyak komentar, apalagi komentar negatif terhadap anak, akan menurunkan kepercayaan diri anak dan membuatnya malas makan... Karena baginya, makan adalah suatu kegiatan yang kurang menyenangkan... Baiknya, Bunda memberi penjelasan tentang pentingnya makan bagi tubuh anak dan dampak apabila tidak makan terhadap kesehatannya...
Menurut Bunda, Faktor apa yang bisa mempengaruhi anak susah makan? Mari berbagi disini...
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter Saya di @nurlienda
Faktor yang Pengaruhi Anak Susah Makan
Bismillah....
Kebiasaan makan dan tidur anak ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan giginya...
Yuk rawat dan jaga kesehatannya....
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda
Kebiasaan makan dan tidur anak ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan giginya...
Kebiasaan minum susu melalui botol dot pada anak sebelum tidur adalah suatu kebiasaan yang banyak kita jumpai. Tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan itu berkontribusi besar terhadap risiko terjadinya gigi berlubang? Penyebab paling sering dari kerusakan gigi pada bayi adalah pemberian susu dengan botol sampai anak tertidur, baik itu susu formula maupun ASI. Kedua jenis susu tersebut sama-sama mengandung laktosa, satu jenis gula yang bersama plak gigi akan menyebabkan pengikisan email gigi susu hingga akhirnya gigi berlubang.
Perlu diperhatikan bahwa bukan hanya susu saja penyebab gigi berlubang. Minuman atau makanan lainnya yang mengandung gula yang diberikan dengan botol merupakan penyebab terjadinya lubang atau karies pada gigi anak. Terlebih lagi jika diberikan pada saat menjelang waktu tidur.
Kok Bisa?
Pada saat tidur kandungan gula dari minuman akan tersimpan dan tergenang lebih lama di dalam mulut, sehingga mengakibatkan pertumbuhan bakteri penyebab lubang pada gigi lebih subur. Ditambah pula, biasanya ketika tidur aliran air liur itu berkurang. Jadinya, genangan air minum berkandungan gula yang mudah merusak gigi itu menjadi tertahan oleh dot diantara lidah, gigi, langit-langit juga sekitar bibir.
Alhasil, kerusakan gigi yang ditimbulkan adalah gigi anak menjadi berlubang. Sindrom ini di dalam medis dikenal dengan istilah nursing bottle caries.
Biasanya gigi yang biasanya terserang pada karies botol ini adalah gigi-gigi depan atas terutama bagian depannya (labial) dan gigi geraham atas terutama pada bagian yang menghadap langit-langit (palatal). Gigi depan bawah tidak mengalami kerusakan dikarenakan gigi-gigi tersebut terlindungi oleh lidah dan air liur. Oleh Karenanya, coba terapkan rutinitas makan, bermain, membersihkan gigi lalu tidur bagi anak. Dengan demikian ia tidak terbiasa ‘ngedot’ di tempat tidur...
Gigi anak pun sehat, bersih terawat. Sehingga asupan makanan tidak terganggu dan anak menjadi sehat dan ceria...
Bagaimana dengan putra-putri Anda?
Bagaimana, Bun? Masih Mau ngebiarin anak ngedot?
Gigi yang sehat adalah investasi anak di kemudian hari...Yuk rawat dan jaga kesehatannya....
Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda
Ngedot Menentukan Kesehatan Gigi Anak
Bismillah...
Musim liburan hampir tiba,,,
#3. Seledri dapat membersihkan gigi
Selain tiga makanan diatas, terdapat makanan lain...
Apakah Anda memiliki informasi mengenainya? Mari berbagi informasinya disini...
Terima Kasih, Semoga Bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow saya di twitter @nurlienda
Musim liburan hampir tiba,,,
Ketika liburan seringkali kita mencoba wisata kuliner bersama anggota keluarga...
Baik anak-anak maupun dewasa, sangat senang mencoba makanan baru...
Namun demikian, akibat merasa lelah dan capek seharian berekreasi, seringkali kita lupa menggosok gigi di malam hari... Atau mungkin sikat gigi dan pasta gigi kita tertinggal dan malas untuk mengambil atau membelinya...
Oleh karenanya, kita bisa mensiasati kondisi tersebut melalui makanan yang bisa membantu membersihkan gigi dan rongga mulut. Empat makanan yang bisa membantu menggosok gigi anak dan dewasa di saat darurat:
#1. Apel dipercaya sebagai pasta gigi alami
Apel adalah buah yang pertama kali ditanam di Asia Tengah. Nama ilmiahnya, Malus domestica. Pada umumnya, apel dibudidayakan di dataran tinggi atau daerah yang dingin. Kandungan nutrisi buah apel ini beragam, dan jumlah vitamin C serta airnya cukup banyak.
Sejak jaman dahulu, apel ini dipercaya sebagai pasta gigi alami. Coba saja rasakan, ketika makan buah apel, ada rasa kesat pada gigi. Kandungan vitamin C dan airnya, bisa membantu merawat gusi dan memaksimalkan apel sebagai pasta gigi darurat.
#2. Wortel baik untuk gigi
Wortel adalah sayuran umbi berwarna orange yang teksturnya menyerupai tekstur kayu. Rasanya manis, kaya akan vitamin A, dan zat besi yang baik untuk gigi. Sama seperti apel, wortel ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pasta gigi darurat cukup dengan mengunyahnya beberapa kali. Rasa kesat dan bersih akan dirasakan gigi, dan Anda pun siap beraksi.
#3. Seledri dapat membersihkan gigi
Menurut drg Novandyta Hapsari, SpKG dalam talkshow “Don’t Let Your Teeth Reveal Your Age” menyatakan bahwa seledri bermanfaat untuk menjaga mulut dan gigi tetap bersih. Caranya cukup dikunyah saja. Tekstur makanan yang renyah itu bagus untuk menyingkirkan plak serta memoles gigi dan gusi. Jenis makanan seperti seledri, apel, dan pir bermanfaat memperbanyak produksi air liur sehingga melumpuhkan bakteri penyebab gigi berlubang. Untuk hasil maksimal, pilih seledri yang masih segar dan berwarna hijau.
Selain tiga makanan diatas, terdapat makanan lain...
Apakah Anda memiliki informasi mengenainya? Mari berbagi informasinya disini...
Terima Kasih, Semoga Bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow saya di twitter @nurlienda
Makanan yang Bisa Membantu Membersihkan Gigi Anak dan Dewasa
Bismillah...
Makanan dan minuman yang bersifat manis dan lengket mudah tersangkut di Gigi Anak Maupun dewasa... Hal ini menjadi media bakteri untuk tumbuh dan bersarang di gusi dan gigi...Mengakibatkan suasana mulut menjadi asam... Apabila rongga mulut bersifat asam, membuat email gigi mudah terkikis sehingga gigi menjadi mudah berlubang...
#2. Tepung putih dan tepung gandum yang sudah diolah (yang hanya mengandung sedikit serat) juga dapat merusak gigi.
#4. Kopi, soda, dan jus buah dengan pewarna dapat mengubah warna gigi.
Bagaimana, Masih mau mengkonsumsi makanan yang kurang baik untuk gigi anak maupun dewasa ?
Selain makanan dan minuman di atas, Apakah Anda memiliki saran untuk makanan dan minuman yang perlu diwaspadai terhadap kesehatan gigi anak dan dewasa ?
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Anak-anak sangat menyukai makanan dan minuman yang manis-manis...
Sebut saja coklat, permen, minuman aneka rasa, soda, merupakan makanan dan minuman yang disenangi oleh putra dan putri kita...Makanan dan minuman yang bersifat manis dan lengket mudah tersangkut di Gigi Anak Maupun dewasa... Hal ini menjadi media bakteri untuk tumbuh dan bersarang di gusi dan gigi...Mengakibatkan suasana mulut menjadi asam... Apabila rongga mulut bersifat asam, membuat email gigi mudah terkikis sehingga gigi menjadi mudah berlubang...
Menurut American Dental Hygienists' Association, berikut ini adalah makanan dan minuman yang kurang bagus untuk gigi:
#1. Semua makanan yang mengandung tinggi gula (seperti gula putih, gula merah, jus konsentrat, gula jagung, selai, permen, permen cokelat) dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dalam hitungan jam setelah makanan dikonsumsi, apabila gigi tidak dibersihkan dengan baik setelah mengkonsumsinya.
#2. Tepung putih dan tepung gandum yang sudah diolah (yang hanya mengandung sedikit serat) juga dapat merusak gigi.
#3. Roti, crackers, cookies, donat, sereal, muffin, aneka produk pastry seharusnya dihindari, jika Anda tidak dapat menggosok gigi sesaat setelah Anda mengonsumsinya.
#4. Kopi, soda, dan jus buah dengan pewarna dapat mengubah warna gigi.
Bagaimana, Masih mau mengkonsumsi makanan yang kurang baik untuk gigi anak maupun dewasa ?
Selain makanan dan minuman di atas, Apakah Anda memiliki saran untuk makanan dan minuman yang perlu diwaspadai terhadap kesehatan gigi anak dan dewasa ?
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Makanan dan Minuman yang Kurang Baik untuk Gigi Anak maupun Dewasa
Bismillah...
Saat ini, kita mudah mendapatkan makanan maupun minuman di sekitar kita...
Namun demikian, beberapa diantaranya ada yang kurang baik bagi kesehatan seperti soda, jeroan dkk. Nah, Adakah Menu Makanan yang Bantu Menjaga Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa?
Menurut American Dental Hygienists Association, makanan dan minuman yang baik untuk gigi adalah sebagai berikut:
#1. Green tea mengandung antioksidan dan polifenol yang dapat mencegah munculnya plak pada gigi, juga mengurangi kemungkinan munculnya lubang pada gigi dan radang gusi.
#2. Buah-buahan, seperti apel, stroberi, berbagai jenis jeruk, kiwi, dan buah lain yang tinggi kandungan vitamin C-nya. Vitamin C adalah salah satu komponen penting dari kolagen yang berfungsi seperti semen yang melekatkan satu sel dengan sel yang lain. Bukan hanya membuat kulit sehat, tetapi juga mencegah peradangan gusi.
#3. Produk hewani, seperti daging sapi, ayam, dan telur. Mengandung mineral fosfor yang bersamaan dengan vitamin D dan kalsium dapat membentuk sistem tulang dan gigi yang kuat.
#4. Air putih. Membersihkan rongga mulut dan membantu ludah untuk bekerja menyalurkan mineral penting ke dalam pori gigi. Air juga membuat gusi menjadi lentur dan membantu membersihkan sisa makanan dari sela gigi yang dapat mengakibatkan peradangan dan bau napas kurang sedap.
#5. Susu dan yoghurt yang tidak ditambah gula. Selain kandungan kalsiumnya, susu dan yogurt memiliki tingkat keasaman yang rendah, yang dapat memperlambat terjadinya erosi pada gigi.
Namun demikian, kita perlu memperhatikan kemasan dari susu maupun produk susu lebih teliti, karena sebagian besar produk yang beredar dipasaran sudah ditambahkan susu didalamnya.
Bagaimana menurutmu?
Hmmm, Menurut Sobat, Adakah Makanan yang Merusak Gigi Anak dan Dewasa?
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Saat ini, kita mudah mendapatkan makanan maupun minuman di sekitar kita...
Namun demikian, beberapa diantaranya ada yang kurang baik bagi kesehatan seperti soda, jeroan dkk. Nah, Adakah Menu Makanan yang Bantu Menjaga Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa?
Menurut American Dental Hygienists Association, makanan dan minuman yang baik untuk gigi adalah sebagai berikut:
#1. Green tea mengandung antioksidan dan polifenol yang dapat mencegah munculnya plak pada gigi, juga mengurangi kemungkinan munculnya lubang pada gigi dan radang gusi.
#2. Buah-buahan, seperti apel, stroberi, berbagai jenis jeruk, kiwi, dan buah lain yang tinggi kandungan vitamin C-nya. Vitamin C adalah salah satu komponen penting dari kolagen yang berfungsi seperti semen yang melekatkan satu sel dengan sel yang lain. Bukan hanya membuat kulit sehat, tetapi juga mencegah peradangan gusi.
#3. Produk hewani, seperti daging sapi, ayam, dan telur. Mengandung mineral fosfor yang bersamaan dengan vitamin D dan kalsium dapat membentuk sistem tulang dan gigi yang kuat.
#4. Air putih. Membersihkan rongga mulut dan membantu ludah untuk bekerja menyalurkan mineral penting ke dalam pori gigi. Air juga membuat gusi menjadi lentur dan membantu membersihkan sisa makanan dari sela gigi yang dapat mengakibatkan peradangan dan bau napas kurang sedap.
#5. Susu dan yoghurt yang tidak ditambah gula. Selain kandungan kalsiumnya, susu dan yogurt memiliki tingkat keasaman yang rendah, yang dapat memperlambat terjadinya erosi pada gigi.
Namun demikian, kita perlu memperhatikan kemasan dari susu maupun produk susu lebih teliti, karena sebagian besar produk yang beredar dipasaran sudah ditambahkan susu didalamnya.
Bagaimana menurutmu?
Hmmm, Menurut Sobat, Adakah Makanan yang Merusak Gigi Anak dan Dewasa?
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Menu Makanan yang Bantu Menjaga Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa
Bismillah...
Gigi dan rongga mulut, merupakan dapur tubuh dalam menghaluskan makanan.
Ternyata, Makanan Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa...
Untuk lengkapnya, mari perhatikan infografis berikut:
Gigi dan rongga mulut, merupakan dapur tubuh dalam menghaluskan makanan.
Ternyata, Makanan Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa...
Untuk lengkapnya, mari perhatikan infografis berikut:
Secara umum, makanan diatas dikelompokkan berdasarkan tingkat keasaman yakni asam maupun basa. Makanan yang asam seperti gula, susu dan produk turunannya apabila ditambah air liur maka akan menempel pada email gigi. Penumpukkan sisa makanan pada gigi, menjadi media bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini mengakibatkan gigi menjadi karies dan berlubang. Ilustrasi mudahnya seperti gambar berikut:
Oleh karenanya, kita perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak maupun dewasa. Terutama sisa makanan yang perlu dibersihkan, minimal 2x setiap hari, yakni pagi dan malam.
Cara menyikat giginya pun perlu diperhatikan. Bukan hanya sekedar menyikat, tapi ada panduannya loh… Jika penasaran melihat panduan menyikat gigi dengan yang benar, Silahkan berkunjung pada artikel Tips Merawat Gigi pada halaman sebelumnya...
Menurut sobat, makanan apa yang paling berpengaruh terhadap kesehatan gigi?
Berdasarkan pengalaman yang pernah dialami.. Maupun info yang ramai beredar saat ini...
Semoga bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Makanan yang Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa
Bismillah....
Tips merawat gigi anak, adalah dengan mengajarinya menggosok gigi sedini mungkin.
5 Langkah lanjutan tips merawat gigi anak:
1. Pindahkan sikat gigi ke posisi vertikal dan fokus dan gigi depan atas dan bawah dalam. Ini adalah bagian gigi tempat plak sering berkumpul.
2. Bersihkan gigi pada seluruh permukaan gigi sampai ke celah-celah gigi dan saku gusi. Jarak saku gusi terletak 1-5 mm dari gigi.
3. Bukalah mulut Anda lebar-lebar dan sikat juga permukaan lidah, bagian dalam pipi dan lagit-langit mulut. Tahap ini merupakan langkah penting dalam menyikat gigi yang benar, karena kotoran bisa menjadi 80 persen penyebab bau mulut.
4. Bila dirasa kurang bersih, bisa diulang kembali cara-cara di atas.
5. Setelah selesai, bilas mulut dan sikat gigi dengan air bersih. Dan rendam sikat gigi beberapa menit di dalam air untuk membunuh bakteri mulut yang mungkin tertinggal di sikat gigi.
Apakah perlu menggunakan pasta gigi?
Pasta gigi sebaiknya tidak digunakan sebelum anak berusia 18 bulan. Gunakan pasta gigi dengan kadar fluoride rendah. Sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter gigi mengenai pemilihan pasta gigi anak. Demikian tips merawat gigi anak, Apa Anda memiliki tips lain yang bisa disharingkan?
Silahkan Membaca artikel menarik yang yang cukup penting ini Tips Merawat Gigi Anak Bagian 1
Semoga bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Tips merawat gigi anak, adalah dengan mengajarinya menggosok gigi sedini mungkin.
5 Langkah lanjutan tips merawat gigi anak:
1. Pindahkan sikat gigi ke posisi vertikal dan fokus dan gigi depan atas dan bawah dalam. Ini adalah bagian gigi tempat plak sering berkumpul.
2. Bersihkan gigi pada seluruh permukaan gigi sampai ke celah-celah gigi dan saku gusi. Jarak saku gusi terletak 1-5 mm dari gigi.
3. Bukalah mulut Anda lebar-lebar dan sikat juga permukaan lidah, bagian dalam pipi dan lagit-langit mulut. Tahap ini merupakan langkah penting dalam menyikat gigi yang benar, karena kotoran bisa menjadi 80 persen penyebab bau mulut.
4. Bila dirasa kurang bersih, bisa diulang kembali cara-cara di atas.
5. Setelah selesai, bilas mulut dan sikat gigi dengan air bersih. Dan rendam sikat gigi beberapa menit di dalam air untuk membunuh bakteri mulut yang mungkin tertinggal di sikat gigi.
Apakah perlu menggunakan pasta gigi?
Pasta gigi sebaiknya tidak digunakan sebelum anak berusia 18 bulan. Gunakan pasta gigi dengan kadar fluoride rendah. Sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter gigi mengenai pemilihan pasta gigi anak. Demikian tips merawat gigi anak, Apa Anda memiliki tips lain yang bisa disharingkan?
Silahkan Membaca artikel menarik yang yang cukup penting ini Tips Merawat Gigi Anak Bagian 1
Semoga bermanfaat...
Ingin ngobrol dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda
Tips Merawat Gigi Anak Bagian 2
Bismillah...
Merawat gigi anak merupakan langkah yang diperlukan agar anak bisa makan dengan baik...
Kesehatan gigi anak secara tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan anak secara umum...
Kebiasaan mengemut makanan, mengkonsumsi susu menggunakan dot, tidak membersihkan gigi sehabis makan, merupakan kebiasaan yang kurang baik... Dan akan berefek terhadap kesehatan gigi anak jangka panjang...
Oleh karenanya, merawat gigi anak sebaiknya dimulai sedini mungkin... Agar gigi sehat dan tidak berlubang... Menurut Juliette Scott, dokter gigi spesialis gigi anak dari Australian Dental Association, kebiasaan merawat gigi dan mulut bisa dimulai sejak bayi berusia 4 bulan. “Anda bisa menggunakan kain basah untuk membersihkan bagian dalam mulut sambil memberi gusi sedikit pijatan”.
Apakah Pertumbuhan Gigi Anak Kita Sesuai Usianya?
Untuk lengkapnya, mari perhatikan gambar berikut:
Jika sudah mengetahui pertumbuhan gigi anak, bagaimana tips merawat gigi anak yang mudah?
1. Mulailah dengan menyikat gigi yang digunakan untuk mengunyah untuk menghilangkan sisa-sisa makanan.
2. Sikat gigi dimiringkan dan disikat memutar dengan sudut sedikat 45 derajat.
3. Hilangkan kebiasaan buruk menyikat gigi dengan gerakan kiri-kanan. Gerakan yang benar adalah ‘merah-putih’, yaitu dari gusi ke gigi dan searah.
4. Sikat gigi dengan lembut untuk membantu mengurangi plak dan merangsang gusi. Lakukan pijatan gusi untuk memperlancar peredaran darah.
Bersambung ke Tips Merawat Gigi Anak Bagian 2...
Ingin Ngobrol dengan Saya?
Follow Twitter saya di @nurlienda
Merawat gigi anak merupakan langkah yang diperlukan agar anak bisa makan dengan baik...
Kesehatan gigi anak secara tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan anak secara umum...
Kebiasaan mengemut makanan, mengkonsumsi susu menggunakan dot, tidak membersihkan gigi sehabis makan, merupakan kebiasaan yang kurang baik... Dan akan berefek terhadap kesehatan gigi anak jangka panjang...
Oleh karenanya, merawat gigi anak sebaiknya dimulai sedini mungkin... Agar gigi sehat dan tidak berlubang... Menurut Juliette Scott, dokter gigi spesialis gigi anak dari Australian Dental Association, kebiasaan merawat gigi dan mulut bisa dimulai sejak bayi berusia 4 bulan. “Anda bisa menggunakan kain basah untuk membersihkan bagian dalam mulut sambil memberi gusi sedikit pijatan”.
Apakah Pertumbuhan Gigi Anak Kita Sesuai Usianya?
Untuk lengkapnya, mari perhatikan gambar berikut:
Jika sudah mengetahui pertumbuhan gigi anak, bagaimana tips merawat gigi anak yang mudah?
1. Mulailah dengan menyikat gigi yang digunakan untuk mengunyah untuk menghilangkan sisa-sisa makanan.
2. Sikat gigi dimiringkan dan disikat memutar dengan sudut sedikat 45 derajat.
3. Hilangkan kebiasaan buruk menyikat gigi dengan gerakan kiri-kanan. Gerakan yang benar adalah ‘merah-putih’, yaitu dari gusi ke gigi dan searah.
4. Sikat gigi dengan lembut untuk membantu mengurangi plak dan merangsang gusi. Lakukan pijatan gusi untuk memperlancar peredaran darah.
Bersambung ke Tips Merawat Gigi Anak Bagian 2...
Ingin Ngobrol dengan Saya?
Follow Twitter saya di @nurlienda
Tips Merawat Gigi Anak
Bismillah....
Buah dan sayur terkenal memiliki banyak manfaat untuk tubuh...
Kaya vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk masa pertumbuhan anak...
Selain itu juga berfungsi sebagai peningkat imunitas anak.
Apalagi di musim pancaroba seperti sekarang, dimana batuk dan pilek mudah menjangkit anak-anak kita...
Namun bagaimana caranya mengenalkan buah dan sayur untuk anak yang tidak menyukainya? Atau anak-anak yang susah makan buah dan sayur?
#1. Sajikan buah dan sayuran dalam bentuk yang disenanginya....
#4. Buatlah buah dan sayur menjadi permen kesukaannya...
Buah dan sayur terkenal memiliki banyak manfaat untuk tubuh...
Kaya vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk masa pertumbuhan anak...
Selain itu juga berfungsi sebagai peningkat imunitas anak.
Apalagi di musim pancaroba seperti sekarang, dimana batuk dan pilek mudah menjangkit anak-anak kita...
Namun bagaimana caranya mengenalkan buah dan sayur untuk anak yang tidak menyukainya? Atau anak-anak yang susah makan buah dan sayur?
#1. Sajikan buah dan sayuran dalam bentuk yang disenanginya....
Potongan Buah yang dibentuk menjadi es krim stik, akan membuat anak tertarik mencobanya..
Selain bisa dijadikan camilan sehat untuk anak, cara ini bantu penuhi kebutuhan buah anak...
#2. Campurkan buah dan sayur pada makanan kesukaan anak
Coklat, merupakan salah satu makanan yang disenangi anak...
Mencampur buah dg coklat adalah alternatif memberikan buah pada anak yang kurang menyukainya.
Mudah dibuat dan anak pun bisa terlibat dalam proses pembuatannya..
Sehingga suasana fun n happy akan lebih terbangun.... Komunikasi pun lebih lancar....
#3. Sajikan buah dan sayur menjadi minuman favorit, seperti jus/smoothies
Buah dan sayur dapat digabungkan menjadi berbagai jenis makanan dan minuman...
Cara ini bisa dilakukan untuk mensiasati anak yang tidak suka makan sayur maupun buah...
Mencampurnya dengan sedikit yogurt, membuatnya menjadi segelas smoothies yang lezat...
Mencampurnya dengan sedikit madu dan es.. bisa menjadi jus buah & sayur yang segar...
Permen, merupakan makanan jajanan favorit si Kecil...
Bagaimana mengatasi anak yang keranjingan makan permen yang berpotensi merusak gigi ?
Temukan jawabannya dengan berkreasi membuat permen menggunakan campuran sayur dan buah...
Selain terbebas bahan makanan tambahan kimia, permen homemade ini sehat dan kaya zat gizi...
#5. Sajikan buah dan sayur bervariasi baik warna maupun rasanya
Mengenalkan buah dan sayur yang beragam, membantu anak mengenali rasa, aroma dan teksturnya..
Sehingga anak terbiasa mengkonsumsi makanan sehat yang dibutuhkan pada periode emas kehidupannya... Membiasakan makan buah dan sayur = investasi jangka panjang untuk anak...
keteladanan orang tua dalam mengkonsumsi makanan sehat diperlukan anak untuk menguatkan sisi psikologis dan spiritualnya.... Let's Be a Great Role Model, Mom n Dad!
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Anak Susah Makan Buah dan Sayur ?
Bismillah...
Bahan makanan yang ada di sekitar kita memiliki warna warni yang beragam...
Apakah terdapat arti dalam warna makanan ?
Beberapa bahan makanan memiliki warna putih, hijau, kuning, oren, merah dan ungu...
Adakah manfaat warna bahan makanan untuk kesehatan anak dan dewasa ?
Fitokimia merupakan zat kimia alami yang terdapat di dalam tumbuhan dan dapat memberikan rasa, aroma atau warna pada tumbuhan itu. Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan zat-zat kombinasi fitokimia ini di dalam tubuh manusia memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi itu antara lain menghasilkan enzim-enzim sebagai penangkal racun (detoksifikasi), merangsang sistem pertahanan tubuh (imunitas), mencegah penggumpalan keping-keping darah (trombosit), menghambat sintesa kolesterol di hati , meningkatkan metabolisme hormon, meningkatkan pengenceran dan pengikatan zat karsinogen dalam liang usus, menimbulkan efek anti bakteri , anti virus dan anti oksidan, mengatur gula darah serta dapat menimbulkan efek anti kanker.
Fakta mengenai warna pada sayur dan buah-buahan: Warna yang menyehatkan
Pigmen yang memberi warna pada buah-buahan dan sayuran, selain membangkitkan selera makan, adalah juga fitokimia tertentu yang efeknya bervariasi. Ada sekitar 2000 macam pigmen pada tumbuhan yang sudah dikenal dan terdapat pada makanan kita, termasuk diantaranya 450 jenis karotenoid, 150 jenis anthosian dan 800 jenis flavonoid.
Anthosian merupakan fitokimia yang berwarna merah , banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran seperti arbei, ceri, anggur, rasberi dan semangka, bayam merah dll. Menurut penelitian anthosian dapat menghambat pembentukan enzim HMG-Co A reduktase yang berhubungan dengan pembentukan kolesterol, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol.
Flavonoid banyak terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran seperti seledri, buncis, brokoli, buahan seperti anggur merah, apel dan jeruk, teh hijau, dan bawang. Berfungsi meningkatkan aktifitas vitamin C sebagai antioksidan mencegah oksidasi LDL kolesterol yang dapat mengakibatkan kerusakan dinidng pembuluh narteri ( proses awal terjadinya atherosklerosis) dan menghambat penggumpalan keeping-keping darah sehingga baik untuk orang yang sudah mulai penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau orang pasca serangan/stroke.
Masih ragu untuk memberikan makanan yang berwarna-warni untuk anak?
Tentu sudah tidakkan...
Yuk berikan makanan yang sehat dan dengan cara pemberian yang baik..
Karena dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dengan pola makan yang baik dan hidup menjadi lebih sehat....
Semoga bermanfaat....
:')
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Bahan makanan yang ada di sekitar kita memiliki warna warni yang beragam...
Apakah terdapat arti dalam warna makanan ?
Beberapa bahan makanan memiliki warna putih, hijau, kuning, oren, merah dan ungu...
Adakah manfaat warna bahan makanan untuk kesehatan anak dan dewasa ?
Selain memiliki khasiat untuk tubuh, ternyata warna alami yang terdapat pada makanan,
merupakan ciri kandungan fitokimia loh...
Fitokimia berasal dari kata phytochemical . Phyto berarti tumbuhan atau tanaman dan chemical sama dengan zat kimia berarti zat kimia yang terdapat pada tanaman. Senyawa fitokimia tidak termasuk kedalam zat gizi karena bukan berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral maupun air.
Fitokimia merupakan zat kimia alami yang terdapat di dalam tumbuhan dan dapat memberikan rasa, aroma atau warna pada tumbuhan itu. Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan zat-zat kombinasi fitokimia ini di dalam tubuh manusia memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi itu antara lain menghasilkan enzim-enzim sebagai penangkal racun (detoksifikasi), merangsang sistem pertahanan tubuh (imunitas), mencegah penggumpalan keping-keping darah (trombosit), menghambat sintesa kolesterol di hati , meningkatkan metabolisme hormon, meningkatkan pengenceran dan pengikatan zat karsinogen dalam liang usus, menimbulkan efek anti bakteri , anti virus dan anti oksidan, mengatur gula darah serta dapat menimbulkan efek anti kanker.
Oleh karenanya penting untuk menghidangkan makanan yang bewarna-warni...
Selain membuat makanan menjadi lebih menarik dan nafsu makan anak meningkat,
Komposisi warna makanan ini membuat hidangan sehari-hari menjadi lebih beragam...
Karena tidak ada satupun bahan makanan yang memiliki zat gizi yang lengkap...
Mereka saling melengkapi satu sama lain....
Fakta mengenai warna pada sayur dan buah-buahan: Warna yang menyehatkan
Pigmen yang memberi warna pada buah-buahan dan sayuran, selain membangkitkan selera makan, adalah juga fitokimia tertentu yang efeknya bervariasi. Ada sekitar 2000 macam pigmen pada tumbuhan yang sudah dikenal dan terdapat pada makanan kita, termasuk diantaranya 450 jenis karotenoid, 150 jenis anthosian dan 800 jenis flavonoid.
Anthosian merupakan fitokimia yang berwarna merah , banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran seperti arbei, ceri, anggur, rasberi dan semangka, bayam merah dll. Menurut penelitian anthosian dapat menghambat pembentukan enzim HMG-Co A reduktase yang berhubungan dengan pembentukan kolesterol, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol.
Flavonoid banyak terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran seperti seledri, buncis, brokoli, buahan seperti anggur merah, apel dan jeruk, teh hijau, dan bawang. Berfungsi meningkatkan aktifitas vitamin C sebagai antioksidan mencegah oksidasi LDL kolesterol yang dapat mengakibatkan kerusakan dinidng pembuluh narteri ( proses awal terjadinya atherosklerosis) dan menghambat penggumpalan keeping-keping darah sehingga baik untuk orang yang sudah mulai penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau orang pasca serangan/stroke.
Masih ragu untuk memberikan makanan yang berwarna-warni untuk anak?
Tentu sudah tidakkan...
Yuk berikan makanan yang sehat dan dengan cara pemberian yang baik..
Karena dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dengan pola makan yang baik dan hidup menjadi lebih sehat....
Semoga bermanfaat....
:')
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Arti warna makanan untuk kesehatan anak dan dewasa
Bismillah...
Jus buah, merupakan minuman yang disukai anak maupun dewasa...
Saat ini banyak minuman rasa buah yang beredar dipasaran...
Baik yang merupakan minuman jus buah yang mengentalkan sejumlah gula buah, atau hanya sekedar rasa buah... Bahkan penggunaan gula dalam minuman tsb bisa saja berlebihan, kata dokter anak Barbara Frankowski, M.D. AAP menyarankan pembatasan jus buah usia-per-usia:
• Tidak boleh diberikan pada bayi di bawah enam bulan.
• Tidak lebih dari 175 ml per hari untuk bayi enam bulan sampai setahun.
• Tidak lebih dari 175 ml sehari untuk anak satu sampai enam tahun.
• Tidak lebih dari 300 ml seharinya untuk anak di atas enam tahun.
Pemberian jus buah yang berlebihan justru akan memberikan dampak tidak baik pada kesehatan bayi. Akibatnya mereka tidak nafsu untuk mengkonsumsi makanan pendamping lainnya, sehingga bayi cenderung lebih menyukai jus buah yang manis dan segar. Pemberian jus buah yang cukup banyak akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti diare yang kronis, menyebabkan perut kembung dan nyeri pada bagian perut.
Minuman berperisa buah terkadang menggunakan aspartam sebagai pemanisnya...
Terdapat 10 jenis makanan yang menggunkan aspartame loh...
Jelasnya mari kita lihat poster berikut:
Semoga bermanfaat....
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Jus buah, merupakan minuman yang disukai anak maupun dewasa...
Saat ini banyak minuman rasa buah yang beredar dipasaran...
Baik yang merupakan minuman jus buah yang mengentalkan sejumlah gula buah, atau hanya sekedar rasa buah... Bahkan penggunaan gula dalam minuman tsb bisa saja berlebihan, kata dokter anak Barbara Frankowski, M.D. AAP menyarankan pembatasan jus buah usia-per-usia:
• Tidak boleh diberikan pada bayi di bawah enam bulan.
• Tidak lebih dari 175 ml per hari untuk bayi enam bulan sampai setahun.
• Tidak lebih dari 175 ml sehari untuk anak satu sampai enam tahun.
• Tidak lebih dari 300 ml seharinya untuk anak di atas enam tahun.
Pemberian jus buah yang berlebihan justru akan memberikan dampak tidak baik pada kesehatan bayi. Akibatnya mereka tidak nafsu untuk mengkonsumsi makanan pendamping lainnya, sehingga bayi cenderung lebih menyukai jus buah yang manis dan segar. Pemberian jus buah yang cukup banyak akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti diare yang kronis, menyebabkan perut kembung dan nyeri pada bagian perut.
Minuman berperisa buah terkadang menggunakan aspartam sebagai pemanisnya...
Terdapat 10 jenis makanan yang menggunkan aspartame loh...
Jelasnya mari kita lihat poster berikut:
Oleh karenanya, lebih baik membuat jus buah sendiri di rumah... Dengan jumlah seperlunya...
Selain lebih terjamin mutunya, rasa jus alami lebih enak daripada jus yang ditawarkan pabrikan loh...
Lebih hemat dan sehat pula jika mengkonsumsi jus buah homemade....
Semoga bermanfaat....
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Pemberian Jus Buah untuk Bayi, Amankah?
Bismillah....
Alpukat dikenal sebagai campuran salad...
Sebagai bahan dasar dalam pembuatan jus maupun puree...
Sering dipadupadankan dengan aneka olahan protein...
Selain itu juga, bisa digunakan sebagai saus loh...
Oh ya? Masa... Gak Percaya?
Coba deh perhatikan Beragam Variasi Alpukat yang Mendorong Anak Menyukai Buah yang Kaya Rasa dan Manfaat...
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Alpukat dikenal sebagai campuran salad...
Sebagai bahan dasar dalam pembuatan jus maupun puree...
Sering dipadupadankan dengan aneka olahan protein...
Selain itu juga, bisa digunakan sebagai saus loh...
Oh ya? Masa... Gak Percaya?
Coba deh perhatikan Beragam Variasi Alpukat yang Mendorong Anak Menyukai Buah yang Kaya Rasa dan Manfaat...
#4. Salad Alpukat
Warna-warni buah yang terdapat pada salad alpukat ini, memeriahkan suasana makan anak..
Diharapkan suasana makan menjadi ceria, sehingga menu yang disajikan disantapnya hingga ludes tak bersisa, agar tubuh anak sehat dan juga fit.
#5. Smoothies Alpukat
Menu smoothies alpukat ini cocok untuk anak-anak yang kurang menyenangi alpukat dalam kondisi utuh.. Kreasi Ibu dibutuhkan, agar anak tetap dapat mengkonsumsi buah yang kaya manfaat ini...
6. Kue Alpukat
Kue alpukat yang dipadankan dengan zucchini ini rasanya lezat...
Zat gizi yang dikandungnya pun dapat terserap maksimal...
Cocok sebagai hidangan makanan selingan sore untuk anak balita, anak sekolah maupun
orang dewasa....
Yummy....
Ternyata, alpukat dapat diolah menjadi berbagai panganan yang lezat dan disukai anak-anak...
Orangtua tidak perlu khawatir lagi jika putra-putrinya tidak menyukai alpukat utuh...
Kreativitas dan berani mencoba adalah kunci menciptakan kreasi makanan tanpa batas...
Happy Cooking!
Let's Make and Serve The Best and Healthy Foods
For Better Life and Generation, Insyaallah...
Semoga bermanfaat....
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @Nurlienda
Variasi Alpukat, Mendorong Anak Menyukai Buah yang Kaya Rasa dan Manfaat
Bismillah...
Minuman bersoda adalah minuman favorit anak sehari-hari...
Rasanya yang manis dan segar terkadang membuat anak ketagihan...
Dikenal dengan julukan softdrink yang sering disalah artikan oleh sebagian dari kita..
Kita menganggapnya sebagai minuman rngan yang rendah gula, padahal jika dibandingkan dengan minuman lain... Kandungan gula dalam sebotol minuman bersoda itu besar, malah tergolong paling tinggi diantara jenis minuman yang beredar di pasaran... Gak percaya, yuk perhatikan gambar berikut:
Ngeri yah... Ternyata, penggunaan gula dalam beranekaragam minuman jika dijumlahkan sangat besar... Padahal kebutuhan sehari anak-anak akan gula itu sedikit sekitar 5 sendok teh gula untuk usia 1-3 tahun dengan perkiraan rata-rata 1000 kalori... Sedangkan dalam 1 gelas minuman bersoda mencapai 3-4 sendok makan... fiuh... ini yang harus kita perhatikan... Kandungan gula yang tinggi dalam makanan bisa mempengaruhi kesehatan gigi.. Apalagi jika lupa menggosok gigi di malam hari... Untuk jelasnya, mari perhatikan infografis ini:
Hmm, semoga menjadi bahan untuk direnungkan...
Dan menjadi masukan untuk lebih memperhatikan makanan maupun minuman yang kita sediakan kepada anak maupun anggota keluarga lainnya..
Agar tetap sehat dan Fit menjalani setiap aktivitas...
Semoga Bermanfaat....
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @nurlienda
Minuman bersoda adalah minuman favorit anak sehari-hari...
Rasanya yang manis dan segar terkadang membuat anak ketagihan...
Dikenal dengan julukan softdrink yang sering disalah artikan oleh sebagian dari kita..
Kita menganggapnya sebagai minuman rngan yang rendah gula, padahal jika dibandingkan dengan minuman lain... Kandungan gula dalam sebotol minuman bersoda itu besar, malah tergolong paling tinggi diantara jenis minuman yang beredar di pasaran... Gak percaya, yuk perhatikan gambar berikut:
Ngeri yah... Ternyata, penggunaan gula dalam beranekaragam minuman jika dijumlahkan sangat besar... Padahal kebutuhan sehari anak-anak akan gula itu sedikit sekitar 5 sendok teh gula untuk usia 1-3 tahun dengan perkiraan rata-rata 1000 kalori... Sedangkan dalam 1 gelas minuman bersoda mencapai 3-4 sendok makan... fiuh... ini yang harus kita perhatikan... Kandungan gula yang tinggi dalam makanan bisa mempengaruhi kesehatan gigi.. Apalagi jika lupa menggosok gigi di malam hari... Untuk jelasnya, mari perhatikan infografis ini:
Selain kandungan gula yang besar dalam minuman bersoda.. yang membuat gigi cepat berlubang maupun karies terutama pada anak-anak adalah tingkat keasaman minuman bersoda loh...
Hmm, semoga menjadi bahan untuk direnungkan...
Dan menjadi masukan untuk lebih memperhatikan makanan maupun minuman yang kita sediakan kepada anak maupun anggota keluarga lainnya..
Agar tetap sehat dan Fit menjalani setiap aktivitas...
Semoga Bermanfaat....
Ingin Ngobrol dengan Saya? Follow Twitter Saya di @nurlienda
Apakah minuman bersoda dapat merusak gigi anak dan dewasa ?
Langganan:
Postingan (Atom)














































