Bismillah...
Sekarang ini sudah masuk musim rambutan.
Rambutan yang dikenal sebagai buah musiman ini mudah ditemui di sekitar kita.
Rasanya yang manis membuat siapapun tergoda termasuk anak-anak.
Pernah mendengar celoteh tetangga/ orang di sekitar seperti ini :
"Jangan kasih rambutan ke anak nanti batuk
Atau Jangan kasih rambutan ke anak nanti bab/pubnya berdarah, dan tidak baik ke perutnya."

Bagaimanakah cara menyikapi keberadaan sang rambutan yang menggiurkan ini ?

Rambutan sebenarnya tidak apa-apa, dan tidak akan menyebabkan sakit. Akan tetapi dapat menjadi masalah jika kulitnya tidak dicuci lebih dulu. Rambutan, seperti halnya duku atau langsat, sering setelah dikupas kulitnya lalu dipegang daging buahnya kemudian dimakan. Padahal kulit rambutan, langsat, maupun duku tidak bersih dan bukan tidak mungkin mengandung spora bakteri berbahanya seperti Shigella sp. atau Escherichia sp. yang dapat menyebabkan disentri ataupun diare. Kasus diare atau bahkan Kejadian Luar Biasa (KLB) diare sering terjadi waktu musim rambutan, langsat, dan duku. Jika dihubungkan dengan batuk, rambutan dan lengkeng termasuk kategori buah yang tingkat kemanisannya tinggi, kaya karbohidrat sehingga mungkin menyebabkan anak tersedak. Oleh karenanya berikanlah rambutan dalam porsi sewajarnya, tidak berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan memiliki efek yang tidak baik bagi tubuh.

Bagaimana cara mengonsumsi rambutan yang aman bagi anak ?
Pada prinsipnya cara mengonsumsi rambutan yang aman bagi anak sebagai berikut:
1). Semua makanan atau minuman yang mau dikonsumsi tidak boleh dijamah oleh tangan yang kotor.
2). Rambutan, langsat, duku sebelum dimakan sebaiknya dicuci bersih lebih dahulu.
3). Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan maupun saat akan menyajikan makanan kepada anak.

Informasi Kandungan Zat Gizi dalam 100 gram rambutan
Rambutan mengandung 80.5 kalori. Institute of Medicine merekomendasikan 130 gram rambutan untuk konsumsi harian loh. Selain itu rambutan mengandung 58 mg vitamin C atau setara 40 persen dari asupan vitamin c yang dibutuhkan oleh tubuh. Daging rambutan juga mengandung 1 persen niacin atau vitamin B3.

Rambutan diperkaya zat besi yang dibutuhkan untuk mengkontrol kadar oksigen dalam tubuh. Pusing dan kelelahan yang disebabkan oleh anemia bisa dicegah dengan zat besi yang terkandung dalam rambutan. Selain itu daging rambutan juga memenuhi 4,3 persen kebutuhan fosfor harian tubuh. Fosfor menyaring limbah di ginjal, serta diperlukan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan semua jaringan sel.

Jadi, mari kita berikan rambutan kepada anak-anak dan anggota keluarga tercinta.
Semoga bermanfaat...

@nurlienda

Referensi :
Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta : Elex Media Komputindo

Amankah Rambutan untuk Anak ?

Bismillah...
Makan Pagi adalah booster energi terutama untuk anak sekolah dan balita. Apa menu sarapan yang biasa ibu berikan? Bubur, Nasi Goreng, Nasi Kuning atau semangkuk sereal?
Apapun menu sarapannya, yang penting untuk diperhatikan adalah komposisi makanan dan kontinuitasnya.. Nah berikut ini adalah salah satu menu yang bisa menjadi menu untuk sarapan maupun bekal anak sekolah...
                                                   Roti Pizza 
 Julia Wingantini
Roti Pizza, Alternatif menu sarapan maupun bekal anak sekolah dan balita
Bahan :
     6 buah roti tawar
     1 siung bawang putih
 1/4 siung bawang Bombay
100 gram daging sapi cincang
    4 buah jamur kancing
 1/2 buah wortel dicincang
        Keju mozarela secukupnya
        Saos tomat dan oregano secukupnya
        Garam dan gula secukupnya

Roti Pizza, Alternatif menu sarapan maupun bekal anak sekolah dan balita

Cara Membuat :
1. Cetak roti tawar menjadi bulat (gunakan cetak bulat, agar menyerupai pizza), kemudian sisihkan.
2. Campur saos tomat dan oregano, sisihkan terpisah.
3. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Lalu, masukkan daging cincang, wortel dan jamur, beri air sedikit agar tidak gosong :D. Aduk dan jika sudah matang sisihkan.
4. Oles roti tawar dengan saos tomat yang sudah dicampur oregano, susun tumisan daging cincang di atasnya lalu taburkan parutan keju mozarela (Bila tidak ada keju mozarella, bisa diganti menggunakan keju jenis lainnya, keju cheddar, parmesan dsb).
5. Panggang pada suhu 150 derajat celcius selama 5-10 menit.
6. Angkat dan tiriskan. Roti Pizza pun siap disajikan...
Lebih yummy disajikan dalam keadaan hangat....

Informasi Nilai Gizi per Porsi
Energi  : 159,9 kkal
Protein : 8,9  gram
Lemak   : 5,9  gram
Karbohidrat : 17.3 gram
Serat   : 1.4  gram
Kalsium : 67.9 gram
Zinc    : 1.5  gram.

Agar lebih menarik dan menambah kualitas sajiannya, ada baiknya ditambahkan segelas jus jeruk
  
Atau segelas susu hangat...


Bagaimana Bunda, Menu sarapan apa yang jadi favorit keluarga dan anak-anak?


Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda


Sumber:
Julia Wingantini dalam http://www.chefbyaccident.com/2014/11/roti-pizza.html

Roti Pizza, Alternatif menu sarapan maupun bekal anak sekolah dan balita

Bismillah...
Bayi sedang mengalami masa pertumbuhan yang pesat ketika berusia 0-5 tahun. Pada masa tsb baik bayi maupun balita rentan terkena anemia. Faktanya, Prevelensi anemia pada balita mencapai 30 - 40% berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa lembaga kesehatan di Indonesia.
Apakah Anemia itu?
Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar sel darah merah atau hemoglobin (Hb) di bawah normal. Sedangkan Anemia Defisiensi Besi merupakan anemia yg disebabkan kurangnya zat besi untuk mensintesis hemoglobin.
Pada bayi maupun balita, Anemia Defisiensi Besi akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan serta mempengaruhi fungsi tubuh secara normal. Bayi dan balita akan mudah terserang penyakit karena penurunan daya tahan tubuh.

Berapa batasan normal kadar Hb?
Batasan normal kadar hemoglobin anak 6 bulan s/d 6 tahun adalah 11 mg/dl
(Sumber WHO)

Apa penyebab terjadinya anemia?
Menurut penelitian di negara berkembang, bayi yang lahir dari ibu penderita anemia kemungkinan akan menderita Anemia Defisiensi Besi, berat badan lebih rendah, premature dan meningkatnya mortalitas (Acedemi of Sciences 1990). Penyebab Anemia Defisiensi Besi pada bayi dan balita adalah:
1. Balita kurang mendapat sumber zat besi pada makanannya.
2. Pola makan sebagian besar terdiri dari nasi dan menu yang kurang beragam.
3. Cadangan zat besi waktu lahir tidak cukup karena berat lahir rendah, lahir premature, kembar,ibu waktu mengandung menderita anemia dan pada masa fetus kehilangan darah saat atau sebelum persalinan.
4. Bayi dan Balita mengalami pertumbuhan cepat.
5. Absorsi kurang karena diare menahun, sindrom malabsorbsi, dan kelainan saluran pencernaan.
6. Adanya infeksi menahun dan kehilangan darah.
7. Infeksi parasit seperti cacing tambang.

Berapakah kebutuhan zat besi bayi dan balita?
0-6 bulan memerlukan 0.27 mg/hari,
7-12 bulan memerlukan 11 mg /hari,
7 mg/hari untuk usia 1-3 tahun,
10 mg/hari untuk usia 4-8 tahun

Bagaimana gejala bayi maupun balita yang mengalami anemia? 
Bayi dan Balita yang menderita anemia defisiensi besi akan terlihat pucat, lesu, dan tidak bergairah. Jika tidak segera diatasi, balita tersebut akan mengalami ganguan tumbuh kembang seperti gangguan nafsu makan, kuku seperti sendok, dan ganguan belajar. Tranfusi darah tidak rutin diberikan pada balita dengan anemia defisiensi besi, kecuali dia mengalami keadaan yang berat atau kadar Hbnya
sangat rendah.

Bagaimana cara pengobatan anemia?
Pengobatan anemia defisiensi besi, yang utama adalah pemberian obat yang mengandung zat besi dan makanan yang banyak mengandung zat besi. Seperti, daging berwarna merah, hati ayam, sayuran hijau dsb. Periksalah kandungan Hb dalam darah bayi dan balita. Jika ternyata Hb-nya sangat rendah, mungkin memang perlu tranfusi darah.

Makanan apa saja yang mengandung banyak zat Besi?

Bersambung....

Anemia pada Bayi dan Balita serta Cara Menanganinya

Bismillah...
Wortel, merupakan sayuran yang mesti dikonsumsi anak.
Mengapa wortel ?
Dikenal sebagai superfoods bagi anak, balita maupun dewasa...


Tips terbaik dalam mengkonsumsi wortel
#1. Cara mencuci wortel yang baik

#2. Potong wortel menjadi bagian lebih kecil.
Semakin kecil semakin baik. Antosianin merupakan fitokimia yang terkandung dalam wortel akan keluar lebih maksimal ketika wortel dipotong kecil-kecil.

Antosianin merupakan fitokimia yang terkandung dalam wortel akan keluar lebih maksimal ketika wortel dipotong kecil-kecil

#3. Konsumsi wortel sebaiknya setelah dimasak
Mengapa wortel perlu dimasak?
Karena proses pemanasan singkat dapat melepaskan beta karoten dari berbagai ikatannya. Sehingga zat gizi dan antioksidan yang dikandungnya lebih mudah diserap di dalam usus anak maupun dewasa.
Contoh menu yang menggunakan wortel untuk dijadikan sup. Cocok untuk anak maupun balita.. MPASI juga bisa...
Konsumsi wortel sebaiknya setelah dimasak  Mengapa wortel perlu dimasak? Karena proses pemanasan singkat dapat melepaskan beta karoten dari berbagai ikatannya. Sehingga zat gizi dan antioksidan yang dikandungnya lebih mudah diserap di dalam usus anak maupun dewasa.


#4. Jika ingin dikonsumsi segar, lakukan blanching terlebih dahulu.
Blanching membuat ikatan rantai dari betakaroten sang antioksidan lebih mudah terlepas sehingga mudah diserap tubuh dengan enzim yang masih utuh. Oleh karenanya, sebelum wortel dibuat jus sebaiknya diblanching terlebih dahulu. Dengan perlakuan blanching, kebersihan wortel juga lebih terjamin loh...
Wortel yang akan dikonsumsi segar sebaiknya diBlanching agar ikatan rantai dari betakaroten sang antioksidan lebih mudah terlepas sehingga mudah diserap tubuh dengan enzim yang masih utuh
#5. Padu padankan wortel dengan aneka sayur dan buah untuk maksimalkan penyerapannya
Wortel kaya vitamin A, padankan dengan Sayur atau buah yang mengandung vitamin C. Maka akan terbentuk ikatan antioksidan yang lebih kuat. Oleh karenanya, mencampur aneka sayur seperti sayur sop di indonesia itu baik untuk anak maupun balita, asalkan tidak terlalu lama memasaknya... Jika ingin mencoba menu baru, salad aneka sayur ini bisa menjadi alternatif...

Padu padankan wortel dengan aneka sayur dan buah untuk maksimalkan penyerapannya Wortel kaya vitamin A, padankan dengan Sayur atau buah yang mengandung vitamin C. Maka akan terbentuk ikatan antioksidan yang lebih kuat

Bagaimana dengan Bunda?
Biasanya Bunda mengolah wortel menjadi sajian apa saja?
Mari berbagi disini.... Semoga bermanfaat...

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @nurlienda 


Wortel, Superfood untuk Anak maupun Balita