Bismillah...
Pada kesempatan ini, kami ingin berbagi salah satu menu favorit keluarga yakni Pizza yang menggunakan pan. Jika Bunda tak memiliki oven, tak perlu khawatir. Pan bisa digunakan untuk memanggang pizza juga loh. Kami memanggangnya menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan.

Pizza Pan Homemade (Dough)
Bahan :
165 gram tepung terigu protein tinggi
120 ml air dingin
3/4 sdt garam
1 sdt gula putih
1/2 sdt ragi
1 sdt minyak goreng

Cara membuat :
Pizza Panggang Homemade menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan, bahan pizza homemade
1. Campur seluruh bahan menjadi satu dan uleni hingga kalis. Diamkan adonan dengan ditutup serbet basah hingga adonan mengembang 2 kali lipat (sekitar 30 menit).
2. Setelah mengembang, tinju adonan hingga rata dan pastikan tidak ada gelembung yang terperangkap (sisa fermentasi). Bagilah adonan ini menjadi 3 bagian.
3. Ambil salah satu bagian, ratakan menggunakan tangan atau alat bantu lainnya hingga terbentuk bulat pipih dan sisihkan.

Resep Topping Pizza Panggang Homemade :
3 buah baso sapi ukuran sedang (potong menurut selera)
100 gram jagung manis (sisir dan rebus terlebih dahulu)
100 gram paprika hijau (iris tipis)
50 gram wortel (cuci bersih dan parut menggunakan parutan keju)
100 gram bawang bombay
1 siung bawang putih
9 sdm saus tomat/tomato paste
100 gram keju cheddar (parut dengan potongan melebar)
1/4 sdt oregano (optional, kami tidak menggunakannya, kurang suka)
1/8 sdt basil (optional, kami tidak menggunakannya, kurang suka)
1 sdm mentega

Cara membuat :
1. Tumis bawang bombay, bawang putih dan paprika hingga layu dengan sedikit mentega.
2. Masukkan bakso sapi yang telah diiris beserta jagung manis hingga tercampur rata, angkat dan sisihkan.
3. Siapkan adonan pizza, tusuk beberapa bagian menggunakan garpu untuk memudahkan matangnya adonan pizza, sisihkan.
4. Lelehkan mentega di atas pan dengan api kecil. Simpan adonan pizza di atas pan hingga bewarna kuning kecoklatan selama 10-15 menit, balik pizza selama 5-7 menit.
5. Balikkan kembali pizza hingga ke tempat semula. Lalu, tuangkan saus tomat ke atas pizza dan ratakan menggunakan sendok. Isilah pizza dengan tumisan topping dan tata pizza dimulai dari jagung manis, wortel, keju, hingga bakso. Diamkan selama 2-3 menit dan pizza pun siap untuk dihidangkan.

Pizza Pan Homemade menggunakan Lock & Lock E-Cook Deco Fry Pan

Catatan : Adonan pizza ini menjadi 3 buah pizza dengan 1 buah pizza yang diberi extra topping yakni ikan tuna dan kuning telur setengah matang dengan isisan keju sebagai pinggiran/crustnya atas permintaan ayah dan adik. Pizza ini bisa dikonsumsi untuk anak diatas 1 tahun. Topping extra wortelnya cocok untuk anak yang agak kurang doyan sayur, Bunda..

Pizza homemade ini tidak kalah dengan pizza yang banyak dijual di resto loh, testimoni dari penikmat pizza yang sepakat pizza ini lazzis, alhamdulillah. Menurut kami pizza ini lebih krispy, gurih dan lezat tanpa menggunakan MSG dan bumbu penyedap lainnya, Sehingga lebih aman, sehat dan terjamin bahan yang digunakannya...

Mengapa kami memilih pizza pan homemade ini sebagai menu favorit ?
Karena pizza ini bisa disajikan saat sarapan (dengan adonan pizza yang telah tersedia sebelumnya) dan bisa menjadi pilihan snack sore yang tinggi energi ketika seharian beraktivitas bersama keluarga.

Apakah rasa pizza pan = pizza panggang ?
Menurut kami hampir mirip, apalagi menggunakan pan yang tepat dan memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit mentega ketika memasak sehingga masakan menjadi lebih sehat (Ketika memanggang pizza ini hanya dibutuhkan 1 sdm mentega untuk 3 pizza loh)
2. Panas yang merata membuat masakan cepat matang dan menghemat energi serta tak mudah gosong
3. Tampilan warna yang cerah (punya saya bewarna kuning) dan desainnya stylish membuat dapur kami menjadi menarik dan kegiatan memasak pun menjadi menyenangkan
4. Mudah dibersihkan (pas untuk para Bunda dengan waktu terbatas) karena makanan tidak mudah menempel
5. Tahan terhadap panas, pada bagian fry pan ini terdapat lapisan material keramik tahan panas yang membuat wajan ini memiliki daya tahan yang lebih tinggi lagi. Lapisan ini memastikan panas menyebar secara merata ke sekeliling wajan dan akan mencegah hangus
6. Bahan alumunium LOCK&LOCK E-Cook Deco Fry Pan tidak mudah tergores. Cookware ini menggunakan hard-anodized yakni bahan yang melapisi alumunium, sebagai bahan utama pan dan sebelum dilapisi dengan coating. Lapisan Hard-Anodized ini akan menjadikan coating lebih tahan goresan dalam waktu yang lama. Apabila terjadi scratch/goresan pada coatingnya, pan akan tetap aman digunakan untuk memasak karena makanan tidak akan bersentuhan langsung dengan alumunium, melainkan ke lapisan Hard-Anodized sehingga aman dan tahan lama. Pelat alumunium yang padat serta silicone pada pegangannya akan membuat nyaman ketika memasak. Bakelite merupakan material plastik keras memiliki ketahanan pada suhu tinggi. Karena kemampuannya tersebut bahan ini sudah sejak lama digunakan untuk berbagai keperluan...

Jadi, memasak semakin menyenangkan dan juga mudah..
Semoga resep ini bisa membantu para Bunda dalam persiapan menyambut ramadan ya..
Selamat berkreasi bersama si kecil dan anggota keluarga lainnya...
#Happy Cooking
@nurlienda

*Resep ini diikutsertakan dalam kompetisi Lock&Lock Mrs Chef yang diadakan hasil kerjasama Lock&Lock Indonesia dengan komunitas Homemade Healthy Baby Food.  

Pizza Pan Homemade yang Mudah dan Yummy

Bismillah...
Apa Menu Favorit Bunda dan Keluarga ?
Menu favorit kami adalah Nasi goreng kencur dengan topping udang windu...
Sebuah hidangan yang menggoda di pagi hari saat berkumpul bersama keluarga secara lengkap, alhamdulillah adik yang sering malas sarapan menjadi sangat berselera dan nambah porsinya loh...

Bagaimana cara mengolah nasi goreng kencur yang sehat, mudah dan praktis?
Kami biasa menyiapkan bumbu terlebih dahulu, agar memudahkan ketika menyiapkan sarapan dengan waktu yang cenderung terbatas karena kesibukan masing-masing anggota keluarga. Penggunaan minyak/mentega bisa diminimalisir jika menggunakan alat masak anti lengket seperti Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan yang digunakan dalam resep ini.
Nah, berikut ini adalah resep nasi goreng kencur :

Bahan :
400 gram nasi putih
1 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 cm kencur
1 cm kunyit
1/8 sdt garam
1/4 sdt gula putih
2 sdm kecap manis
1 sdt minyak goreng

Cara membuat :
1. Siapkan bawang putih dan bawang merah, buang kulitnya lalu haluskan menggunakan ulekan, sisihkan.
2. Bersihkan kencur dan kunyit, kupas kulitnya dan haluskan.
3. Tumis bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan menggunakan minyak goreng. Apabila telah layu, masukkan nasi dan aduk hingga rata.
4. Masukkan kencur dan kunyit yang telah dihaluskan ke dalam pan berisi nasi. Aduk hingga tercampur rata.
5. Tambahkan kecap manis, garam dan gula putih hingga tercampur rata. Angkat dan sajikan selagi hangat.
Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar Menggunakan Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan

Nah, nasi goreng kencur ini belum ditambahkan topping udang windu bakar. Mau tau cara buat udang windu bakar Ala Pan ?

Udang Windu Bakar Ala E-cook Deco Fry Pan

Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar Menggunakan Lock & Lock E-cook Deco Fry Pan, Udang Windu Bakar Ala Pan
Bahan :
2 buah udang windu
3 buah bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm jahe
1 bh asem
1/4 sdt ketumbar
1/4 bh gula merah
1/4 sdt garam
1 sdm kecap
1 sdm mentega

Cara membuat :
1. Haluskan bumbu untuk memarinasi udang windu yakni bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, gula merah, asem dan garam.
2. Bersihkan udang windu, potong sungutnya dan bersihkan punggung udang windu dari kotoran (pencetus alergi). Cuci bersih pada air mengalir dan tiriskan.
3. Lumuri udang windu dengan bumbu marinasi yang telah dihaluskan hingga rata dan diamkan selama 20-30 menit agar bumbu meresap.
4. Siapkan Pan, lelehkan mentega dan masukkan udang windu yang telah dimarinasi. Panggang di atas pan dengan menggunakan api kecil. Biarkan udang windu hingga bewarna kemerahan dan balik udang windu tsb. Tambahkan kecap untuk memantapkan rasa. Panggang udang selama kurang lebih 10 menit untuk kedua sisi. Angkat dan sajikan selagi hangat.

Pengalaman perdana memanggang menggunakan LOCK&LOCK E-Cook Deco Fry Pan ini menyenangkan. Dengan menggunakan api kecil, udang windu tak khawatir gosong.  

Kenapa saya memilih memasak menggunakan pan ?
Karena Pan yang digunakan memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit mentega/minyak ketika memasak sehingga masakan menjadi lebih sehat
2. Panas yang merata membuat masakan cepat matang dan menghemat energi serta tak mudah gosong
3. Tampilan warna yang cerah (punya saya bewarna kuning) dan desainnya stylish membuat dapur kami menjadi menarik dan kegiatan memasak pun menjadi menyenangkan
4. Mudah dibersihkan (pas untuk para Bunda dengan waktu terbatas) karena makanan tidak mudah menempel
5. Tahan terhadap panas, pada bagian fry pan ini terdapat lapisan material keramik tahan panas yang membuat wajan ini memiliki daya tahan yang lebih tinggi lagi. Lapisan ini memastikan panas menyebar secara merata ke sekeliling wajan dan akan mencegah hangus
6. Bahan alumunium LOCK&LOCK E-Cook Deco Fry Pan tidak mudah tergores. Cookware ini menggunakan hard-anodized yakni bahan yang melapisi alumunium, sebagai bahan utama pan dan sebelum dilapisi dengan coating. Lapisan Hard-Anodized ini akan menjadikan coating lebih tahan goresan dalam waktu yang lama. Apabila terjadi scratch/goresan pada coatingnya, pan akan tetap aman digunakan untuk memasak karena makanan tidak akan bersentuhan langsung dengan alumunium, melainkan ke lapisan Hard-Anodized sehingga aman dan tahan lama. Pelat alumunium yang padat serta silicone pada pegangannya akan membuat nyaman ketika memasak. Bakelite merupakan material plastik keras memiliki ketahanan pada suhu tinggi. Karena kemampuannya tersebut bahan ini sudah sejak lama digunakan untuk berbagai keperluan seperti kenop kompor gas, telepon rumah dan juga bola bowling loh...

Jadi, memasak semakin menyenangkan dan juga mudah..
Semoga resep ini bisa menginspirasi para Bunda dalam koleksi menu menyambut ramadan ya..
Selamat berkreasi...
#Happy Cooking
@nurlienda

*Resep ini diikutsertakan dalam kompetisi Lock&Lock Mrs Chef yang diadakan hasil kerjasama Lock&Lock Indonesia dengan komunitas Homemade Healthy Baby Food. 

Nasi Goreng Kencur dengan Udang Windu Bakar

Bismillah...
Coklat, bahan makanan yang digemari baik anak-anak maupun dewasa.
Berbagai produk kue coklat baik pabrikan maupun homemade mudah ditemui di sekitar kita...
Namun, alangkah baiknya jika kita dapat membuat kudapan sehat untuk anak dan anggota keluarga lainnya sendiri. Selain lebih terjaga keamanan dan bahan berkualitas yang digunakan, kita pun dapat mengontrol jumlah dan bahan yang digunakan sesuai kebutuhan dengan peralatan yang tersedia. Rice Cooker pun bisa dijadikan alat untuk membuat kue loh.. Lebih praktis, hemat tenaga dan bahan bakar...

Artikel kali ini membahas pengalaman membuat Kue Cokelat Made in Rice Cooker, Alternatif Selingan untuk Balita dan Anak Sekolah.


Bahan :
3 Butir Telur
3 Buah Pisang Uli (sekitar 80 gram)
150 gram Gula putih
1/4 sdt Garam
150 gram Tepung terigu (bisa diganti mocaf untuk yang mengurangi konsumsi gluten)
200 gram Dark chocolate (coklat batangan)
40 gram Margarin
25 gram Keju (optional).

Cara Membuat :
1. Masukkan telur, gula putih dan garam ke dalam mixer. Aduk hingga mengembang, lalu sisihkan.
2. Kupaslah pisang Uli dan rajang hingga halus. Kemudian masukkan ke dalam adonan telur dengan diaduk menggunakan putaran sedang mixer hingga rata.
3. Potong-potong coklat dan lelehkan dengan menambahkan margarin. Lelehkan dengan cara bain marie (lelehkan tidak langsung diatas api melainkan menggunakan perantara wadah diatas air panas/mendidih). Jika sudah leleh dan tercampur rata, segera angkat.
4. Tuangkan coklat leleh ke dalam adonan perlahan-lahan hingga habis.
5. Apabila coklat leleh sudah tercampur rata, matikan mixer, lalu masukkan tepung terigu dan aduk hingga rata menggunakan tangan.
6. Siapkan wadah dari rice cooker dengan memberi olesan margarin agar tidak lengket. Masukkan adonan ke dalam wadah dan simpan ke dalam rice cooker, masak hingga matang.
7. Ketika indikator rice cooker menunjukkan mode menghangatkan, tusuklah kue, apabila tidak meninggalkan bekas, kue telah matang dan segera angkat.  
8. Sajikan kue coklat pisang dengan parutan keju bila Anda menyenanginya...
Untuk 20 Porsi.


Informasi Nilai Gizi Kue Coklat Pisang per Porsi
Energi : 138 kkal
Protein : 2,7 gram
Lemak : 5,48 gram
Karbohidrat : 19,6 gram
Serat : 0,4 gram
Kalsium : 26,6 mg
Kalium : 80,6 mg.

Sajian Kue Coklat Pisang ini kaya akan flavonoid dan juga kalium. Bisa dijadikan alternatif cemilan sang buah hati yang gemar makan coklat atau panganan manis lainnya. Cocok sebagai selingan balita dan juga bekal anak sekolah. Bagaimana dengan Bunda, sajian apa yang menggunakan rice cooker selain nasi tentunya?
Semoga Bermanfaat..
#HappyCooking
@nurlienda

Kue Cokelat Pisang Made in Rice Cooker, Alternatif Selingan untuk Balita dan Anak Sekolah

Bismillah...

Cilok adalah makanan khas Jawa Barat. Salah satu camilan yang terbuat dari tapioka yang kenyal dengan tambahan bumbu pelengkap seperti sambal kacang. Cilok berbentuk bulat-bulat seperti bakso, hanya saja berbeda bahan dasarnya. Cara pengolahannya pun dengan cara direbus dan dikukus agar lebih kenyal dan merata matangnya. Pada pembuatan snack kali ini, kami membuatnya dari bahan yang sama, dengan perbedaan bentuk dan cara pengolahannya saja. Untuk lengkapnya, mari diperhatikan bahan dan cara pembuatannya berikut ini :

Bahan Cilok dan Cireng:
Tepung Tapioka 150 gram
Terigu 75 gram
Air panas 150 ml
1/4 sdt garam
1/2 sdt merica
1 siung bawang putih, parut
1 tangkai daun bawang, iris halus
Sejumput gula

Bahan Saus Kacang :
200 gram kacang tanah yang telah disangrai / digoreng
1 buah cabai merah (optional)
1 siung bawang putih
1 siung bawang merah
1/4 sdt garam
1/2 buah gula jawa.
25-50 ml air matang.

Cara membuat Cilok :
1. Campurkan semua bahan, kecuali air, aduk rata. Tuangkan air panas, aduk dengan sendok kayu, karena masih panas, jika sudah agak dingin, lanjutkan mengaduk dengan tangan. Uleni hingga kalis, bulatkan.
2. Ambil sedikit adonan, beri isian telur puyuh kemudian bentuk bulat.
3. Masukkan ke dalam air mendidih. Masak hingga terapung dan jangan langsung diangkat, biarkan terlebih dahulu beberapa saat, untuk memastikan dalamnya matang merata. Lakukan sampai habis. Angkat semua cilok, lalu kukus selama kurang lebih 10 menit. 4. Jika ingin disajikan, ambil dari kukusan langsung ditusukan ke dalam lidi atau tusukan bambu. Sajikan dengan saus kacangnya.

Cara membuat Cireng :
1. Campurkan semua bahan, kecuali air, aduk rata. Tuangkan air panas, aduk dengan sendok kayu, karena masih panas, jika sudah agak dingin, lanjutkan mengaduk dengan tangan. Uleni hingga kalis, bentuk cireng sesuai selera. Agar lebih krispy, bentuk adonan dalam hingga menyerupai kotak / lonjong pipih.
2. Gorenglah cireng tersebut dalam minyak panas dengan api sedang hingga matang.
3. Angkat dan tiriskan. Cireng lebih pas disajikan dengan sambal / saus kacang.

Cara membuat Saus kacang :
Blender semua bahan saus kacang. Berikan garam secukupnya. Masak hasil blenderan bahan saus kacang hingga meletup-letup dengan sedikit minyak, tambahkan air sedikit agar tidak gosong dan aduk hingga mengental. Kecap bisa dicampur sekarang atau dituang ketika dihidangkan nanti sebagai tambahan (optional).

Makanan selingan cilok dan cireng ini memiliki kandungan karbohidrat (tapioka & tepung terigu), protein (telur puyuh) dan juga lemak yang cukup membantu dan membantu pertumbuhan anak apabila dikonsumsi dalam jumlah yang bijak. Dengan membuat cilok dan cireng rumahan/homemade, Bunda turut memastikan bahan terbaik, cara pengolahan yang higiene dan juga tanpa MSG tentunya. Keep #SafeFood to Our Children and Family...
Semoga bermanfaat...
@nurlienda  

Cilok dan Cireng Homemade Non MSG, Alternatif Snack Praktis untuk Balita dan Anak Sekolah

Bismilah...
Pernahkah Bunda mencoba menyuguhkan oncom untuk putra-putri tercinta?
Oncom merupakan salah satu bahan makanan khas Jawa Barat, yang asal muasalnya dari Kota Tasik.
Oncom kaya protein dan juga serat loh...
Kami sekeluarga sangat menyenangi oncom ini. Oncom dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan, salah satunya adalah tutug oncom. Selain itu bisa diolah menjadi nasi tutug oncom, combro dan serabi. Nah, agar anak-anak lebih menyukai sajian ini, Bunda bisa mengkreasikannya menjadi burger tutug oncom loh...

Tutug Oncom merupakan makanan yang terbuat dari oncom goreng atau bakar yang telah dicampur bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan kencur. Tutug dalam bahasa sunda artinya tumbuk, sehingga tutug oncom memiliki arti oncom tumbuk :D
Penasaran dengan bentuk dan resepnya?
Yuk kita simak bahasan lengkapnya...
Resep Burger Tutug Oncom
Bahan Kulit:
250 gram nasi
100 gram tutug oncom siap saji
1 butir telur, dikocok lepas
2 sendok makan tepung terigu protein sedang
1 sendok makan susu bubuk
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk.

Bahan Pelapis:
2 putih telur, dikocok lepas
70 gram tepung panir halus
minyak goreng.

Bahan Isi:
200 gram ayam giling
1/4 buah bawang bombay, dicincang halus
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk.

Bahan Olesan (aduk Rata):
2 sendok makan saus barbeque
2 sendok makan margarin, dilelehkan.

Bahan Pelengkap:
5 lembar daun selada
1 buah tomat
5 lembar keju lembaran
20 gram mayones
20 gram saus tomat/sambal terasi (Optional).

Cara Pembuatan :
1. Membuat Kulit:
a. Aduk rata bahan kulit. Pipihkan diameter 5 cm.
b. Gulingkan di tepung panir halus. Celup ke putih telur.
c. Gulingkan di tepung panir halus.
d. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang.

2. Membuat Isi:
a. Aduk rata daging ayam giling, bawang bombay, garam, merica bubuk, dan pala bubuk.
b. Bentuk bulat pipih diameter 5 cm.
c. Panggang sambil dioles bahan olesan sampai matang.
d. Sajikan disusun dengan pelengkapnya.
Burger Tutug Oncom ini untuk 5 Porsi.

Informasi Nilai Gizi Burger Tutug Oncom
Energi : 363,3 kkal
Protein : 14,9 gram
Lemak  : 24,1 gram
Karbohidrat : 21,5 gram
Serat : 0,4 gram
Kalsium : 59,8 mg
Zink       : 1,4 mg
Zat Besi (Fe) : 1,4 mg.
Burger Tutug Oncom ini cocok sebagai salah satu varian menu makanan Balita dan juga bekal Anak Sekolah. Selamat berkreasi....

Bagaimana pengalaman Bunda dalam mengolah oncom?
Yuk berbagi disini...
@nurlienda

Burger Tutug Oncom, Alternatif Sajian Balita dan Anak Sekolah

Bismillah...
Sayur merupakan sumber zat gizi yakni mineral, vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh bayi dan juga anak-anak. Beberapa vitamin mudah sekali rusak jika dipanaskan. Dalam pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) maupun hidangan yang berbahan dasar sayur, perlu diperhatikan cara mengolah yang tepat. Cara mempertahankan agar vitamin tetap utuh adalah dengan mengonsumsi sayuran segar tanpa dimasak. Namun, bagi bayi, anak-anak dan orang yang tidak biasa memakan sayuran mentah tentu akan sulit menerimanya. Disamping itu, memasak sayuran dapat mengurangi resiko bahaya pencemaran oleh telur cacing dan mikroorganisme berbahaya loh...


Lalu, bagaimana tips dan cara memasak sayuran agar kandungan zat gizi di dalam sayuran tersebut tidak banyak terbuang sia-sia?
Mari kita simak penjelasannya, TIPS MEMPERLAKUKAN DAN MEMASAK SAYURAN :
1). Simpan dan dinginkan sayuran hijau tanpa dicuci sampai akan digunakan.
Kondisi basah pada sayuran akan membuat sayuran cepat busuk. Jika akan disimpan di lemari es sebaiknya sayuran dibungkus kantong plastik berlubang.
2). Untuk mencuci sayuran yang bertanah
Isilah baskom/bak dengan air hangat karena tanah yang menempel di sayuran akan mudah lepas bila dicuci di air hangat.
3). Pastikan mencuci sayuran di air mengalir yang bersih
Hal ini guna menghindari sayur menjadi layu dan semua kotoran yang menempel pada sayur akan terbuang bersama air cucian.
4). Tiriskan sayuran sehabis dicuci
Meniriskan sayuran dapat dilakukan diatas saringan sayur yang sudah dialasi serbet bersih.
5). Masak sayuran hijau sedapat mungkin dengan panci stainless atau panci email
Hal ini dilakukan agar zat-zat dalam sayuran tidak bereaksi dengan logam
6). Mengukus merupakan metode memasak sayuran yang paling sehat.
Cara memasak dengan mengukus  sayuran dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayuran dalam waktu yang singkat. Didihkan lebih dahulu air di dalam alat pengukus, setelah mendidih barulah sayuran dikukus.
7). Hindari memasak sayuran dengan menggunakan panci presto (panas tinggi).
Apalagi jika kita tidak mengetahui benar berapa waktu yang dibutuhkan untuk memasak setiap jenis sayuran.
8). Merebus sayuran merupakan cara memasak sayuran yang paling banyak merusak atau menghilangkan kandungan zat gizi. Jika kita menggunakan cara merebus untuk memasak sayuran maka didihkanlah lebih dahulu air kemudian biarkan air mendidih kurang lebih 2 menit hingga oksigen berkurang barulah kemudian kita masukkan sayurnya. Sebaiknya memasak sayuran tidak lebih dari 5 menit, kecuali beberapa jenis sayur yang memerlukan waktu lama (misalnya sayur nangka).

Bagaimana dengan cara memasak sayur Bunda ?
Metode memasak mana yang sering digunakan untuk mengolah sayur ?
Semoga bermanfaat...

@nurlienda

Tips dan Cara Memasak Sayur yang Benar untuk Bayi dan Anak-anak

Bismillah...
Sebuah sms datang dengan pertanyaan "Bolehkah bayam dipanaskan ulang ?"
Berapa lama bayam bisa dikonsumsi setelah matang ?
Pernahkan Anda mendengar atau membaca berita kasus keracunan bayam?
Sebegitu kuatkah racun pada sayur bayam sehingga dianggap membahayakan?
Saya sendiri belum pernah membaca penelitian ilmiah tentang racun pada sayur bayam.
Setelah sebelumnya pro kontra mencampur bayam dengan produk kedelai
disini

"Betul memang, sayuran hijau tidak baik jika dimasak sampai terlalu masak karena vitamin yang dikandungnya tentu rusak." Tutur Djoko Sutopo, Ahli Gizi Senior ketika berdiskusi mengenai makanan.


Sayur bayam atau sayur hijau dan sayur apapun akan berbahaya jika sudah rusak (menyimpang dari ukuran normal panca indra), artinya sudah mengandung bakteri patogen (penyebab penyakit) dalam populasi yang membahayakan kesehatan. Namun dugaan kami ada hal-hal yang dianggap sebagai racun meskipun faktanya tidak berbahaya, seperti:
1). Bayam (dan sayuran daun hijau) adalah sumber zat besi.
Secara alamiah zat besi di daun bayam dalam bentuk "ferro" yaitu bentuk zat besi yang mudah diserap oleh usus halus. Pada waktu dimasak (apalagi berulang-ulang) karena terpapar oleh udara dan bereaksi dengan alat masak, zat besi teroksidasi dan berubah menjadi bentuk "ferri" yang tidak dapat diserap sehingga sayur bayam "gagal" menjadi sumber zat besi. Namun perlu juga dipahami bahwa sumber zat besi yang utama bagi manusia adalah hasil "daur ulang" butir-butir darah merah yang tua/rusak.

2). Daun bayam, seperti halnya sayuran daun yang lain, mengandung senyawa nitrat.
Pada waktu dimasak sebagian senyawa nitrat menjadi "nitrit". Jika dipanaskan kembali tentu akan lebih banyak nitrit yang terbentuk. Nitrit jika bersenyawa dengan asam amino (protein) dapat membentuk senyawa "nitrosamin" yang dianggap dapat bersifat karsinogen. Namun untuk menjadi karsinogen tentu memerlukan jumlah (konsentrasi) yang cukup tinggi dan dikonsumsi dalam waktu lama. Jika seminggu cuma 1-2 kali itupun biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit tentu tidak apa-apa, jauh lebih berbahaya makanan yang mengandung boraks, formalin, pewarna ilegal yang hampir tiap hari dikonsumsi masyarakat. Nitrit juga digunakan dalam pembuatan kornet daging sapi supaya daging tetap berwarna merah. Nitrosamin yang terbentung di kornet mungkin berlipatkali lebih banyak daripada di sayur bayam yang dihangatkan kembali.

Kesimpulannya tentang bahaya sayur bayam yang dihangatkan kembali ya kembali pada kita ya..
Lebih baik memasak sedikit dan langsung habis. Golden time menyajikan makanan adalah kurang dari 4 jam setelah dimasak loh, Bunda...
Lalu bagaimana alternatifnya untuk memasak yang praktis dan sehat?
Kita bisa menyiapkan bumbu dan bahan untuk sayur, ketika akan disantap, tinggal dimasak yang kurang dari 5 menit. Sayur bayam pun fresh, manis dan rasa yang menggiurkan...
Yang perlu diingat tinggal cara memasak sayur yang benarnya ya...

Nah, Penasaran CARA MEMASAK SAYUR YANG BAIK ?
Nantikan di artikel selanjutnya...
Semoga bermanfaat...

@nurlienda

Benarkah Bayam tidak boleh lama dikonsumsi ?

Bismillah...
Sekarang ini sudah masuk musim rambutan.
Rambutan yang dikenal sebagai buah musiman ini mudah ditemui di sekitar kita.
Rasanya yang manis membuat siapapun tergoda termasuk anak-anak.
Pernah mendengar celoteh tetangga/ orang di sekitar seperti ini :
"Jangan kasih rambutan ke anak nanti batuk
Atau Jangan kasih rambutan ke anak nanti bab/pubnya berdarah, dan tidak baik ke perutnya."

Bagaimanakah cara menyikapi keberadaan sang rambutan yang menggiurkan ini ?

Rambutan sebenarnya tidak apa-apa, dan tidak akan menyebabkan sakit. Akan tetapi dapat menjadi masalah jika kulitnya tidak dicuci lebih dulu. Rambutan, seperti halnya duku atau langsat, sering setelah dikupas kulitnya lalu dipegang daging buahnya kemudian dimakan. Padahal kulit rambutan, langsat, maupun duku tidak bersih dan bukan tidak mungkin mengandung spora bakteri berbahanya seperti Shigella sp. atau Escherichia sp. yang dapat menyebabkan disentri ataupun diare. Kasus diare atau bahkan Kejadian Luar Biasa (KLB) diare sering terjadi waktu musim rambutan, langsat, dan duku. Jika dihubungkan dengan batuk, rambutan dan lengkeng termasuk kategori buah yang tingkat kemanisannya tinggi, kaya karbohidrat sehingga mungkin menyebabkan anak tersedak. Oleh karenanya berikanlah rambutan dalam porsi sewajarnya, tidak berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan memiliki efek yang tidak baik bagi tubuh.

Bagaimana cara mengonsumsi rambutan yang aman bagi anak ?
Pada prinsipnya cara mengonsumsi rambutan yang aman bagi anak sebagai berikut:
1). Semua makanan atau minuman yang mau dikonsumsi tidak boleh dijamah oleh tangan yang kotor.
2). Rambutan, langsat, duku sebelum dimakan sebaiknya dicuci bersih lebih dahulu.
3). Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan maupun saat akan menyajikan makanan kepada anak.

Informasi Kandungan Zat Gizi dalam 100 gram rambutan
Rambutan mengandung 80.5 kalori. Institute of Medicine merekomendasikan 130 gram rambutan untuk konsumsi harian loh. Selain itu rambutan mengandung 58 mg vitamin C atau setara 40 persen dari asupan vitamin c yang dibutuhkan oleh tubuh. Daging rambutan juga mengandung 1 persen niacin atau vitamin B3.

Rambutan diperkaya zat besi yang dibutuhkan untuk mengkontrol kadar oksigen dalam tubuh. Pusing dan kelelahan yang disebabkan oleh anemia bisa dicegah dengan zat besi yang terkandung dalam rambutan. Selain itu daging rambutan juga memenuhi 4,3 persen kebutuhan fosfor harian tubuh. Fosfor menyaring limbah di ginjal, serta diperlukan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan semua jaringan sel.

Jadi, mari kita berikan rambutan kepada anak-anak dan anggota keluarga tercinta.
Semoga bermanfaat...

@nurlienda

Referensi :
Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta : Elex Media Komputindo

Amankah Rambutan untuk Anak ?

Bismillah...

Ketan hitam, merupakan bahan makanan yang sering kita temui sehari-hari.
Namun demikian, sebagian dari kita melarang pemberian bubur ketan hitam kepada anak-anaknya...

Jangan kasih bubur ketan hitam ke anak nanti perutnya panas !
Mitos atau Fakta ?

Sebenarnya beras ketan (baik yang putih maupun yang hitam) mengandung amilopektin yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras biasa. Amilopektin merupakan bagian dari pati yang susah dicerna. Oleh karena itu, beras ketan memang kurang baik untuk anak-anak atau orang yang menderita gangguan pencernaan.

Menurut pak Djoko Sutopo, Ahli Gizi Senior menyatakan bahwa perlu diketahui pati beras itu terdiri dari "amilosa" dan "amilopektin". Kadar amilopektin yang sangat tinggi menyebabkan nasi menjadi lengket (misalnya beras ketan), sedangkan kadar amilosa yang sangat tinggi menyebabkan nasi menjadi "pera" atau mawur. Jika kadar amilosa berimbang dengan kadar amilopektin maka nasi menjadi "pulen".

Sehingga masalah di pencernaan anak yang diberi bubur ketan hitam bukan karena perutnya menjadi panas tetapi bubur susah dicerna sehingga perut menjadi "sebah" atau "begah".

Bolehkah memberikan bubur ketan hitam kepada bayi dan anak ?

Amankah Ketan Hitam untuk Bayi dan Anak
Sumber Foto http://static1.id.orstatic.com/
Menurut saya, boleh asalkan usianya diatas 1 tahun. Anak sedang tidak alami gangguan pencernaan seperti diare, kembung dkk dan diberikan setelah mengonsumsi makanan lain sebelumnya...
Dalam konsep gizi seimbang, kita mengenal istilah mengonsumsi makanan yang beragam. Sehingga jika dalam ukuran yang wajar misalnya hanya 3-4 sdm setara 1 centong sayur dan tidak setiap hari, it's gonna be ok, insha allah...

Berikut Informasi Kandungan Gizi Beras Hitam per 50 gram ;
Gula : 1 gram
Protein : 5 gram
Lemak total : 1,5 gram
Karbohidrat : 34 gram
Zat besi : 2 gram.

Beras ketan hitam mengandung zat besi dengan jumlah yang cukup.
Bunda bisa menyajikan ketan hitam menjadi campuran bubur kacang hijau.
Namun demikian, pada prakteknya, banyak yang memasak bubur kacang hijau dengan cara yang kurang tepat. Bagaimanakah cara memasak bubur kacang hijau yang tepat ? Selengkapnya
disini
Semoga bermanfaat...

@nurlienda

Amankah Ketan Hitam untuk Bayi dan Anak ?

Bismillah...
Kacang Hijau, merupakan kelompok kacang-kacangan yang mengandung vitamin B1 dan kaya akan zat besi dan protein. Banyak manfaat dan kandungan gizi yang dikandung oleh kacang hijau selengkapnya
disini.

Bubur Kacang Hijau untuk Bayi dan Anak yang Praktis dan Bergizi
Sumber Foto http://kitabmasakan.com/
Bagaimana Menyajikan Bubur Kacang Hijau untuk Bayi dan Anak yang Praktis dan Bergizi ?
Ketika mengolah kacang hijau menjadi BUBUR KACANG HIJAU, seringkali kacang hijau direbus bersama dengan gula bahkan dengan susu (meskipun dimasukkan setelah hampir masak). Praktek semacam ini akan dapat menyebabkan terjadinya reaksi pencoklatan (reaksi Maillard) antara asam amino (protein) dengan gula yang akan merusak sebagian protein sehingga tidak dapat dicerna (pemborosan protein).

Bagaimana praktek mengolah kacang hijau yang praktis, bergizi dan benar?
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Bunda lakukan :
1). Rebus terlebih dulu kacang hijau sampai matang dan hancur,
2). Kemudian angkat dari atas api,
3). Barulah tambahkan gula (untuk anak > 1 tahun), susu bisa ditambahkan pada waktu hendak disajikan.

Nah, Bagaimana jika ingin menggunakan santan dalam bubur kacang hijaunya?
Penggunaan santan, bisa diberikan untuk bayi dengan catatan menggunakan santan encer ketika berusia 9 bulan lebih. Jika bubur kacang hijau akan ditambahkan santan sebaiknya gunakan santan mentah (dengan penggunaan air masak).

Mengapa perlu menggunakan air masak untuk membuat memeras santan? 
Faktanya, santan jangan dimasak bersama bubur kacang hijau karena jika dimasak akan mengubah konfigurasi asam lemak pada santa dari "cis" menjadi "trans". Asam lemak trans tidak baik bagi kesehatan karena memicu pengendapan kolesterol pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Sehingga gunakanlah air masak untuk memerah santan yang akan digunakan, bukan air mentah.
Semoga bermanfaat...

@nurlienda

Referensi :
Djoko Sutopo, Ahli Gizi Senior melalui bincang singkat.

Bubur Kacang Hijau untuk Bayi dan Anak yang Praktis dan Bergizi

Bismillah...
Tempe sudah dikenal memiliki khasiat sejak lama.
Nilai protein tempe hampir sama dengan daging. Dalam 50 gram tempe terkandung sekitar 9,5 mg protein dan 1,1 mg zat besi. Tempe tidak mengandung kolesterol dan merupakan produk asli Indonesia. Faktanya, ketika kita menomorduakan tempe justru Jepang negara maju membuat tempe menjadi makanan berkelas, padahal tempe merupakan makanan tradisional Indonesia.

Namun, Amankah memberikan tempe untuk MPASI bayi dan anak ?
Tempe merupakan bentuk fermentasi dari kacang kedelai. Hasil fermentasi inilah yang membuat tempe lebih mudah dicerna daripada kacang kedelai itu sendiri. Dengan proses fermentasi pula membuat semuat aktivitas zat gizi pada kacang kedelai meningkat. Tempe bisa mendukung pertumbuhan anak sama halnya dengan daging, tempe bisa meningkatkan kecerdasan sama halnya dengan manfaat omega 3 pada ikan, tempe mengandung serat dan tidak ditemui pada hewani & produk yang lain. Jadi tidak perlu lagi mengatakan bahwa makan bergizi is makan mahal...Tempe bisa diberikan ketika bayi berusia 6 bulan keatas. Bisa dikenalkan secara bertahap setelah lolos menu tunggal pada minggu-minggu awal pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Bagaimana mengolah tempe sebagai menu MPASI?
Kita bisa mencampur tempe dengan protein hewani lainnya, seperti ayam, daging atau telur ayam.
Pada kesempatan ini, kami akan berbagi menu tumis tempe wortel jagung.

Amankah Tempe untuk Bayi dan Anak, Tempe tumis wortel jagung
Sumber Resep https://thedytaputri.files.wordpress.com 
Bahan :
1 buah tempe, potong dadu
2 sdm jagung manis pipil
Wortel secukupnya, potong dadu
2 siung bawang merah
1 siung bawang putih
Ketumbar
Unsalted butter
Air kaldu/air.

Cara Membuat :
1. Kukus tempe hingga matang, haluskan bawang putih dan ketumbar bisa dengan ulekan/blender.
2. Rebus wortel dan jagung sampai agak matang dengan kaldu.
3. Tumis bawang merah dengan butter kemudian masukan tempe yang sudah dikukus sampai harum.
4. Masukan rebusan wortel dan jagung beserta air rebusannya.
5. Tambahkan sedikit lada agar lebih tasty, atau jika suka tambahkan keju parut.
6. Angkat dan sajikan selagi hangat, agar anak berselera dan menghabiskan MPASInya :D

Nah, Untuk anak diatas 1 tahun, bisa diperkenalkan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.. Misalnya, tempe tumis sayuran, orak arik tempe, nugget tempe dsb. Bunda bisa menyajikan Steak Tempe sebagai alternatif...


Bahan:
- 1 papan tempe, kukus lalu haluskan
- 1 daging paha yang sudah direbus, haluskan (bisa diblender)
- 1 telur ayam
- Daun bawang cincang.

Bumbu halus:
- 2 siung Bawang putih
- Sedikit merica
- Garam secukupnya

Bahan pencelup:
- 1 butir telur ayam
- Tepung panir (Roti tawar yang diblender bisa digunakan sebagai penggantinya).

Bahan saus:
- Bawang bombay iris tipis
- Bawang putih geprak lalu cincang
- Air kaldu/air biasa (lebih enak air kaldu)
- 2 sdm tepung terigu/maizena larutkan air dingin
- Kecap secukupnya
- Saus tiram (optional, bisa diskip)
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Merica secukupnya.

Cara membuat:
1. Campurkan tempe kukus, daging ayam, telur, daun bawang dan bumbu halus. Bentuk bulat-bulat.
2. Masukkan ke kocokan telur lalu balur dengan tepung panir. Simpan di lemari es, jika ingin disajikan tinggal digoreng.
3. Untuk membuat saus, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, masukkan garam, gula, merica. Tuang air kaldu sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Masukkan kecap, dan saus tiram secukupnya. Tuang larutan terigu sambil terus diaduk sampai mengental.
4. Sajikan dengan bahan pelengkap seperti kentang goreng, sayuran kukus, dan siram dengan saus
Resep Steak Tempe ini Courtesy of Bunda Deka Artamevia Moerdowo.

Jadi, masih ragu untuk memberikan tempe kepada bayi dan anak-anak ?
Semoga bermanfaat...

@nurlienda


Referensi :
Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Ahli Gizi Poltekkes Jakarta II dalam Majalah Food for Kids Indonesia

Amankah Tempe untuk MPASI Bayi dan Anak ?

Bismillah...
Mengenal jenis susu yang banyak ragamnya sudah dipaparkan pada
artikel sebelumnya..
Nah, kali ini kami akan menyajikan kesimpulan mengenal susu untuk balita dan anak-anak:


Anak usia 12-24 bulan disarankan untuk tetap mengonsumsi ASI dengan mengonsumsi makanan keluarga yang beragam. Karena kandungan ASI pada usia 1-2 tahun mencukupi kebutuhan anak 40 hingga 50 % kebutuhan anak.
Namun, jika anak tidak mendapatkan ASI karena terpisah dari ibunya yang disebabkan ibunya meninggal, Maka alternatif pilihannya adalah donor ASI dan alternatif terakhirnya adalah susu UHT.
Nah, takaran susu UHT maksimal 2 kotak ukuran anak (@125ml) per hari disertai konsumsi makanan yang bergizi dan beraneka ragam. Karena susu hanya menjadi bagian dari pemenuhan protein hewani bukan pelengkap makanan.


Anak usia lebih dari 24 bulan, bila konsumsinya makanannya memenuhi kriteria gizi seimbang, tidak perlu diwajibkan mengonsumsi susu loh...
Jika pun ingin mengonsumsi susu sebagai minuman rekreasi artinya seperlunya, maka dianjurkan untuk mengganti susu dari susu murni menjadi susu dengan kadar lemak 1-2% (susu semi skim atau susu 1%) yang dipasteurisasi dengan diiringi makan makanan yang bervariasi dan seimbang. Pilihan selanjutnya adalah susu UHT. Takaran maksimal untuk anak 2-8 tahun ialah 1-2 gelas perhari dan untuk anak remaja usia 9-18 tahun maksimal 2 gelas (500 ml) sehari disertai makanan yang kaya kalsium untuk memenuhi kebutuhan harian kalsiumnya.
Jika ingin melihat contoh porsi makanan sehatnya, bisa lihat gambar berikut :

Resume Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita

Pola makan mengonsumsi susu dalam konsumsi sehari-hari, memang dianut oleh Amerika, oleh karenanya tidak mengherankan jika dalam resume ini, konsumsi susu tampak begitu penting.. Sebenarnya, dalam budaya dan kebiasaan kita, selaku orang Indonesia.. Konsumsi kalsium dan kebaikan susu lainnya, masih bisa diperoleh dari bahan selain susu loh (selengkapnya disini)... Sehingga keluarlah Panduan Gizi Seimbang dan Piring makanKu mengganti konsep 4 sehat 5 sempurna (lebih lengkapnya disini). Dimana menghapuskan pernyataan susu sebagai pelengkap menu sehat... Dan fakta ilmiah pun mengatakan konsumsi susu per hari dibatasi 500ml/2 gelas, karena kalau lebih dari jumlah tersebut beresiko menyebabkan ADB (Anemia Defisiensi Besi) serta menyebabkan anak kenyang sehingga malas makan.

Lalu bagaimana dengan konsumsi susu jenis lain?
Menurut Asosiasi Anak Amerika (AAP) susu skim boleh diberikan pada usia lebih dari 24 bulan. Namun, NHS UK mengatakan tidak menyarankan pemberian susu skim sampai anak usia 5 tahun. Pada anak yang kegemukan atau riwayat keluarga dengan kolesterol yang tinggi atau penyakit jantung dini, susu skim atau susu 1% dapat diberikan sesuai dengan petunjuk dokter.

Susu mentah berbahaya untuk dikonsumsi karena dapat terkontaminasi penyakit...
Susu yang dipasteurisasi memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan susu mentah tanpa khawatir terkena infeksi kuman. Susu UHT & Susu yang disterilisasi memiliki kandungan vitamin larut lemak yang sedikit lebih rendah namun lebih awet dan tetap aman dikonsumsi.

Susu kambing aman dikonsumsi anak >12 bulan asalkan diproses terlebih dahulu secara pasteurisasi atau UHT diiringi dengan konsumsi sumber folat dari makanan. Tapi, tetap saja ASI yang terbaik untuk anak hingga berusia 2 tahun.


Resume Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita

Susu kedelai bisa dikonsumsi anak usia >12 tahun adalah susu kedelai yang telah ditambahkan kalsium (paling tidak 100 mg kalsium/100 ml). Sebaliknya, susu kedelai tanpa tambahan kalsium tidak cocok untuk balita. Susu kedelai, bisa dikenalkan saja, sebagai minuman rekreasi, karena ASI tetap minuman yang utama untuk anak hingga berusia 2 tahun.
Susu beraneka rasa bisa menjadi pilihan salah satu sumber kalsium bagi anak dan remaja.


Sumber: Agustina Kadaristiana, dr dengan berbagai perubahan




Resume Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita

Bismillah...
Susu menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari bayi.
Semenjak lahir susu menjadi makanan utama hingga berusia 6 bulan yakni air susu ibu...
Ketika bayi diatas 2 tahun, kebanyakan orangtua tetap memberikan susu, sebagai salah satu komoditas utama bagi putra-putrinya..
Sebenarnya berapakah takaran susu balita yang tepat?


Mari kita simak penjelasan berikut ini :
Selama ini tidak jarang orang tua salah kaprah dalam memberikan susu. Mereka memberikan susu sebanyak-banyaknya pada balita lebih dari setahun. Bahkan seringkali anak diberi susu botol sebelum tidur. Padahal saat beraktivitas, anak tetap mendapat asupan susu atau produknya (misalnya eskrim, yoghurt, permen susu dll).
Ternyata, konsumsi susu yang berlebihan tidaklah baik. Selain dapat menyebabkan kegemukan akibat penumpukan lemak, meminum susu yang terlalu banyak dapat membuat anak cepat kenyang dan malas makan. Padahal, susu saja tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi seperti zat besi. (1, 14) Takaran susu yang tepat untuk anak usia 12-24 bulan ialah 2 gelas (500 ml) per hari. Bila anak mendapat asupan turunan produk susu yang lain, konsumsi susu dapat dimodifikasi misalnya menjadi 1 gelas (250 ml), 200 gr yoghurt, dan 2 lembar keju (40 gr). Apapun komposisinya, yang paling penting diingat ialah jangan konsumsi susu atau produk turunannya lebih dari 500 ml per hari dan variasikan dengan makanan lain.(1, 5, 7, 12, 14)



Saat menganjak usia 2-8 tahun, anak maksimal mengkonsumsi 2 gelas perhari dan konsumsi makanan tinggi kalsium untuk memenuhi kebutuhannya per hari (700 mg/hari untuk anak 1-3 tahun dan 1000 mg/hari untuk anak usia 4-8 tahun). Sedangkan anak remaja usia 9-18 tahun disarankan untuk meminum susu maksimal 3 gelas sehari disertai makanan yang kaya kalsium untuk memenuhi kebutusan harian kalsium sebanyak 1300 mg/hari.
Jadi, susu itu sebagai pelengkap kebutuhan balita ya...
Bukan sebagai penyempurna...
Jika dirasa konsumsi kalsiumnya baik, tak perlu memaksakan untuk mengonsumsi susu dan produk turunannya seperti yogurt, keju dsb.
Semoga bermanfaat...



@nurlienda

Sumber :
  1. Dureya TK. Dietary recommendations for toddlers, preschool, and school-age children2014. Available from:http://www.uptodate.com.ezlibproxy1.ntu.edu.sg/contents/dietary-recommendations-for-toddlers-preschool-and-school-age-children?source=search_result&search=milk+for+toddler&selectedTitle=1~150.
  2. Nutrition ACo. Feeding the child. In: Kleinman RE, Greer FR, editors. Pediatric Nutrition 7th: American Academy of Pediatrics; 2013. p. 123.
  3. Gidding SS, Dennison BA, Birch LL, Daniels SR, Gillman MW, Lichtenstein AH, et al. Dietary recommendations for children and adolescents: a guide for practitioners. Pediatrics. 2006;117(2):544-59.
  4. Dietary Recommendations for Healthy Children2014. Available from:http://www.heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/Dietary-Recommendations-for-Healthy-Children_UCM_303886_Article.jsp.
  5. Milk for Toddler2014. Available from:http://www.cyh.com/healthtopics/healthtopicdetails.aspx?p=114&np=302&id=1788#goat.

Berapakah Takaran Susu Balita yang Tepat?

Bismillah...
Susu yang kita konsumsi sehari-hari ternyata memiliki banyak ragam dan jenisnya...
Sebelumnya kita pernah membahas mengenail jenis susu formula, susu kambing dan susu lainnya 
disini
Lalu, bagaimana dengan susu beraneka rasa semacam coklat, stroberi dsb?
Apakah bisa dikonsumsi balita dan anak-anak?
Mari kita simak penjelasan lebih lengkap berikut:
#9. Susu Beraneka Rasa

Susu beraneka rasa sudah banyak beredar di pasaran dengan bentuk whole-milk/susu murni, 1%, 2% lemak sampai susu bebas lemak. Perbedaannya dengan susu biasa ialah penambahan rasa seperti coklat, stroberi dan pisang serta sedikit gula. Namun pada umumnya kandungan nutrisinya sama dengan susu biasa (kecuali kalori yang sedikit lebih tinggi). Penelitian menyebutkan bahwa konsumsi susu yang ditambahkan rasa tetap dapat menjadi pilihan sumber nutrisi anak dan remaja karena kaya akan zat gizi.
Tapi, sebaiknya gunakan yang plain, karena biasanya terdapat bahan tambahan makanan seperti penguat aroma dan rasa.. Boleh dikonsumsi dengan ambang batas tertentu dan bisa dikonsumsi untuk anak diatas 1 tahun tentunya...

Adakah susu yang berbahan dasar dari nabati alias kacang-kacangan?
Sekarang ini banyak susu berbahan dasar kacang-kacangan loh, salah satunya yang paling terkenal adalah susu kedelai...
#10. Susu Kedelai

Susu kedelai menjadi alternatif susu yang alergi susu sapi atau juga para penganut vegetarian...
Saat ini diketahui susu kedelai relatif aman dikonsumsi untuk balita.
Isu hormon phytoestrogen/isoflavon dalam pernah diduga memiliki efek negatif dalam perkembangan seksual anak, perilaku, fungsi imun dan thyroid.
Namun, sejauh ini penelitian yang dilakukan pada hewan, manusia dewasa atau bayi tidak ada yang menyimpulkan efek negatif pada perkembangan, reproduksi dan fungsi endokrin. Susu kedelai yang baik dikonsumsi anak usia >12 tahun adalah susu kedelai yang telah ditambahkan kalsium (paling tidak 100 mg kalsium/100 ml). Sebaliknya, susu kedelai tanpa tambahan kalsium tidak cocok untuk balita loh...
Alhamdulillah, akhirnya edisi mengenal berbagai jenis susu berakhir pula..
Nantikan kiat memberi susu dengan takaran yang pas pada edisi selanjutnya....
Semoga bermanfaat....



@nurlienda

Sumber :
Varieties of milk. Available from: http://www.milk.co.uk/page.aspx?intPageID=43.
Milk for Toddler2014. Available from: http://www.cyh.com/healthtopics/healthtopicdetails.aspx?p=114&np=302&id=1788#goat.
Bhatia J, Greer F, American Academy of Pediatrics Committee on N. Use of soy protein-based formulas in infant feeding. Pediatrics. 2008;121(5):1062-8.

Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita Bagian 5

Bismillah..
Susu yang kita konsumsi ternyata memiliki banyak jenis loh, mulai dari
susu murni, susu mentah, susu UHT, susu formula dsb. Jenis-jenis susu tsb punya peruntukkannya sendiri...
Nah, pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai susu formula dan susu kambing...
#7. Susu Formula

Susu formula ialah susu yang berasal dari susu yang dikeringkan dan ditambahkan nutrisi tambahan misalnya vitamin D, zat besi dan DHA. Susu formula umumnya diperuntukkan bagi bayi <1 tahun bila tidak bisa meminum ASI. Namun, sekarang ini banyak produsen susu yang membuat susu formula untuk anak usia >1 tahun. Sebenarnya, susu formula tidak perlu diberikan pada anak usia >1 tahun karena nutrisi yang terdapat di susu formula dapat dipenuhi dari susu segar dan makanan lain. Pada anak yang sulit makan atau mengalami gangguan tumbuh kembang, orang tua dapat mengkonsultasikan pertimbangan menggunakan susu formula pada dokter atau ahli gizi. (1, 2, 3)

#8. Susu Kambing
Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita Bagian 4

Susu kambing sebenarnya sangat mirip dengan susu sapi. Susu kambing dapat diberikan pada anak di atas 12 bulan. Susu kambing tidak boleh dikonsumsi mentah dan harus diproses terlebih dahulu (pasteurisasi). Perbedaannya dengan susu sapi, susu kambing memiliki kadar vitamin yang lebih rendah terutama asam folat. Untuk menyiasati hal ini, pastikan anak anda diberi asuapan tinggi folat seperti sayuran hijau, buah, dan sereal yang difortifikasi. Pada anak yang sulit makan dan anak hanya meminum susu kambing, suplemen asam folat dapat dipertimbangkan setelah berdiskusi dengan dokter. Asam folat penting salah satunya untuk mencegah anemia.

Selain susu formula dan susu kambing, masih ada lagi jenis susu beraneka rasa yang sekarang ini marak di pasaran.. Hm, apakah susu tsb bisa dikonsumsi anak-anak? Nantikan pembahasan lengkapnya pada artikel selanjutnya ya...



@nurlienda

Sumber :
  1. Milk for Toddler2014. Available from:http://www.cyh.com/healthtopics/healthtopicdetails.aspx?p=114&np=302&id=1788#goat.
  2. Parents could be wasting hundreds of pounds on “unnecessary” toddler milks2013. Available from:http://press.which.co.uk/whichpressreleases/2839/.
  3. Varieties of milk. Available from: http://www.milk.co.uk/page.aspx?intPageID=43.

Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita Bagian 4

Bismillah
Sebelumnya kita telah membahas mengenai susu yang diproses oleh panas
disini 
Nah, Bagaimana dengan Susu Mentah?
Mari kita simak paparan berikut...
#6. Susu Mentah

Susu mentah adalah susu murni yang langsung dikonsumsi dari ternak tanpa dilakukan proses apapun untuk menghilangkan bakteri dan kuman berbahaya. Susu mentah populer dikonsumsi sebelum proses pasteurisasi ditemukan. Namun, sejak tahun 1920-an konsumsi susu mentah diketahui menimbulkan penyakit yang diperantarai dari makanan (food-borne illness) di Amerika dan menyebabkan lonjakan penyakit tuberkulosis (TBC), aborsi akibat infeksi Brucella, infeksi streptokokus dan penyakit pencernaan. Kelompok yang paling beresiko terkena penyakit akibat konsumsi susu mentah ialah anak, ibu hami & menyusui, penderita gangguan imun dan orang tua. Saat ini diketahui bahwa konsumsi susu mentah dapat meningkatkan resiko 5x lipat penyakit toxoplasmosis pada ibu hamil, keguguran akibat penyakit listeriosis, prematuritas dan infeksi pada bayi baru lahir seperti sepsis dan meningitis. 

Meskipun pada dasarnya susu ternak awalnya steril, kontaminasi kuman berbahaya ini bisa terjadi dari berbagai mekanisme. Misalnya, adanya kontak antara susu dengan materi feses hewan, kontaminasi dari kulit atau payudara hewan yang terinfeksi, produksi susu dari hewan yang sakit (tuberkulosis) dan kontaminasi lingkungan seperti serangga, hewan, dan manusia (sarung tangan atau pakaian yang tercemar). Hal ini menyebabkan susu mentah tidaklah aman dikonsumsi bahkan di Skotlandia pelarangan susu mentah telah dilakukan sejak tahun 1983. Berbagai organisasi kelas dunia seperti American Medical Association, American Veterinary Medical Association, the International Association for Food Protection, National Environmental Health Association, FDA, dan WHO mendorong perlindungan konsumsi susu dengan tidak menyarankan konsumsi susu mentah dan sangat menekankan untuk hanya meminum susu yang telah diproses (pasteurisasi, UHT atau formula).

Pada anak usia >12 bulan, sangat tidak dianjurkan untuk diberikan susu mentah. American Academy of Pediatrics (2012) dengan tegas hanya mendorong konsumsi susu yang telah diolah (terutama pasteurisasi). Banyak orang tua yang salah informasi dan khawatir proses penghilangan kuman dengan panas akan mengurangi zat gizinya. Padahal, kandungan nutrisi pasteurisasi sama dengan susu murni dan perlu diingat bahwa konsumsi susu mentah amatlah berbahaya. 

Bila orang tua sulit mendapatkan susu pasteurisasi, pilihan lain untuk anak usia >12 bulan ialah susu UHT. Keuntungannya ialah susu UHT lebih awet, aman dikonsumsi dan gizinya mirip dengan susu murni meskipun kadar vitamin larut lemaknya sedikit berkurang. 
Susu yang disterilisasi tidak dianjurkan untuk balita karena kandungan gizinya yang semakin rendah.

Jadi, jangan memberikan susu mentah ya.. untuk si buah hati maupun orang dewasa :D
Bagaimana dengan susu formula dan susu kambing?
Nantikan pembahasan lengkapnya pada artikel selanjutnya....



Sumber :
Varieties of milk. Available from: http://www.milk.co.uk/page.aspx?intPageID=43.
Committee on Infectious D, Committee on N, American Academy of P. Consumption of raw or unpasteurized milk and milk products by pregnant women and children. Pediatrics. 2014;133(1):175-9.




Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita Bagian 3

Bismillah..
Produk susu yang beredar di pasaran sangatlah banyak..
Setelah sebelumnya membahas mengenai susu murni dan susu skim
disini
Sekarang kita akan membahas jenis susu dari segi pemanasannya...
Proses pemanasan susu bertujuan untuk membunuh bakteri yang berbahaya dan memperpanjang umur penyimpanan susu loh, jadi ada manfaatnya...
Nah, pemanasan yang umum dilakukan ialah pasteurisasi, sterilisasi dan UHT (Ultra High Treated Milk). Mau tau perbedaannya? Mari kita simak satu per satu ya...
#3. Susu Pasteurisasi


Pasteurisasi merupakan proses pemanasan susu yang paling populer dan relatif ringan. 
Pada proses ini, susu dipanaskan tidak kurang dari 72ºC selama 25 detik lalu didinginkan secara cepat. Pasteurisasi juga dikenal dengan HTST (High Temperature Short Time) atau pemanasan dalam waktu singkat. Keuntungan dari pasteurisasi adalah dapat mematikan kuman berbahaya tanpa mengurangi nutrisi dan rasa pada susu. 

#4. Susu UHT

Susu UHT (Ultra Heat Treated Milk) adalah susu yang dipanaskan di suhu 135ºC dan segera didinginkan sampai 4-5°C selama 2-3 detik lalu disimpan dalam kemasan steril. 
Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma da rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya. Perbedaan dengan pasteurisasi, pada proses UHT semua kuman (baik yang berbahaya ataupun tidak) mati, namun susu ini lebih awet dan dapat disimpan setidaknya enam minggu. Whole-milk, susu semi-skim dan susu skim terdapat dalam bentuk UHT.

#5. Sterilisasi

Sterilisasi susu merupakan proses pemanasan yang paling berat diantara UHT dan Pasteurisasi. Pertama, susu di panaskan di suhu 50°C lalu di homogenisasi (dipecahkan gumpalan lemaknya) dan diletakkan di botol gelas tertutup. Setelah itu susu dipanaskan di suhu 110-130°C selama 10-30 menit lalu didinginkan. Proses ini dapat membunuh hampir semua kuman di dalam susu (baik yang berbahaya atau tidak) namun dapat mengubah rasa dan menurunkan sedikit kadar nutrisi terutama vitamin B dan vitamin C. Susu ini biasa ditemukan dalam kemasan karton atau botol. Kemasan yang belum dibuka dapat awet sampai 6 bulan tanpa perlu disimpan dalam kulkas. Bila kemasan sudah dibuka, harus diperlakukan seperti susu murni, disimpan dalam kulkas dan dikonsumsi dalam waktu 5 hari. Whole-milk, susu semi-skim dan susu skim juga terdapat dalam bentuk sterilisasi.

Nah.. kelima jenis susu ini baru sebagian loh dari produk susu yang ada...
Mau kenal lebih dekat dengan jenis susu lainnya?
Nantikan kelanjutan artikelnya ya...


@nurlienda

Sumber:
Varieties of milk. Available from: http://www.milk.co.uk/page.aspx?intPageID=43.

Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita Bagian 2

Bismillah...
Produk susu yang tersedia di pasaran sangatlah banyak...
Mulai dari yang susu hewani sampai nabati, susu mentah sampai susu yang diproses (UHT/
Pasteurisasi/ Formula).
Namun, tidak semua susu tepat untuk dikonsumsi untuk anak usia >1 tahun loh....
Apa sajakah jenis susu dan bagaimana kiat memilihnya, berikut ulasannya :
Macam-macam susu berdasarkan kadar lemak dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu susu murni (whole milk), susu rendah lemak atau susu skim (skim milk). (4)
#1. Susu Murni (Whole-milk)


Susu murni adalah susu yang tidak ditambahkan atau dikurangi zatnya.
Sedangkan susu olahan dikatakan susu murni jika kadar lemak minimal 3,5%.
Susu murni yang dihomogenisasi memiliki kandungan lemak serta nutrisi yang identik dengan susu standar susu murni namun yang membedakan adalah proses 'homogenisasi' nya yang memecah gumpalan lemak dalam susu.
Proses ini bermaksud agar lemak tercampur rata dalam susu dan mencegah lemak menggumpal di permukaan susu. (4)

Menurut American Academy of Pediatrics, anak usia 12-24 bulan secara umum diharuskan untuk dipilihkan susu murni karena kekurangan asam lemak dipercaya dapat mengganggu kematangan otak, pertumbuhan anak dan mengurangi serapan vitamin larut lemak. (1, 5-7)
Namun, pada anak yang mengalami kelebihan berat badan, obesitas, atau memiliki keluarga dengan riwayat obesitas, dislipidemia dan penyakit jantung, pemilihan susu rendah lemak atau susu skim dapat dipertimbangkan sesuai dengan anjuran dokter. (8, 9)

Susu murni (whole-milk) tidak direkomendasikan untuk anak usia ≥ 24 bulan mengingat kadar lemaknya yang tinggi dan bayi < 12 bulan. Pada bayi kurang dari setahun tidak disarankan mengkonsumsi susu murni karena tidak mengandung cukup nutrisi yang dibutuhkan bayi (vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial). Sistem pencernaan bayi juga mengalami kesulitan dalam mencerna protein, lemak, natrium dan kalium yang tinggi pada susu murni. (6, 10)

Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak n Balita

#2. Susu Semi-skim dan susu skim
Susu semi-skim, susu 1% lemak dan susu skim
Susu semi-skim adalah susu yang mengandung 1,7% lemak sedangkan susu skim adalah susu yang kandungan lemaknya hampir dihilangkan (0%-0,5%). Karena kandungan lemaknya yang sangat rendah, susu skim memiliki rasa yang agak hambar dan cair. Jenis susu lain yaitu susu 1% lemak. Susu ini dibuat untuk konsumen yang ingin menikmati rasa susu semi-skim dengan kadar lemak yang lebih rendah. (4)

Saat anak menginjak usia ≥24 bulan, American Academy of Pediatrics menganjurkan untuk mengganti susu dari whole-milk menjadi susu dengan kadar lemak 1-2% (susu semi skim atau susu 1%) dengan diiringi makan makanan yang bervariasi dan seimbang.(1, 5) Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Meskipun usia ini anak tetap membutuhkan lemak untuk perkembagan otak, pada umumnya anak sudah mendapatkan makanan yang tinggi lemak dari sumber lain. Sehingga AAP memberi anjuran untuk mengganti pilihan susu agar lemak yang dikonsumsi tidak berlebihan.

Meskipun AAP memperbolehkan konsumsi susu skim untuk anak ≥24 bulan, National Health Services UK tidak menyarankan susu skimsampai usia 5 tahun. Hal ini dikarenakan susu skim tidak mengandung cukup kalori dan vitamin larut lemak seperti vitamin A. Namun, untuk anak yang kegemukan atau riwayat keluarga dengan kolesterol yang tinggi atau penyakit jantung dini, susu skim atau susu 1% dapat diberikan sesuai dengan petunjuk dokter. (7, 11, 12)

Bagaimana dengan susu UHT, Pasteurisasi dsb ?
Bersambung.......

Mengenal Berbagai Jenis Susu dan Kiat Memilih Susu yang Praktis untuk Anak dan Balita

Bismillah...
Siapa yang sedang memberi ASI dan MPASI? Bagaimana cara pemberiannya?
Saya yang sehari-hari cuma bantuin membuat menu bayi & anak, sering mendapat pasien yang menu MPASI-nya hanya sari buah, puree sayur (saja), bubur cair tanpa lauk, biskuit dihancurkan atau bubur instan dengan porsi 'ala kadarnya.. 

Hayo kenapa? 
Kurang informasi & masih ikut-ikutan pola MPASI sekenanya? 
Padahal sudah ada rekomendasi WHO yang disesuaikan kebutuhan tumbuh kembang anak loh.. 
Untuk usia 0-23 bulan, Tutur dr. Wiyarni Pambudi selaku Ketua Sentra Laktasi Indonesia/SELASI.
Bagaimana panduan WHO itu?
Mari kita simak Poster Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) di Situasi Normal dan Bencana...
Jika kita simpulkan maka standar emas PMBA ada 4 yakni :
1. Inisiasi menyusu dini (IMD)
2. ASI eksklusif 0-6 bulan
3. MPASI rumahan berkualitas
4. Teruskan menyusui hingga 2 tahun.

Oleh karenanya, sudah semestinya, ketika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, berikan MPASI rumahan berkualitas baik dari segi tekstur (seperti panduan di poster), isi (mencakup pedoman gizi seimbang 4 bintang) dan juga jumlahnya....

Nah, bagaimana ketika terjadi bencana? 
Apakah ada perbedaan pemberian makanannya?
Pastinya ada, tapi hanya melingkupi kesesuaiannya saja bukan keseluruhannya loh, selengkapnya disini

Lalu, Apa yang bisa kita lakukan ketika terjadi bencana?
#Sahabat bisa membantu dengan tidak mendonasikan susu formula dan MPASI instan langsung ke penyintas (survivor) banjir.
#Donasi susu kotak/UHT hanya untuk bayi yang berusia 1 tahun ke atas dengan kemasan terkecil (125ml) untuk hindari terjadinya penyakit, karena biasanya anak-anak tidak langsung menghabiskan susu kotak ketika jumlahnya lebih besar, hal ini memungkinkan terjadinya kontaminasi virus mapun bakteri loh... Apalag dalam situasi bencana lingkungan tak terjaga, banyak sampah berserakan dan air bersih sulit di dapat...

Semoga bermanfaat

Ingin ngobrol lanjut dengan saya?
Follow twitter saya di @nurlienda

Pemberian Makanan Bayi dan Anak dalam Situasi Normal dan Bencana